<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5430706412022629727</id><updated>2011-05-23T01:53:59.702-07:00</updated><category term='petualangan'/><category term='jelajah alam'/><title type='text'>pendakirewel</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pendakirewel.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendakirewel.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>pendakirewel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02638000493506931464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_v3GZ_QsRw_I/SNOhqBPX6NI/AAAAAAAAACc/CXelyUzZxco/S220/Pelawangan+Senaru.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5430706412022629727.post-38366829562786548</id><published>2009-05-04T02:54:00.003-07:00</published><updated>2009-05-15T01:50:43.554-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='petualangan'/><title type='text'>Pendakian 53 Jam menaklukan 4 Puncak: Welirang, Kembar 1, Kembar 2 dan Arjuna</title><content type='html'>Aku dan sebagian kawan-kawanku begitu mendewakan puncak tertinggi. Kami dengan begitu mudah dan cepat terbakar emosi ketika cerita perjalanan menuju puncak tertinggi diceritakan. Itulah kenapa kali ini kami mendaki setelah Hendy dan kawan-kawan bersepuluh gagal ke Arjuna karena terkendala cuaca. Bagi kami hanya puncak tertinggi yang sanggup me-restore produktivitas dan membebaskan belenggu kejumudan yang melanda setiap jiwa. Hanya dengan berada di puncak tertinggi kami dapat melihat titik-titik terhebat masa lalu, sekarang, dan masa yang akan datang. Dan berada di puncak tertinggilah yang sanggup menunjukkan posisi pencapaian diri-dimana dan siapa sesungguhnya kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat 24 April 2009 pukul 20.30 WIB kami berempat:&lt;br /&gt;1. Saiful Amin "Pendaki Rewel" melaunching model rambut baru&lt;br /&gt;2. Dwi Asepta Hariyadi "H-yi"&lt;br /&gt;3. Santo Andrian "Pendaki Sunyi"&lt;br /&gt;4. Andi Wahono "Pendaki Manja"&lt;br /&gt;meninggalkan Pos Perijinan Pendakian Tretes mengawali pendakian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rute yang kami lalui diawali jalan beraspal kemudian jalan bersemen hingga pintu gerbang terakhir tepat di atas Pet Bocor. Selanjutnya jalan yang kami lalui berupa tanjakan berbatu yang membosankan hingga kami memutuskan untuk mendirikan tenda di Kop-kopan untuk bermalam pada pukul 23.30 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 05.00 WIB Santo membangunkan kami. Pagi yang cerah ini kami isi dengan kegiatan memasak, sarapan, mengambil gambar, dan mandi. Tepat pukul 06.30 WIB kami memulai perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih sama dengan rute sebelumnya, jalan yang kami lalui berupa tanjakan berbatu yang membosankan. Setelah melalui beberapa kelokan menanjak kami mendapati pipa saluran air yang dibuatkan lubang di bagian atasnya sehingga memudahkan untuk mengisi air dan beberapa kelokan selanjutnya ada gubuk penambang belerang yang bisa menjadi alternatif bermalam. Jalan berbatu nan membosankan berakhir di Pos Penimbangan Belerang yang sekarang menjadi Pos Terakhir kendaraan pengangkut belerang. Setengah jam kemudian sampailah kita di Pos Pondokan Belerang. Di tempat ini kami mengisi air sejumlah 11 Liter untuk berempat dengan estimasi kebutuhan 1,5 hari karena target kami mendaki Puncak Welirang, Kembar 1, Kembar 2 dan Arjuna tidak lebih dari 1,5 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 10.00 WIB kami memulai perjalanan dari Pondokan. Awal-awal rute sangat menyenangkan karena bebas dari jalan berbatu. Namun akhirnya jalan terjal berbatu kembali menyambut kami hingga pukul 12.00 WIB kami diserang kantuk hebat. Kami memutuskan istirahat siang sambil memasakan mie instan dan energen. Sesaat kami merasakan nikmatnya tidur siang dan kemudian telah terengah-engah lagi dalam derap langkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak Welirang&lt;br /&gt;Pukul 14.30 WIB kami sampai di lembah pertemuan jalur Welirang dan Kembar 1. Kami ambil jalur ke kanan melewati tebing dengan sajian eksotika alam yang sangat menakjubkan. Di Welirang kami terlebih menuju dapur belerang dan menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mengambil gambar, menghirup aroma belerang dan menikmati indahnya kepulan asap belerang. Sejam kemudian kami telah berada di Puncak Welirang dan melakukan sujud syukur dengan ransel di punggung karena kebahagiaan tiada tara yang kami rasakan. Berdasarkan hasi GPS MAP terukur ketinggian Puncak Welirang adalah 3.214 m dpl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 17.00 WIB kami tidak mampu lagi bertahan di Puncak Welirang. Kabut, angin, dan dingin membuat kami bergegas turun meninggalkan Puncak Welirang dan setengah jam kemudian telah sampai di lembah pertemuan jalur Welirang dan Kembar 1. Di tempat ini kami bermusyawarah mengenai target pendakian yang kemungkinan besar tidak akan mampu kami capai mengingat Senin, 27 April ketiga kawan yang lain harus masuk kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mempertimbangkan dua opsi, yaitu mendaki Arjuna atau mendaki Kembar 1 dan Kembar 2 karena dalam perhitungan kami mendaki salah satu opsi saja sudah menghabiskan waktu sehari. Kawan-kawan aku tanyai satu per satu dan hasilnya semuanya menginginkan Arjuna. Namun persoalan yang muncul adalah jarak Welirang ke Arjuna sangat jauh. Kondisi fisik juga yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan lagi dan sandikala juga sudah bersiap menyambut gelap. Akhirnya kami memutuskan untuk mendaki yang lebih dekat, yaitu Gunung Kembar 1 dan malam ini kami menghabiskan waktu di lembah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalaman kami kedinginan. Keliatannya Andi terlalu banyak menghirup debu di seharian berjalan sehingga berkali-kali bersin di sepanjang malam. Atau juga masuk angin karena tidak ada matras dan sleeping bag tidak bisa dipakai karena basah kena air dari jirigen bocor. Nasib yang sama juga dialami H-yi dan Santo. Bahkan Santo berkali-kali seperti Handphone yang ditelpon tapi tidak pernah diangkat (bergetar terus e e e). Hanya aku yang beruntung bisa tidur dalam sleeping bag meski tidak dapat alas matras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi Santo yang memegang kendali waktu membangunkan kami pukul 05.00 WIB. Selain sarapan, pagi yang cerah ini kami habiskan dengan mengeksplorasi sunrise. Mengabadikan momen terindah sebagai kenangan pribadi dan oleh-oleh buat kawan-kawan yang lain. Pukul 06.30 WIB kami mulai mendaki Gunung Kembar 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Kembar 1&lt;br /&gt;Seluruh anggota tim belum pernah ada yang mendaki ke Gunung Kembar 1. Namun dari keterangan seorang Penambang Belerang yang meminta obat sakit perut maka yakinlah kami untuk membuat sendiri rute pendakian. Kami tidak mengalami kesulitan membuat jalur ke Gunung Kembar 1 karena dari Puncak Welirang kami telah melihat Puncak Gunung Kembar 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, sejam kemudian kami telah berdiri di Puncak Gunung Kembar 1. Puncak Gunung Kembar 1 juga memiliki semburan gas yang menyebar hampir di semua titik puncak dan terbesar tepat di puncaknya. Sempat ngeri juga ketika mengambil gambar diri di puncak sedangkan kondisi puncak rawan longsor yang terlihat dari menurunnya lipatan batu dari semburan gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak Gunung Kembar 1 memberikan ruang pandang yang jelas untuk mencapai Puncak Gunung Kembar 2. Hal ini meningkatkan kepercayaan diri kami. Bahkan kami mulai optimis akan mendapatkan Puncak Gunung Arjuna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Kembar 2&lt;br /&gt;Kami melakukan potong kompas untuk sampai di kaki Gunung Kembar 2. Dan benar saja, sesampai di kaki gunung kami menemukan jalur menuju Puncak Gunung Kembar 2. Setelah terengah-engah di sepanjang jalur menanjak akhirnya kami sampai di puncak pukul 09.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Area Puncak Gunung Kembar 2 lebih tinggi dibandingkan Puncak Kembar 1. Berdasarkan alat pengukur ketinggian yang dibawa H-yi (GPS MAP) tinggi Gunung Kembar 1 hanya 2.980 m dpl sedangkan tinggi Gunung Kembar 2 mencapai 3.180 m dpl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puncak Arjuna dari Puncak Gunung Kembar 2 terlihat sangat jelas. Jalur pendakian Gunung Arjuna mulai dari Lembah Kidang sampai puncak terlihat sangat jelas sehingga kami yakin mampu sampai ke Puncak Arjuna lebih cepat dengan melakukan potong kompas untuk sampai di jalur resmi menuju Puncak Arjuna. Sebagai patokan adalah turun menuju lembah kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur potong kompas ini memiliki kemiringan lebih dari 70 derajat. Kami mensiasati dengan membuat rute zig-zag namun tetap saja beberapa bagian harus kami lalui dengan jatuh bebas. Berguling-guling. Tapi kami melaluinya dengan perasaan gembira dan tertawa-tawa ketika terjatuh maupun terperosok. Andi sempat bertemu ular namun tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sesampai di lembah kecil kami beristirahat dan sesekali geleng-geleng kepala melihat betapa curamnya jalur yang kami lalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Arjuna&lt;br /&gt;Pukul 10.30 WIB kami melanjutkan perjalanan menuju Puncak Arjuna dengan menggunakan jalur yang telah ada. Pukul 12.25 WIB  kami bertemu dengan 3 anak Unair dari Jurusan Psikologi yang memperkenalkan kelompoknya dengan sebutan 'Abimapala' kependekan dari Arek Biasa Macak Pecinta Alam. Sebenarnya di Pondokan Belerang kami sudah bertemu mereka namun mereka mendaki ke puncak dengan sistem estafet agar bisa menghemat tenaga. Separuh mendaki, separuh jaga base camp. Ternyata kawan dari Unair ini melihat kami menuruni Gunung Kembar 2 namun karena masih jauh untuk bertemu maka mereka tetap&lt;br /&gt;melanjutkan pendakian ke Puncak Arjuna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisa-sisa tenaga yang kami miliki ternyata masih mampu mencapai Puncak Arjuna 3.350 m dpl tepat pukul 13.30 WIB. Kami memfokuskan diri di area Singgasana Arjuna. Sebuah batu yang menyerupai tempat duduk. H-yi menceritakan bahwa Prabu Airlangga mendaki ke Puncak Arjuna untuk menentukan letak Ibu Kota Kahuripan yang sekarang tempat semburan lumpur panas, Porong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat wajah-wajah gosong namun berbinar-binar menyiratkan kebahagiaan tiada tara dari kawan-kawan. Kawan-kawan memiliki ekspresi yang cukup unik. Santo berkali-kali berteriak. Andi bersujud syukur. H-yi boker di puncak. Dan aku hanya menjadi saksi ekspresi kawan-kawan karena aku hampir tidak percaya sukses membawa tim mencapai 4 puncak. Karena Andi baru pertama kali mendaki maka kami membuatkan seremonial kecil namun mistis sebagai tanda bahwa Andi telah menjadi pendaki seperti kami dan sebagai nilai diklatnya adalah cum laude!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lupa kami kabarkan keadaan kami dan sukses kami mencapai 4 puncak pada kawan-kawan yang telah mendoakan misi ini. Andi juga menelpon beberapa kawan. Ternyata sinyal Indosat lebih kuat dibandingkan sinyal Telkomsel. Jam 14.20 WIB perjalanan turun dimulai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Turun&lt;br /&gt;Fisik rentan cidera ketika melakukan perjalanan turun gunung. Dan kini cidera mulai terasa sampai di Pos Air Lembah Kidang kami benar-benar butuh recovery. Namun karena waktu yang mepet karena target malam ini harus sampai di Pos Perijinan maka kami hanya berhenti sejam untuk masak, makan dan istirahat. Fiuh, benar-benar petualangan: limit waktu, limit tenaga dan limit-limit yang lain namun target harus&lt;br /&gt;dapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami melakukan perjalanan gelap sejak Pos Air Lembah Kidang. Dan ketika sampai di jalur berbatu kejenuhan kembali muncul. Menjelang sampai di Kop-kopan pisau belati Santo diketahui jatuh. Aku dan Santo kembali naik ke atas untuk mencari pisau itu. Syukur Alhamdulillah pisau itu ketemu. Sesampai di Kop-kopan kami langsung di sambut anak Unair yang menanyakan ransum. Kami langsung geleng kepala karena seumur-umur belum pernah daki gunung bawa ransum. Setelah mendengar penjelasan anak Unair itu ternyata mereka dalam musibah besar. Dua dari 4 yang ada di Kop-kopan sakit dan salah satunya tergolong parah. Cewek itu kena komplikasi (kram perut, sakit perum, datang bulan, kolaps, muntah-muntah dll). Apalagi emosi mereka lagi di ubun-ubun. Ternyata mereka ditinggal oleh 3 kawan&lt;br /&gt;yang lain dan semua makanan ikut terbawa turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami dengan sigap merebus air untuk buat energen dan mie agar mereka ada tenaga untuk melalui malam ini. Memberikan obat dan konterpin untuk mengurangi kram dan sakit perut. Dua jam kemudian keadaan mulai terkendali dan kami tinggalkan blue gas, mie instan dan roti agar mereka esok hari ada tenaga untuk turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kaki kami semua sudah tidak karuan rasanya maka perjalanan dari Kop-kopan jam 23.30 WIB sampai di Perijinan jam 01.30 WIB. Jadi agak lama. Total waktu yang dibutuhkan misi ini mulai dan sampai lagi ke Pos Perijinan adalah 53 jam. Namun kami bersyukur karena akhirnya kami bisa sampai Surabaya pukul 04.30 WIB dan aku sendiri sampai di kosan jam 05.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Tuhan atas karuniamu ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Terima kasih khusus ku sampaikan kepada kawan dan saudaraku: H-yi, Santo dan Andi&lt;br /&gt;     Mendaki bersama kalian membuatku semakin percaya diri bahwa aku mampu melihat dan&lt;br /&gt;     tepat dalam memilih teman mendaki&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5430706412022629727-38366829562786548?l=pendakirewel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendakirewel.blogspot.com/feeds/38366829562786548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5430706412022629727&amp;postID=38366829562786548' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/38366829562786548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/38366829562786548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendakirewel.blogspot.com/2009/05/pendakian-53-jam-menaklukan-4-puncak.html' title='Pendakian 53 Jam menaklukan 4 Puncak: Welirang, Kembar 1, Kembar 2 dan Arjuna'/><author><name>pendakirewel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02638000493506931464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_v3GZ_QsRw_I/SNOhqBPX6NI/AAAAAAAAACc/CXelyUzZxco/S220/Pelawangan+Senaru.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5430706412022629727.post-8618315205046070249</id><published>2009-03-08T01:20:00.000-08:00</published><updated>2009-03-08T01:21:46.519-08:00</updated><title type='text'>Diklat SAR Banyuwangi Independent II</title><content type='html'>Permulaan&lt;br /&gt;Adalah kemuliaan ketika kita bisa melahirkan manusia-manusia yang memiliki kepedulian dan&lt;br /&gt;skill ketika suatu bencana melanda. Oleh karenanya ketika aku mendapatkan undangan dari&lt;br /&gt;Banyuwangi SAR Independent untuk turut serta terjun dalam Kawah Candradimuka yang akan melahirkan manusia-manusia tanggap bencana hati ini sunguh berbahagia. Meski pemberitahuan tersebut hanya berselisih 3 jam dari jadwal kereta ekonomi Sritanjung Surabaya-Banyuwangi namun itu sama sekali tidak menghalangiku untuk bisa meluncur bersamanya dengan persiapan maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berangkat dari Stasiun Gubeng di Sabtu Sore, 28 Pebruari 2008 dan sampai pukul 22.00 WIB di Stasiun Temuguruh Sempu Banyuwangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokasi TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang menjadi Kawah Candradimuka Diklat Banyuwangi SAR Independent adalah Mangaran yang masih berada di kaki Gunung Raung. Untuk sampai di tempat aku dijemput saudara alamku, Pepeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi?&lt;br /&gt;Bagiku, diklat adalah salah katalisator utama merestrukturisasi segala potensi dan kekurangan diri. Hal ini disebabkan dua unsur utama yang ingin dicapai dalam kegiatan diklat adalah perubahan cara pandang (tidak kasat mata) dan kemampuan teknis (kasat mata). Oleh karena itu diklat harus didesain sedemikian rupa sehingga kedua unsur tersebut tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbincangan intens dengan Ketua Umum Banyuwang SAR Independent, saudara alam sekaligus guru alamku, Evil Face menginginkan proses diklat yang bersifat alamiah (bukan situasional).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun tidak dapat dipungkiri bahwa operasi SAR/kegiatan SAR adalah reactive operation/reactive activity. Hal ini disebabkan kejadian bencana selalu bersifat dadakan (stealing) sehingga diklat SAR harus juga menganut filosofi 'bencana datang tanpa permisi'. Jadi sewaktu-waktu kita harus siap (standby).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan kenyataan bahwa bencana selalu datang secara mendadak meski bisa diprediksi maka konsep diklat ini ditekankan pada aspek responsif dan reaktif peserta diklat. Tidak ada pemberitahuan jadwal kegiatan secara menyeluruh/terperinci sehingga peserta diklat akan bertanya-tanya dalam hati kegiatan selanjutya. Aspek kewaspadaan juga ditekankan meliputi kewaspadaan diri, kawan, lingkungan, dan korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai yang nge-SAR malah di-SAR (baca: yang nyari malah dicari dan yang mau menyelamatkan malah diselamatkan). Suatu ironi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar tidak terjadi gap antara teori dan praktek maka peserta diberikan soal (simulasi) yang hampir menyerupai kondisi nyata ketika suatu operasi SAR dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simulasi?&lt;br /&gt;Peserta diberikan soal bahwa telah hilang dua orang penjelajah di area tebing antara dua pegunungan yang kemungkinan tebing tersebut dibawahnya merupakan aliran sungai melihat dari karakteristik wilayah yang ada di Peta. Dengan informasi terbatas dan peralatan terbatas (serba limit) serta medan yang berat (hutan, hujan, terjal, tebing, sungai) para peserta bergerak untuk melakukan operasi SAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa kita panitia terlalu overestimate dengan memberikan medan yang terlalu berat. Maklum, para peserta adalah SISPALA (Siswa Pecinta Alam). Meski begitu para&lt;br /&gt;peserta telah menunjukkan pertanda sebagai Penge-SAR sejati. Pantang menyerah meski diguyur hujan lebat. Tidak takut meski menuruni tebing curam. Dan tidak mengeluhkan fisik yang capek.&lt;br /&gt;Sebuah permulaan yang baik!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5430706412022629727-8618315205046070249?l=pendakirewel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendakirewel.blogspot.com/feeds/8618315205046070249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5430706412022629727&amp;postID=8618315205046070249' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/8618315205046070249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/8618315205046070249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendakirewel.blogspot.com/2009/03/diklat-sar-banyuwangi-independent-ii.html' title='Diklat SAR Banyuwangi Independent II'/><author><name>pendakirewel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02638000493506931464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_v3GZ_QsRw_I/SNOhqBPX6NI/AAAAAAAAACc/CXelyUzZxco/S220/Pelawangan+Senaru.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5430706412022629727.post-1847291482485312688</id><published>2009-02-13T20:45:00.001-08:00</published><updated>2009-02-13T20:50:27.390-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jelajah alam'/><title type='text'>Catatan Lintas Alam dalam Rangka Pembaretan Anggota Resimen Mahasiswa Tahun 2009 di Pantai Serang Blitar</title><content type='html'>Kegiatan ini dilaksanakan di akhir bulan Januari 2009 dengan peserta pembaretan sejumlah 7 orang dengan komposisi 4 orang peserta laki-laki dan 3 orang peserta wanita. Ruang lingkup kegiatan ini difokuskan pada bakti sosial untuk melatih sensitivitas sosial (social sensitivity) peserta, lintas medan (sungai, bukit, tebing, jembatan dan pantai) untuk mengasah ketahanan fisik dan mental serta untuk ketangkasan saat berada di alam bebas, dan beberapa kegiatan yang merupakan praktek langsung dari materi yang telah diperoleh pada masa persiapan sebelum berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas Medan Tempuh&lt;br /&gt;Medan tempuh ini disiapkan oleh Tatag dan penulis. Medan tempuh yang kami (baca: satuan tugas) siapkan diawali dengan menuruni bukit menuju sungai musiman (ketika kemarau debit kecil dan bahkan tidak ada debit air yang mengalir). Di sungai ini terdapat tebing sungai yang cukup representatif karena memiliki ketinggian 20 meter dan aliran air yang cukup deras untuk dituruni peserta. Setelah selesai dengan susur sungai perjalanan dilanjutkan dengan mendaki perbukitan di sepanjang aliran sungai dan kembali menyeberangi sungai untuk mendaki bukit selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Variasi medan ini akan dikombinasikan dengan perjalanan di aspal agar medan yang ditempuh semakin variatif sebelum sampai di Pantai Serang pada hari ke-6. Pengalaman turun dari jembatan dengan tali akan menjadi salah satu maskot dalam pembaretan ini. Dan tentunya adalah pengalaman survival di salah satu area yang telah disiapkan akan sangat berkesan dan menjadikan perserta sebagai resimen mahasiswa yang tangguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas Pantai Serang&lt;br /&gt;Pantai Serang masuk dalam wilayah Desa Serang Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar. Akses untuk sampai di Pantai Serang sangat mudah karena telah memiliki jalan beraspal yang bisa dilewati Bus. Oleh karenanya permasalahan transportasi tidak perlu dikhawatirkan. Pantai Serang memiliki view yang indah dan pasir putih yang luas. Namun yang penulis amati adalah sebuah batu karang yang digunakan untuk memancing oleh para penghobi memancing karena memiliki karakteristik yang unik dibandingkan pantai yang lain. Pertama, batu karang tersebut menjorok ke laut sehingga tali pancing bisa menjangkau ke air yang cukup dalam. Kedua, terdapat area yang luas dan terlindung dari angin sehingga pemancing bisa mendirikan tenda untuk beristirahat jika ingin memancing beberapa hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisa Penulis&lt;br /&gt;Pembaretan selama 7 hari tentunya sangat berat bagi peserta dan panitia. Namun, demi mendapatkan anggota yang benar-benar teruji fisik, mental dan skill-nya maka lamanya waktu tidak menjadi persoalan serius. Setelah menjalani rutinitas yang sangat padat dengan kondisi alam yang tidak bersahabat (perubahan cuaca yang fluktuatif-panas.hujan deras dan angin kencang) maka sampailah pada malam yang dinantikan panitia yaitu prosesi pembaretan peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diawali dengan kegiatan Caraka Malam (atau Jurit Malam) dengan sandi 'MENWA 802' maka berjalan secara sendiri-sendiri peserta pembaretan dengan variasi medan: menyeberangi sungai, menyusuri pantai, mendaki bukit dan sampai di sebuah tempat seperti altar yang luas di atas tebing Pantai Serang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kelihaian Satgas (baca: Panitia) maka satu peserta secara tidak sadar telah membocorkan pesan rahasia yang harus disampaikan kepada target. Sebuah kesalahan fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celaka tiga belas, peserta pun harus membayar mahal kesalahan fatal tersebut. Skenario selanjutnya adalah memasukkan soul dan feel kemenwaan pada para peserta di sebuah malam gulita di Pasir Pantai Serang. Kami para Satgas begitu bangga dengan ketahanan fisik dan mental dari para peserta ketika melewati momen yang paling meneganggkan: menunjukkan Sakti, Bukti dan Bakti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lebih dari sejam menunjukkan Sakti, Bukti dan Bakti, para peserta dan satgas begitu terharu dengan perjuangan mereka sampai air mata tidak terasa jatuh membasahi pipi dan bumi. Para peserta kemudian direcovery sebelum mengikuti upacara pembaretan. Selamat datang di Satuan Resimen Mahasiswa 802 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. MENWA ITS JAYA. VIVATT!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5430706412022629727-1847291482485312688?l=pendakirewel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendakirewel.blogspot.com/feeds/1847291482485312688/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5430706412022629727&amp;postID=1847291482485312688' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/1847291482485312688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/1847291482485312688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendakirewel.blogspot.com/2009/02/catatan-lintas-alam-dalam-rangka.html' title='Catatan Lintas Alam dalam Rangka Pembaretan Anggota Resimen Mahasiswa Tahun 2009 di Pantai Serang Blitar'/><author><name>pendakirewel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02638000493506931464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_v3GZ_QsRw_I/SNOhqBPX6NI/AAAAAAAAACc/CXelyUzZxco/S220/Pelawangan+Senaru.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5430706412022629727.post-4786162104691818324</id><published>2009-02-06T06:15:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T06:37:02.404-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='petualangan'/><title type='text'>Kisah Pendakian Estafet 7 Gunung di Penghujung Tahun 2008 dan Awal Tahun 2009 Bersama LaPenDoS-LelakiPenuhDosananSunyi (Bagian 3)</title><content type='html'>Bagian ketiga dari kisah ini merupakan cerita pamungkas yang menguraikan catatan perjalanan di Gunung Sumbing&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;, Sindoro&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;, Ungaran dan Lawu&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai mendaki di Gunung Merapi bersama Om Jawul dan kawan-kawan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;, aku melanjutkan pendakian ke gunung berikutnya yaitu Gunung Sumbing&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Sedangkan Om Jawul dan kawan-kawan balik ke Jawa Timur karena telah ditunggu rutinitas yang telah memberikan kompromi selama  empat hari ini&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai berpisah dari Om Jawul dan kawan-kawan aku merasa agak kebingungan karena benar-benar buta transportasi untuk menuju ke Gunung Sumbing&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Pun sesungguhnya aku juga tidak tahu apakah harus mendaki Gunung Sumbing atau Gunung Sindoro&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Setelah berganti 3 jenis transportasi sampailah aku di terminal Magelang&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Oleh Kondektur Bus aku ditanya mau mendaki Gunung Sumbing dulu atau Gunung Sindoro&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Karena tidak ada referensi sebelumnya maka aku bilang terserah mau diturunkan di gunung yang mana&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Dan turunlah aku di depan gapura yang bertulisan Dusun Garung di waktu maghrib&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah cerita selengkapnya sisa pendakian estafet 7 gunung itu&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Mohon koreksinya jika terdapat kekeliruan yang yang bersifat teknis maupun berupa persepsi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt; penulis. Terimakasih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;GUNUNG SUMBING&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Gunung Sumbing adalah gunung tertinggi ke dua di Jawa Tengah dengan ketinggian mencapai 3.371 meter di atas permukaan laut. Gunung ini berhadapan dengan Gunung Sindoro yang dikenal sebagai gunung kembar. Jalan menuju ke puncak pun terjal dan penuh liku namun belum mampu menggelincirkan semangatku. Sebuah petualangan yang sangat menarik dan menakjubkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;KISAH PENDAKIAN GUNUNG SUMBING VIA GARUNG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Þ&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Dari Selo Boyolali aku harus berganti transportasi sampai 4 kali untuk bisa sampai di Dusun Garung Kabupaten Wonosobo. Mula-mula kendaraan terbuka&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;, angkutan pedesaan, minibus dan bus&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Petang hari aku baru tiba di pintu gerbang Dusun Garung. Setelah mengosongkan &lt;i style=""&gt;memory card&lt;/i&gt; Kamera Digital dengan memakai komputer kawannya Ghani aku meluncur dan sampai di &lt;i style=""&gt;Base Camp&lt;/i&gt; Sumbing tepat pukul 20.00 WIB.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Þ&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Di &lt;i style=""&gt;Base Camp&lt;/i&gt; Sumbing (HP. 086 868 611 446) aku disambut beberapa pemuda lokal yang menjaga &lt;i style=""&gt;Base Camp&lt;/i&gt; dan mengurusi administrasi pendakian Gunung Sumbing. Setelah menyelesaikan administrasi pendakian aku berkenalan dengan P. Khalid dan kawan-kawan dari Semarang yang akan mendaki esok pagi serta 2 orang dari Solo-P. Bambang ‘Tole’ dan Toni-yang nanti akan menjadi kawan pendakianku di Gunung Sindoro. Aku pun ikut bergabung dengan kawan-kawan dari Semarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Þ&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Sekilas mengenai &lt;i style=""&gt;Base Camp&lt;/i&gt; Sumbing. &lt;i style=""&gt;Base Camp&lt;/i&gt; ini merupakan &lt;i style=""&gt;Base Camp&lt;/i&gt; termewah dan terlengkap yang pernah aku datangi. Terdapat 2 kamar mandi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;, 4&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;WC dan tempat istirahat yang luas&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt; bersih dan tertata membuatku kagum. Disini kita juga bisa menitipkan kendaraan baik roda 2 maupun roda 4 dengan aman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Þ&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Minggu&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;, 28 Desember 2008 kami mendapatkan pagi yang cerah dengan selimut kabut di puncak Sumbing dan begitu juga yang terlihat di puncak Sindoro&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Bumi ini indah dengan permukaan yang bervariasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Þ&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Seusai sarapan kami bergegas melalui jalan yang telah tertata. Kami memilih Jalur Lama. Berturut-turut diawali jalan beraspal kemudian jalan berbatu dan jalan menanjak beralaskan tanah. Terengah-engah kami selingi dengan canda tawa dari kawan-kawan Semarang yang sangat ramah dan kocak. Beberapa jam saja kami telah melewati hutan remaja dan kemudian tertatih-tatih sampai di pertemuan jalur lama dan jalur baru (PESTAN). Kami berhenti agak lama dan melanjutkan perjalanan sampai di Pasar Watu pukul 12.00 WIB dan menghabiskan waktu sampai pukul 14.30 WIB. Dengan tambahan tenaga hasil dari makan siang kami sampai di puncak Sumbing pukul 16.00 WIB dan menikmati sore ini sampai pukul 17.00 WIB untuk kemudian turun ke kawah dan mendirikan tenda tepat di samping makam Eyang Makukuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Kilomater I&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Di awali dengan memasuki Gapura Dusun Garung dimana merupakan tempat berhentinya angkutan umum (bus) sampai perempatan jalan Dusun Garung. Jalan yang kutemui sudah diaspal sehingga bisa ditempuh kendaraan pribadi dan tersedia jasa ojek jika mau ngojek. Jarak &lt;i style=""&gt;Base Camp&lt;/i&gt; Sumbing dari Gapura Dusun Sumbing sekitar 300 meter.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Kilomater II dan III Jalur Lama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;KM II dan KM III dari Masjid Al Mansyur (dekat Sekretariat Stick. Pala) belok ke kiri menanjak kurang lebih sejauh 200 meter kemudian jalur lebih landai melewati ladang pertanian sampai di perbatasan hutan di kawasan Bosweisen yang merupakan batas KM III. Kondisi jalan telah tertata diawali bebatuan tertata kemudian tanah merah tertata dan berpasir. KM II dan III merupakan jalur yang melewati ladang petani sehingga menyajikan pemandangan indah sistem pertanian &lt;i style=""&gt;terassering&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Kilomater IV Jalur Lama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;KM IV dari perbatasan hutan dengan ladang petani disebut kawasan Bosweisen sampai di kawasan Genus. Kondisi jalan tanah liat dan tanah merah berpasir. Musim penghujan ini banyak pepohonan kecil dan rerumputan. Di KM IV ini jalurnya tidak terlalu menanjak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Kilomater V Jalur Lama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;KM V dimulai dari tanjakan yang cukup tajam di Bukit Genus sampai Sedelupak Roto kondisi jalannya tanah merah dan berpasir. Secara keseluruhan jalur di KM V ini merupakan tanjakan yang cukup tajam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Kilomater VI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;KM VI dimulai dari kawasan Sedelupak Roto kemudian memasuki kawasan PESTAN (2.437 m dpl). Di kawasan ini bertemunya jalur lama dan jalur baru. PESTAN merupakan kawasan yang hampir keseluruhannya rerumputan dan hanya ada beberapa pepohonan kecil. Kondisi jalannya tanah merah berpasir. Di PESTAN badainya cukup besar dan berbahaya. Namun aku kemarin bertemu dengan pendaki yang mendirikan tenda. Kemudian pendaki sampai di jalan yang penuh dengan batu di depannya di sebuah dinding batu yang berdiri. Kawasan ini disebut Pasar Watu. Untuk menuju ke puncak pendaki harus mengambil jalan ke kiri menurun karena yang lurus dan menanjak adalah jalan buntu kemudian pendaki berjalan di bawah dinding batu yang memanjang sampai di wilayah Watu Kotak (2.763 m dpl). Kondisi jalannya tanah merah berbatu. Watu Kotak merupakan batas KM VI.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Kilomater VII&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;KM VII dari Watu Kotak mendaki melewati jalan yang penuh batuan kecil dan cukup licin sampai di Tanah Putih kemudian mendaki lagi sampai di Puncak Buntu. Untuk menuju ke Kawah Sumbing&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;, 100 meter sebelum puncak buntu pendaki harus mengambil jalan ke kiri mendatar dan menuruni jalur yang berada tepat di bawah Puncak Buntu&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Setelah menuruni turunan yang cukup curam dan pendaki harus berhati-hati maka pendaki akan sampai di aliran air kawah dimana jika pendaki mengambil ke kiri akan menuju Segoro Wedi dan jika mengambil ke arah kanan menanjak kemudian mendatar mengikuti kepulan asap kawah maka pendaki akan sampai di makan Eyang Makukuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Þ&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Angin yang menerjang dan lelah seusai seharian berjalan membuatku tidak bertahan lama untuk saling berbagi pengalaman dengan Mas Gesang. Kami hanya mengobrol sekitar 2 jam. Malam ini aku tidur dengan nyenyak dan di tengah malam kawan-kawan Semarang memulai acara Suroannya dengan khusyu’ dan khidmat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Þ&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pagi ini angin membangunkanku dari lelap. Sebenarnya aku malas untuk bangun namun angin membalikkan tendaku dan memasakku keluar untuk melipat tenda. Kawan-kawan Semarang juga melakukan hal yang sama untuk bisa segera memulai perjalanan pulang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Þ&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pukul 10.00 WIB kami sampai di PESTAN dan beristirahat. Kami mengikuti Jalur Baru untuk turun karena di Pos II Gatakan terdapat aliran air sehingga kami dapat masak mie dan minum karena persediaan air kami hampir habis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Þ&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pukul 11.00 WIB kami sampai di Pos 2 Gatakan Jalur Baru dan memasak mie. Pukul 13.00 WIB kami telah sampai di &lt;i style=""&gt;Base Camp&lt;/i&gt; Sumbing dan beristirahat sebentar. Kawan-kawan Semarang pulang dan aku menuju &lt;i style=""&gt;Base Camp&lt;/i&gt; Sindoro untuk menyiapkan diri mendaki Gunung Sindoro.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Kilomater V Jalur Baru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;KM V Jalur Baru dari kawasan PESTAN sampai di Pos II Gatakan (2.240 m dpl). Untuk mendapatkan Jalur Baru ambil arah ke kiri mengikuti turunan tajam dengan kondisi tanah merah berpasir yang cukup licin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Kilomater IV Jalur Baru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;KM IV Jalur Baru masih menuruni tanah merah berpasir yang cukup licin kemudian akan sampai di hutan remaja dan akan menemui Bangunan Pos II dan kemudian masuk kawasan Kedung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Kilomater II dan III Jalur Baru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;KM II dan III Jalur Baru melewati rute dengan tanah merah dan mengikuti rute ladang petani kemudian sampai di Jembatan II. Memaskui Hutan Bambu yang sekarang tinggal sedikit akan mendapati Jembatan I di ujungnya dan mengambil arah kanan (telah memasuki rumah-rumah penduduk) dan akhirnya bertemu dengan Jalur Lama untuk sampai ke arah Masjid Al Mansyur dan &lt;i style=""&gt;Base Camp&lt;/i&gt; Sumbing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;GUNUNG SINDORO&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pendakian ke Gunung Sindoro ditempuh melalui rute Kledung Temanggung Jawa Tengah. Dari &lt;i style=""&gt;Base Camp&lt;/i&gt; Sumbing sekitar 1 KM untuk sampai ke &lt;i style=""&gt;Base Camp&lt;/i&gt; Sindoro meski begitu sudah berlainan wilayah. Kalau Masecamp Sumbing masuk Kabupaten Wonosobo sedangkan &lt;i style=""&gt;Base Camp&lt;/i&gt; Sindoro masuk Kabupaten Temanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;KISAH PENDAKIAN GUNUNG SUNDORO VIA KLEDUNG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Aku tiba pukul 16.00 WIB di &lt;i style=""&gt;Base Camp&lt;/i&gt; Sindoro (HP. 081328096081). Aku berkenalan dengan Mas Benny dari Pekalongan yang akan mendaki malam ini. Karena aku belum pernah ke Sindoro maka aku mengikuti skenario pendakian Mas Benny dan Team. Namun malam ini gerimis yang turun sejak sore tadi berubah menjadi hujan sehingga menunggu hujan reda aku berbincang-bincang dengan Mas Benny dan kawan-kawan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Aku heran dengan kawan-kawan Pekalongan ini. Mereka telah mendaki berkali-kali Gunung Sindoro namun tidak merasa jenuh dan bosan untuk mendaki lagi dalam mengisi liburan akhir tahun 2008. Sungguh jauh berbeda denganku yang gampang bosan sehingga malas mendaki gunung yang sama apalagi memakai skenario pendakian yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Senin&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;, 29 Desember 2008 pukul 21&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.00 WIB &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;kami akhirnya meluncur menuju jalan-jalan yang telah bertahun-tahun digunakan untuk mendaki Gunung Sindoro&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Baru beberapa puluh meter tiba-tiba 2 kawan dari Solo turut bergabung dan karena ada tas yang tertinggal di &lt;i style=""&gt;Base Camp&lt;/i&gt; maka aku menunggu kawan Solo tersebut mengambil tas. Kami berjalan di belakang tertinggal dari kawan-kawan Pekalongan namun aku dan kawan Solo santai saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Ternyata 2 kawan Solo: P Bambang ‘Tole’ dan Toni juga sama-sama usai mendaki Gunung Sumbing dan setelah mengkonfrontasikan fakta dan peristiwa yang terjadi ternyata mereka yang berkenalan denganku di malam sesaat aku sampai di &lt;i style=""&gt;Base Camp&lt;/i&gt; Sumbing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Di sebuah Pos Bayangan sebelum sampai di Pos I hujan turun dengan lebat sehingga kami cukup tergesa-gesa mendirikan tenda. Malam ini kami tidur kurang nyenyak karena tenda kami tembus oleh embun dan air hujan. Aku nimbrung di tenda kawan Pekalongan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Selasa&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;, 30 Desember 2008 pukul 07&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.30 WIB kami melanjutkan perjalanan. Ternyata 2 kawan dari Solo bertemu dengan kawan-kawan Solo lainnya yang masih santai dengan pagi yang teduh. Akhirnya dan P. Bambang ‘Tole’ jalan duluan dan berjanji menunggu kawan-kawan Solo yang lain di Pos 3.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Di Pos 3 kami menunggu kawan-kawan Solo sedangkan kawan-kawan Pekalongan melanjutkan perjalanan lebih dulu. Beberapa lama menunggu akhirnya kawan-kawan Solo sampai dan kini komposisi kawan-kawan Solo lengkap untuk melanjutkan pendakian ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Melihat beberapa kawan BTSLOPALA kecapekan kuputuskan untuk terus berjalan dengan 2 kawan BTSLOPALA yang masih terus bersemangat melaju. Mendekati area puncak aku bertemu dengan kawan-kawan Pekalongan yang ternyata telah sampai di puncak lebih dulu. Mereka bilang tidak kuat bertahan lama di puncak. Cuaca tidak mendukung. Persediaan air juga habis dan untuk mengambil air di Kawah Mati juga dihadapkan medan terjal dan licin ditambah kencangnya angin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Perjalanan dari base camp ke Pos I (±1,5 jam)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pos I merupakan pos yang terbuat dari kayu dan masih di Ladang Baru&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Pendakian kemarin di Pos I terdapat warung yang menyediakan minuman (kopi dan teh) dan makanan nasi serta gorengan (kue-kue juga ada) .&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pos I ke Pos II (±1jam)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pos I ke Pos II berpindah punggungan jadi sebelum sampai Pos II kurang lebih perjalanan seperempat jam dari Pos I ambil jalur kanan yang sedikit agak turun melewati lembah&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pos II ke Pos III (±1,5 jam)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Jalur ini agak menanjak&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Sampai di Pos III berarti separuh perjalanan menuju puncak telah terlewati. Pendakian kemarin di Pos III terdapat warung yang menyediakan minuman (kopi dan teh) dan makanan nasi serta gorengan (kue-kue juga ada).&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pos III ke Pos IV atau Batu Tatah (±1,5 jam)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Rute Batu Tatah merupakan rute terbuka yang terdiri dari batu-batu besar dan lumayan melelahkan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Karena angin yang cukup kencang maka alangkah baiknya tidak mendirikan tenda disini.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pos IV ke Padang Edelweis (±1,5 jam)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Sebelum sampai di Padang Edelweis, pendaki melewati Hutan Lamtoro yang merupakan perbatasan dengan Padang Edelweis&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Padang Edelweis merupakan wilayah puncak dan diyakini merupakan kawasan Pasang Edelweis terluas di semua gunung namun dari pengamatanku masih kalah dengan Padang Edelweis di Gunung Argopuro.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Padang Edelweis ke Puncak (±1 jam)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Disajikan pemandangan indahnya Padang Edelweis menuju Puncak Gunung Sindoro&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Mengelilingi Puncak (sekehendak hati pendaki bisa lama bisa cepat tergantung &lt;i style=""&gt;mood&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pendaki dapat menikmati Puncak Sindoro dengan memutari puncak baik dari sisi kiri maupun sisi kanan tidak ada masalah&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Di puncak pendaki dapat menikmati eksotika alun-alun Puncak Sindoro dan Kawah Mati. Keindahan Pegunungan Dieng juga dapat dilihat dengan jelas. Jika pendaki berani maka pendaki dapat turun ke lubang kawah mati dan berenang sampai puas.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pukul 16&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.00 WIB aku sampai di Puncak Sindoro dengan disambut kabut super tebal dan angin super kencang. Pantas saja kawan-kawan Pekalongan segera turun karena tidak tahan dengan cuaca yang tidak bersahabat ini. Namun aku masih menguatkan diri untuk mengabadikan beberapa momen dan beberapa tempat sebelum mencari tempat berlindung dari angin dan kabut sambil menunggu kawan-kawan Solo tiba.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Aku bertemu dengan kelompok Sragen dan salah satu dari mereka mau kuajak mengambil air di Kawah Mati. Perjalanan ini mengingatkan pendakian spektakulerku di awal Bulan Nopember lalu di Gunung Raung. Bukannya takut akan medan yang mencekam ini sebaliknya aku semakin bergairah dan terbayarlah segala harta benda dan tenaga serta waktu yang kukorbankan demi misi ini. Sesampai di Kawah Mati jarak pandang hanya sekitar 3 meter saja. Tetapi aku yakin Kawah Mati aman untukku.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Setelah mengisi 3 botol ukuran satu setengah liter aku bergegas kembali ke puncak dan tidak berapa lama kemudian 2 kawan BTSLOPALA tiba. Kami memutuskan untuk bermalam saja karena waktu petang telah tiba. Dan benar saja belum tenda selesai didirikan semua angin kencang dan hujan deras mengguyur kami sehingga kami hanya bisa mendirikan 2 tenda dari 3 tenda yang direncanakan. Tenda ketiga memang berdiri namun tidak bisa ditinggali. Kami tidak kuat dengan kondisi cuaca yang sangat tidak bersahabat ini. Lebih dari separuh malam kami tidak mampu berbuat apa-apa selain memegangi tenda agar tidak kabur atau menata jatuhnya air agar tidak masuk atau merembes. Dan tetap saja air masuk ke tendaku Coleman Pack 1 ku. Sedih!&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Rabo&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;, 31 Desember 2008 pukul 07&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.30 WIB aku dan kawan-kawan BTSLOPALA bergegas turun. Data Statistik menunjukkan bahwa menjelang siang hujan suka turun jadi kami berpacu dengan mendung. Pukul 12.00 WIB aku dan P. Bambang Tole tiba di Base Camp Sindoro dan sejam kemudian hujan turun dengan deras. Aku mengkhawatirkan kondisi kawan-kawan BTSLOPALA yang masih tertinggal di belakang.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Dan memang benar, kawan-kawan BTSLOPALA basah kuyup diguyur hujan deras ini&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Tetapi syukur semua baik-baik saja.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;GUNUNG UNGARAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Gunung Ungaran sarat dengan cerita Jaman Perjuangan Tempo Dulu dan Jaman Perjuangan kawan-kawan Pecinta Alam. Mas Gesang memiliki banyak cerita dan pengalaman hidup di Gunung Ungaran ini yang membuatku kagum dan semakin membuka mataku bahwa selama ini aku berada dalam Fase Jahiliyah dari sekian tahapan kecintaanku terhadap gunung-belantara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Di tahun baru ini ribuan manusia memadati area di sekitar perkampungan hingga perkemahan sampai puncak Gunung Ungaran untuk menjadi saksi pergantian tahun Masehi. Semangat ini yang mengundangku untuk menyatroni tempat ini disela-sela pendakian 7 gunung di penghujung tahun 2008 dan awal tahun 2009.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;KISAH PENDAKIAN GUNUNG UNGARAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Aku tiba di Base Camp terakhir Ungaran pukul 00.00 WIB bersama dengan Mas Gesang dan P. Bambang ‘Tole’ setelah melalui perjalanan panjang dari Base Camp Gunung Sindoro Kledung Temanggung. Aku benar-benar mendapatkan pencerahan tentang arti persahabatan dari kedua kawan yang baru kukenal belum sampai seminggu ini dari hasil pendakianku di Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Di tempat yang dipenuhi ribuan manusia ini kami disambut Mas Power dengan gaya yang khas memberikan referensi baru bagiku. Apalagi cerita kehebatan petualangan Mas Gesang dan Mas Power membuatku semakin terinspirasi. Kiprah mereka bagi perkembangan area Ungaran dan penduduknya menunjukkan aku masih jauh dari kata pecinta alam. Kami pun mendirikan tenda di pukul 02.00 WIB setelah ngopi di warung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pukul 04.00 WIB mas Gesang membangunkanku karena kita sudah janjian untuk mendaki Gunung Ungaran di waktu itu. Sedangkan P. Bambang ‘Tole’ harus cabut balik ke Semarang karena ternyata dia harus masuk kerja di Tahun Baru ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Baru seperempat jam aku dan Mas Gesang berjalan kusadari kalau MP3-ku terjatuh dan hilang. Tetapi aku tidak berhenti atau balik mencari. Kami terus berjalan meresapi apa yang bisa kami rasakan. Terapi unsur hara bagi tubuhku yang semakin susut akibat petualangan ini (Pendakian Estafet 7 Gunung).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Kami tidak langsung mendaki ke Puncak Gunung Ungaran tetapi mampir dulu ke Desa Promasan dimana beberapa tahun yang lalu merupakan (seperti) rumah Mas Gesang dan kawan-kawan yang tergabung dalam GSU. Ternyata di Promasan juga tidak kalah ramai dengan Base Camp tempat aku mendirikan tenda. Dan yang lebih mengejutkanku ternyata Mas Gesang sudah sangat dikenal sebagaimana ceritanya padahal dia telah lama tidak ke Promasan lagi setelah menempuh petualangan di Kalimantan dan kemudian berkeluarga serta terus berupaya sekuat tenaga menciptakan keluarga idaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Banyak juga kawan-kawan lama yang lagi acara tahun baruan di Promasan dan salah satunya adalah Mas Aan atau biasa dipanggil Mas Nyonyo karena dulu pernah dikejar Anjing yang namanya Nyonyo. Bisa-bisa aja nama itu muncul e e e.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pertemuan dengan kawan lama selalu dipenuhi dengan antusiasme dan canda tawa serta cerita. Kemudian kulihat keharuan ketika Mas Gesang ketemu dengan Nenek dan Kakek yang menganggap Mas Gesang seperti Cucu sendiri. Berarti dulu Mas Gesang disayang karena sangat peduli dengan warga Promasan. Dan itu kudengar sendiri dari warga Promasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Nama Promasan ternyata berasal dari nama Candi Promasan. Desa ini adalah desa pemetik teh dan karena alamnya yang masih bagus tentara menggunakan tempat ini untuk latihan juga. Setelah beramah-tamah pukul 08.00 WIB aku dan Mas Gesang mendaki ke Puncak Gunung Ungaran karena Mas Nyonyo tidak bersedia menemani mendaki karena harus menjaga anaknya yang mulai dikenalkan dengan alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Ternyata Gunung Ungaran kalau habis turun hujan sangat becek dan licin. Meski begitu hanya butuh waktu satu jam untuk sampai di puncak dari Desa Promasan dan tidak sampai setengah jam untuk turun. Memang aku dan Mas Gesang hanya 10 menit menghabiskan waktu di Puncak. Kami balik ke Desa Promasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Di Desa Promasan di rumah Kakek dan Nenek kami sarapan dan tentu Mas Gesang ingin berlama-lama bersua dan mereka berdua. Kerinduan setelah sekian tahun lamanya tidak ketemu. Sampai-sampai cucu Kakek dan Nenek yang dulunya diajak main oleh Mas Gesang ternyata sudah berkeluarga. Fakta ini tentunya menyulut canda tawa yang sangat menyentuhku. Oh dimana kontribusiku pada alam dan warganya Tuhan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pukul 11.00 WIB aku dan Mas Gesang bergegas kembali ke Base Camp Ungaran tempat kami meninggalkan tenda. Tidak sampai sejam kemudian kami tiba dan ternyata telah sepi yang terlihat hanya Mas Nyonyo dan kawan-kawan penghuni basecamp. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Mas Nyonyo dan lainnya jalan kaki ke Pasar Jimbaran untuk mendapatkan kendaraan umum menuju ke Semarang. Sedangkan aku dan Mas Gesang serta anaknya Mas Nyonyo melaju ke Semarang dengan motor klasiknya Mas Gesang.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Berbagai kendala menghiasi perjalanan ke Semarang. Namun aku bersyukur akhirnya dapat silaturahmi ke rumah Mas Nyonyo dan Sekretariat (Rumah P. Khalid) serta mampir ke Rumah P. Lookman sebelum melanjutkan perjalanan ke Gunung Lawu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Alhamdulillah!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;GUNUNG LAWU&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;br /&gt;Gunung Lawu terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Puncak tertinggi gunung Lawu (Puncak Argo Dumilah) berada pada ketingggian 3.265 m dpl. Kompleks Gunung Lawu ini memiliki luas 400 km2 dengan Kawah Candradimuka yang masih sering mengeluarkan uap air panas dan bau belerang. Terdapat dua buah Kawah tua di dekat puncak Gunung Lawu yakni Kawah Telaga Kuning and Kawah Telaga Lembung Selayur.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Banyak sekali tempat-tempat yang dikeramatkan oleh masyarakat sehingga tidak hanya anak muda, tetapi banyak orang tua yang mendaki gunung Lawu untuk berjiarah. Masyarakat Jawa percaya bahwa puncak gunung Lawu dahulunya adalah merupakan kerajaan yang pertama kali di pulau Jawa. Gunung Lawu ini sangat berarti bagi Masyarakat Jawa terutama mereka yang masih percaya dengan Dunia Gaib. Aku pernah mendengar cerita suatu ketika tempat-tempat keramat di Gunung Lawu ini diobrak-abrik oleh orang-orang yang tidak menyukainya, namun mereka mengalami celaka bahkan mati mengenaskan. Untuk itu sebagai pendaki yang tidak percaya dengan tempat-tempat keramat di gunung Lawu, aku tetap menghargai kepercayaan masyarakat setempat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;KISAH PENDAKIAN GUNUNG LAWU VIA CEMORO KANDANG &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt; CEMORO SEWU&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/RESTUM%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Minggu&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;, 4 Januari 2009&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt; Akhirnya apa yang kuperkirakan itu terjadi juga&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Gunung Lawu menantangku datang sendiri dan mendaki sendiri. Aku terima tantangan itu. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Aku tiba di Cemoro Kandang tepat pukul 16&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.00 WIB setelah menempuh 2 jam perjalanan dari Terminal Kertonadi Solo ke Terminal Tawangmangu dan 1 jam perjalanan dari Terminal Tawangmangu ke Cemoro Kandang.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/RESTUM%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Cuaca sedang tidak bersahabat&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Mendung dan angin menguatkan pertanda ini. Ada 4 peziarah dari Solo mengajakku untuk berangkat malam namun aku ingin mendaki esok pagi saja. Aku merasa tidak enak badan. Mulai maghrib sampai fajar menyinsing hanya aku habiskan dalam kantong tidurku (&lt;i style=""&gt;sleeping bag&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/RESTUM%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Sebenarnya Gunung Lawu sangat menantang andaikan jalur yang ada tidak dipermak sedemikian rupa sehingga sisa ketinggian pendakian hanya sampai 1.500 m dpl lagi karena ketinggian Cemoro Kandang sudah 1.830 m dpl dari ketinggian Gunung Lawu 3.265 m dpl. Kondisi ini diperparah dengan permak total jalur Cemoro Sewu sehingga suasana petualang terhenti oleh polesan tangan-tangan tidak memiliki jiwa petualang.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Gunung Lawu terletak di perbatasan Surakarta dan Magetan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt; dengan ketinggian &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;3.265 m dpl. Suhu udara puncak mencapai ± 4&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt; di waktu malam dan ± 5&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt; di waktu pagi. Flora dan fauna yang masih bisa ditemui antara lain Manis Rejo&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;, Kemlandingan Gunung, Cemoro Gunung, Pisang, Akasia, Harimau, Lutung, Babi Hutan dan lain-lain&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Beberapa ritual yang dipercaya peziarah adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Hargodalem&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Tempat berziarah dan mohon kekuatan gaib pada Sunan Lawu (Brawijaya V)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Sendang Drajat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Sumber mata air tertinggi untuk kebutuhan minum dan memasak para pendaki Puncak Lawu dan juga bisa mandi ritual bagi yang bermaksud meningkatkan pangkat/derajat&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pasar Dieng&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Tempat permohonan kelancaran dalam berbisnis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Guwo Segolo-golo/Sumur Jolotundo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Tempat permohonan untuk mempunyai kekuatan gaib dan kekuatan jasmani dan rohani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Lumbung Selayur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Tempat permohonan petani untuk bercocok tanam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Selo Pundutan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Berupa batu menurut keyakinan dapat meraih cita-cita seseorang dengan cara mengangkat batu tersebut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Sendang Panguripan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Airnya dipercaya untuk memperlancar mengatasi masalah kehidupan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/RESTUM%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Senin&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;, 5 Januari 2009 pukul 07&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.00 WIB aku memulai langkah meninggalkan &lt;i style=""&gt;Base Camp&lt;/i&gt; Cemoro Kandang. Mendaki dengan keadaan tidak enak badan membuat langkahku lambat dan aku merasa pundak tidak seberat sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/RESTUM%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pukul 08.00 WIB aku sampai di Pos 1 dengan nama Taman Sari Bawah bertemu dengan sebuah warung kecil. Untuk menghargai pemilik warung aku mampir dan mengambil sebotol Sprite untuk mengeluarkan angin di tubuhku dan menghapus pahit di lidahku.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/RESTUM%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pukul 09.00 WIB aku sampai di Pos 2 dengan nama Taman Sari Atas. Selain bangunan berukuran lumayan panjang juga terdapat kayu batangan yang telah ditata sehingga siap sebagai tempat berdirinya tenda.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/RESTUM%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Perjalanan menuju Pos 3 cukup lama. Selain memang rutenya lebih jauh dibandingkan jarak antar pos lainnya&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;, juga karena badanku semakin tidak nyaman, mataku terasa panas dan kepalaku agak pening sehingga aku menghabiskan banyak waktu untuk istirahat&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Pukul 11.00 WIB akhirnya aku sampai di Pos 3 dengan nama &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pos Penggik&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Di Pos 3 ini aku menghabiskan waktu untuk memasak sekaligus istirahat memulihkan kondisi sambil menunggu hujan reda. Aku beruntung lebih dulu sampai di Pos 3 sebelum hujan turun. Dua jam akhirnya hujan reda dan pukul 14.00 WIB aku melanjutkan perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/RESTUM%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pukul 15.00 WIB aku sampai di Pos 4 yang bernama Cokro Suryo dimana bangunannya agak rusak atapnya dan memiliki halaman yang sangat luas. Terdapat 2 In Memoriam yang terlihat olehku.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/RESTUM%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pukul 15.40 WIB aku sampai di Pos 5 yang merupakan pertigaan antara Argodumilah dan Argodalem. Aku memutuskan ke Argodalem terlebih dahulu.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/RESTUM%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Pukul 16.00 WIB aku mencapai sebuah tempat dengan tugu penanda puncak yang bertuliskan nama salah satu kesatuan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Banyak sesajen di sekeliling tugu tersebut tetapi aku tidak peduli.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/RESTUM%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Setelah puas melakukan ritual sebagaimana kulakukan setiap di sebuah puncak gunung aku beranjak ke sisi barat dimana terdapat tebing yang menghadap sebuah bukit sisi barat Gunung Lawu yang kelewati tadi. Tampak pemandangan menakjubkan. Sebuah &lt;i style=""&gt;sunset&lt;/i&gt; yang sempurna. Kemudian datang 3 kawan dari Tawangmangu dan kami berempat duduk menikmati pemandangan matahari tenggelam.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/RESTUM%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Malam ini cuaca sangat bersahabat. Langit cerah dan angin pun bertiup sewajarnya. Aku mendirikan tenda di area Sendang Drajat bersama kawan-kawan dari Tawangmangu. Beberapa waktu lamanya aku berapi unggun sampai kayu bakar ini habis yang kemudian membawaku beranjak ke pangkuan malam. Sendiri dalam tenda &lt;i style=""&gt;Coleman Pack 1&lt;/i&gt;-ku yang setia menemaniku dalam Pendakian Estafet 7 Gunung di Penghujung Tahun 2008 dan Awal 2009.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/RESTUM%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Selasa&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;, 6 Januari 2009 Tuhan menganugerahkan &lt;i style=""&gt;sunrise&lt;/i&gt; yang begitu indah&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Pagi ini kuisi dengan jalan-jalan ke Hargodalem dan sekitarnya. Di Hargodalem ada tempat yang menarik perhatianku yaitu tempat ritual dan rumah kaleng. Setelah mengabadikan beberapa tempat aku bergegas kembali ke tempat bermalamku. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/RESTUM%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Setelah berkemas aku dan kawan-kawan Karanganyar serta anak-anak SMA dari Yogyakarta memulai perjalanan pulang lewat jalur Cemoro Sewu pukul 08.00 WIB. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/RESTUM%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/05/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Jalur Cemoro Sewu menyajikan &lt;i style=""&gt;view&lt;/i&gt; Magetan. Terlihat jelas Telaga Sarangan dan wisma-wismanya. Aku terhibur dalam perjalanan turun ini.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Route Summary&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;SOLO - GUNUNG LAWU - CEMORO KANDANG &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;No. &lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Rute &lt;span style=""&gt;                                                            &lt;/span&gt;Jarak &lt;span style=""&gt;                     &lt;/span&gt;Waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;1. Solo - Tawangmangu (1305m ) &lt;span style=""&gt;                               &lt;/span&gt;40 km &lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;2 jam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;2. Tawangmangu - Cemoro Kandang ( Pintu Masuk ) &lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;1,5 km &lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;30 menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;3. Cemoro Kandang – Pos 1 Taman Sari Bawah &lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;( 2&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;300m ) &lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;60 menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;4. Taman Sari Bawah - Pos 2 Taman Sari Atas &lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;( 2&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;470m ) &lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;45 menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;5. Taman Sari Atas - Pos 3 Pos Penggik &lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;( 2&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;760m ) &lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;105 menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;6. Pos Penggik - Pos 4 Cokro Suryo &lt;span style=""&gt;                             &lt;/span&gt;( 3&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;025m ) &lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;70 menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;7. Cokro Suryo - Pos 5 &lt;span style=""&gt;                                              &lt;/span&gt;( 3&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;150m ) &lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;45 menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;8. Pos 5 - Argo Dalem &lt;span style=""&gt;                                               &lt;/span&gt;( 3&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;170m ) &lt;span style=""&gt;              &lt;/span&gt;15 menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;9. Pos 5 - Puncak Argo Dumilah &lt;span style=""&gt;                                  &lt;/span&gt;( 3&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;265m )&lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;45 menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;SOLO - GUNUNG LAWU - CEMORO SEWU &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;No. &lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Rute &lt;span style=""&gt;                                                            &lt;/span&gt;Jarak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;1. Solo - Tawangmangu &lt;span style=""&gt;                                            &lt;/span&gt;40 km &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;2. Tawangmangu - Cemoro Sewu ( Pintu Masuk ) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;2 km &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;3. Cemoro Sewu - Pos 1 &lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                   &lt;/span&gt;1,99 Km &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;4. Pos 1 - Pos 2 &lt;span style=""&gt;                                                      &lt;/span&gt;2,25 Km &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;5. Pos 2 - Pos 3 &lt;span style=""&gt;                                                      &lt;/span&gt;0,7 Km &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;6. Pos 3 - Pos 4 &lt;span style=""&gt;                                                      &lt;/span&gt;1,75 Km &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;7. Pos 4 - Pos 5 ( Sumur Jolotundo ) &lt;span style=""&gt;                           &lt;/span&gt;0,2 Km&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;8. Pos 5 - Argo Dalem &lt;span style=""&gt;                                               &lt;/span&gt;0,2 Km &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;9. Argo Dalem - Puncak Argo Dumilah &lt;span style=""&gt;                           &lt;/span&gt;0,2 Km &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Verdana;"&gt;Warning:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;Tulisan ini berisikan materi yang masih perlu disempurnakan lagi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Oleh karenanya bagi pihak-pihak yang merasa ada dalam cerita ini diharapkan memberikan koreksi&lt;/span&gt;nya&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;. Terima kasih&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  lang="IN" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5430706412022629727-4786162104691818324?l=pendakirewel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendakirewel.blogspot.com/feeds/4786162104691818324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5430706412022629727&amp;postID=4786162104691818324' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/4786162104691818324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/4786162104691818324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendakirewel.blogspot.com/2009/02/kisah-pendakian-estafet-7-gunung-di_06.html' title='Kisah Pendakian Estafet 7 Gunung di Penghujung Tahun 2008 dan Awal Tahun 2009 Bersama LaPenDoS-LelakiPenuhDosananSunyi (Bagian 3)'/><author><name>pendakirewel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02638000493506931464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_v3GZ_QsRw_I/SNOhqBPX6NI/AAAAAAAAACc/CXelyUzZxco/S220/Pelawangan+Senaru.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5430706412022629727.post-6369389751061271179</id><published>2009-02-02T07:44:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T07:54:09.150-08:00</updated><title type='text'>Kisah Pendakian Estafet 7 Gunung di Penghujung Tahun 2008 dan Awal Tahun 2009 Bersama LaPenDoS-LelakiPenuhDosananSunyi (Bagian 2)</title><content type='html'>Setelah melakukan pemanasan di Gunung Argopuro Jawa Timur maka mulailah pergerakan diarahkan ke target besar yaitu gunung-gunung di Jawa Tengah. Berikut ini cerita 'Kisah Pendakian Estafet 7 Gunung di Penghujung Tahun 2008 dan Awal Tahun 2009 Bersama LaPenDoS-LelakiPenuhDosananSunyi (Bagian 2)'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUNUNG SLAMET&lt;br /&gt;Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah dan merupakan gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru dengan ketinggian 3.432 m dpl. Gunung Slamet merupakan target pendakiat estafet kedua dan didaki melalui jalur sebelah timur Bambangan. Kami bertiga mendaki bersama anak Mamira, Pecinta Alam dari FMIPA UNSOED Purwokerto yang sedang menempuh pengembaraan untuk menjadi Anggota Panuh (AP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KISAH PENDAKIAN GUNUNG SLAMET VIA JALUR BAMBANGAN&lt;br /&gt;  Sabtu, 20 Desember 2008 pukul 16.30 WIB kami berangkat dari kampus UNSOED bersama anak Mamira yang berjumlah 12 orang. Kami sangat tertolong kebaikan anak Mamira sehingga kendala transportasi dapat teratasi. Kami menumpang kendaraan carteran mereka. Pukul 18.30 WIB kami telah sampai di Bambangan. Kami beristirahat dan melengkapi sisa logistik yang masih kurang serta makan malam sebelum berangkat. Kami memulai perjalanan pukul 20.15 WIB dengan total rombongan 15 orang.&lt;br /&gt;  Perjalanan malam ini begitu menggoda dan menyenangkan setelah seharian santai di sekretariat Jagraweçya FE UNSOED. Namun suasana enjoy ini tidak berlangsung lama karena lambat laun perjalanan malam ini menjadi tidak nyaman. Hal in disebabkan medan yang belum terkenali sebelumnya, licin dan gelap serta alat penerangan yang tidak maksimal. Hujan pun turut menambah suasana menjadi semakin tidak kondusif. Kami pun terhenti sejenak untuk mengenakan jas hujan hingga sampai memasuki beberapa bagian dari hutan aku teringat kalau tas kecilku tertinggal di tempat berhenti untuk mengenakan jas hujan dimana harta bendaku tersimpan disana-Kamera, Harddisk eksternal, dompet dan beberapa benda penting lainnya. Kuminta Indra dan Hendy untuk berhenti. Indra menunggu sedangkan aku dan Hendy turun ke bawah mencari tas kecilku. Rupanya gelap membuatku sulit mengenali tempat semula dan karena khawatir Indra menunggu terlalu lama aku memutuskan kembali ke tempat Indra menunggu dan mendirikan tenda saja. Begitu pikirku yang terbaik menghadapi situasi seperti ini. Sesampai di tempat Indra menunggu ternyata teman-teman Mamira balik turun lagi karena mereka mengambil kesimpulan bahwa jalur yang sejak tadi dilalui keliru. Kami semua bergegas turun lagi dan dalam perjalanan turun itu tas kecilku tertemukan. Jam 23.00 WIB di suatu tempat yang cukup untuk mendirikan 3 tenda kamipun memutuskan berhenti dan bermalam.&lt;br /&gt;  Minggu, 21 Desember 2008 di sebuah pagi yang cerah dan tentunya juga karena Mas Rois mencerahkan kami melalui petunjuk jalur yang diberikannya pada kami. Mas Rois merupakan orang lokal dimana rumahnya tepat di depan Base Camp Slamet jalur Bambangan. Aku terkesan akan kepeduliannya pada para pendaki Gunung Slamet. Hanya butuh 6 jam seluruh anggota rombongan sampai di Pos 5: Sahyang Rangkah. &lt;br /&gt;  Pos 5: Sahyang Rangkah merupakan suatu tempat hentian yang sangat representatif untuk sekedar istirahat, memasak dan makan, mengambil air dan tentunya bermalam karena terdapat pondok yang bisa melindungi diri dari angin dan hujan. Setelah makan siang pukul 15.00 WIB aku dan Andik-salah satu anak Mamira-berangkat ke puncak untuk melihat sunset. Hanya butuh sekitar 2 jam untuk sampai di Puncak Slamet. Kami berdua mendapatkan sunset yang sangat sempurna namun tersiksa akibat terjangan angin dan dingin. Aku dan Andik mengalami gejala hipotermia karena tidak membawa jaket hangat. Aku hanya membawa jas hujan dan Andik membawa jaket tipis dan bersandal jepit. Tangan dan kaki Andik sudah tidak mampu lagi merasakan sentuhan. Hanya ngilu dan ngilu setiap terantuk batu dan kerikil sehingga perjalanan untuk turun menjadi sangat lama dan menyiksa karena harus menahan terjangan angin dan dingin. Tetapi akhirnya kami bisa sampai di Pos 5: Sahyang Rangkah dengan selamat dan sehat. Kesekian kalinya aku mendapat pelajaran untuk tidak pernah meremehkan gunung. &lt;br /&gt;  Senin, 22 Desember 2008 di sebuah pagi yang tidak kalah cerah dengan kemarin aku mendaki lagi bersama kawan yang lain ke Puncak Slamet. Setelah berpuas diri dengan matahari terbit di Pos 7 dan sambil menunggu kawan yang lain, aku bergegas menuju puncak. Di Pelawangan Indra terlihat duduk menelpon Gemblung. Kamipun mendaki bersama ke Puncak. Menembus angin dan kabut. Karena tidak ada teman yang mengetahui dimana letak puncak sejati maka aku pun turun dan berkeliling mencari puncak sejati. Dengan metode feeling aku menemukan tumpukan batu dengan sebuah In Memoriam Masrukhi dan kawan-kawan. Setelah memainkan kamera Canon-ku di beberapa objek aku pun bergegas balik ke tempat kawan-kawan berkumpul. &lt;br /&gt;  Kawan-kawan Mamira memutuskan turun setelah se-jam-an di puncak sedangkan aku, Indra dan Hendy masih duduk menikmati apa yang ada. Di area puncak Gunung Slamet aku merasa berada di pangkuan Ibuku. Memang begitulah suasana yang kurasakan setiap berada di gunung. Duduk di beberapa tempat seperti berada di pangkuan Ibuku. Sampai saat ini jika jiwaku butuh serapan energi maka hanya 2 tempat yang akan kutuju: pulang ke Rumah Lamongan (orang tua) dan atau mendaki gunung. Kedua tempat ini merupakan obat ketika aku merasa sakaw!&lt;br /&gt;  Jalur pendakian Gunung Slamet melalui Bambangan sebenarnya jalur yang telah dikelola dengan baik dan banyak didaki. Hal ini terlihat dari penanda jalan yang cukup lengkap. Pendaki yang kurang cermat kemungkinan keliru di pertigaan persis di seberang Gapura Bambangan dan di ladang penduduk. Waktu yang dibutuhkan untuk turun juga cukup singkat kurang lebih 3-4 jam.&lt;br /&gt;  Sanjungan untuk Slamet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghirup udara dan jadilah aku hanya tinggal selongsong nafas&lt;br /&gt;Kulit dan tulangku begitu bergantung dari udara yang bersemayam di belantaramu&lt;br /&gt;Punggungku menjadi tegak meski berliter-liter beban di atasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai Slamet begitu angkuh karenanya aku pun ikut angkuh&lt;br /&gt;Meniru fitrah gunung yang angkuh&lt;br /&gt;Kyai Slamet begitu misterius dengan jutaan simpanan&lt;br /&gt;Aku pun menjadi sulit dikenali&lt;br /&gt;Karena harapanku hanyalah menjadi penjaga pemilik harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersatu dalam pangkuan Ibuku, Gunung!&lt;br /&gt;Dan mewarisi karakteristik purbanya yang penyayang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUNUNG MERBABU&lt;br /&gt;Aku bertemu dengan Om Jawul dan kawan-kawan di Terminal Giwangan Yogyakarta setelah menempuh perjalanan Purwokerto-Yogyakarta via bus. Puncak Gunung Merbabu kami tempuh dari Thekelan (Kopeng/Salatiga) dan turun kembali lewat jalur selatan (Selo/Boyolali). Pemandangan yang sangat indah kami saksikan di sepanjang perjalanan tersebut di antaranya Gunung Merapi, Gunung Telomoyo, Gunung Ungaran. Gunung Merbabu ini membentuk garis deretan gunung berapi ke arah utara Merapi-Merbabu-Telomoyo-Ungaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KISAH PENDAKIAN GUNUNG MERBABU VIA THEKELAN  SELO&lt;br /&gt;  Bumi masih berputar baik secara rotasi maupun revolusi sehingga aku pun terus bergerak mengikuti fitrahku mencari jati diri dari jalan merambah hutan dan mendaki gunung.&lt;br /&gt;  Bertolak dari Purwokerto di sebuah sore menuju Yogyakarta sampai malam via bus ekonomi diantar kawan-kawan Jagraweçya FE UNSOED. Sesampai di Yogyakarta aku diamankan kawan dari pecinta alam Sastra UGM, Ipang! Oleh Ipang aku diajak mampir di Sekretariat Bersama Lembaga Eksekutif Mahasiswa FIB UGM, melewatkan malam bersama kawan-kawan di SEKBER dan kemudian istirahat di tempatnya Ipang. Pagi harinya aku meluncur kembali ke Terminal Giwangan menyusul Om Jawul dan kawan-kawan.&lt;br /&gt;  Kamis, 25 Desember 2008  Om Jawul mengusulkan untuk mencarter taksi saja agar cepat sampai ke Kopeng. Setelah bernegoasiasi akhirnya kami mendapatkan harga 236 ribu rupiah dan berangkat dengan Toyota Avansa dengan supir Bapak Supari jam 09.30 WIB. Sesampai di Kopeng kami meminta Bapak Supari untuk mengantar langsung ke Thekelan karena kami akan menghabiskan banyak waktu jika menunggu angkutan pedesaan. Jam 12.00 WIB kami telah sampai di Base Camp Thekelan (1.596 m dpl).&lt;br /&gt;  Setelah beristirahat dan makan siang kami mulai pendakian Gunung Merbabu ini pada pukul 14.00 WIB. Baru saja melewati ladang penduduk aku dan kawan-kawan langsung kesengsem dengan panorama alam yang ditawarkan Gunung Merbabu di sepanjang perjalanan ini. &lt;br /&gt;  Pos Pending (1.800 m dpl) ditunjukkan oleh sebuah bangunan berukuran 5 X 10 m tanpa dinding penutup. Depan pos ini merupakan tebing yang sangat dalam dan curam. Tiba di Pos Pending terdapat 2 jalur menyimpang ke kiri dan ke kanan. Kami mengabil jalur kiri dimana merupakan jalur tebing yang licin dan curam.&lt;br /&gt;  Hidupku tidak sempurna tanpa meluangkan waktu bersama belantara dan pegunungan. Menjadi pendaki yang santun, sederhana, sabar dan penuh etika. Menjadi pendaki nomer wahid. Aku belum pernah hidup seperti ini. Sebuah gejala pencerahan mulai menyergapku. Kutulis di sepanjang perjalanan pendakianku. Hidupku. Kerinduan akibat ketagihan. Ketagihan karena pernah mencoba. Dan berakhirlah kemalangan ini di sebuah gunung dengan daya mistik yang kuat. Gunung Merbabu!&lt;br /&gt;  Menjelang petang kita berada di sebuah punggungan Gunung Watu Tulis di bawah menara pemancar. Kami memutuskan bermalam di sebuah tempat yang kami rasa aman dari terjangan angin kencang.&lt;br /&gt;  Jumat, 26 Desember 2008 menjelang matahari terbit kami melanjutkan perjalanan sambil terus bersyukur karena kami diberikan pagi yang cerah.&lt;br /&gt;  Hari ini berturut-turut kami lalui Gunung Watu Tulis, Kawah Mati, Jembatan Setan, Puncak Syarif (Gunung Pregodalem) dan Puncak Gunung Kenteng Songo untuk kemudian bergegas turun menuju Selo. Dalam rangkaian perjalanan menuju puncak itu kami beristirahat lama di Geger Sapi (Persimpangan Puncak Syarif dan Puncak Gunung Kenteng Songo). Seluruh anggota Tim belum pernah ada yang mendaki ke Gunung Merbabu sebelumnya sehingga untuk menentukan arah yang benar ke Jalur Selo didasarkan pada informasi yang diunduh dari internet. Untuk memastikan arah selatan Om Jawul mengeluarkan Kompas penunjuk arah sehingga kita yakin terhadap arah jalur yang dipilih.&lt;br /&gt;  Sore hari kami telah sampai di Base Camp Selo dan melanjutkan perjalanan menuju Base Camp Merapi. Menjelang petang kita sudah ada di meja makan warung dekat dengan Polsek Selo. Bersyukurlah kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUNUNG MERAPI&lt;br /&gt;Merapi berasal dari dua kata "meru" yang artinya gunung, dan "api" yang berarti gunung berapi. Merapi adalah salah satu gunung berapi yang teraktif di dunia. Mendengar nama Merapi akan terbayang sesuatu yang mengerikan, gunung ini masih aktif mengeluarkan asap berbau belerang dan sesekali menyemburkan lahar panas. Kami mendaki dari Utara (Selo) wilayah Boyolali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KISAH PENDAKIAN GUNUNG MERAPI VIA SELO&lt;br /&gt; Bagiku mendaki Gunung Merapi seperti melakukan rekreasi seperti biasa di akhir pekan. Suasana medan menantang dan panjang yang aku bayangkan ternyata seperti pepatah api jauh dari panggang. Apalagi setelah mengetahui bahwa hanya dalam tempo beberapa jam saja puncak sudah terdaki semakin membuatku kecewa dengan nama besar Gunung Merapi. &lt;br /&gt; Aku hanya membawa daypack yang berisi air dan roti beserta Bendera Merah Putih dan piranti lainnya. Untuk antisipasi turunnya hujan aku juga membawa jas hujan. &lt;br /&gt; Sabtu, 27 Desember 2008, dengan berjalan kaki di pukul 02.00 WIB dari Rumah Joglo kita disambut cuaca yang cukup bersahabat. Di depan dan di belakang terdapat rombongan lain yang juga dalam pendakian Gunung Merapi.&lt;br /&gt; Pendakian kali ini merupakan pendakian pertamaku ke Merapi. Kesan pertama ini sungguh membuatku merasa ditipu nama besar Gunung Merapi yang ternyata hanyalah gunung teraktif di dunia sesudahnya hanyalah tempat rekreasi saja.&lt;br /&gt; Pukul 04.30 WIB kita bersembunyi di salah satu batu besar di Pasar Bubrah untuk berlindung dari angin yang menusukkan pisau dingin. Di saat matahari terbit kami melakukan seremonial pengabadian momen dengan kamera yang kami bawa. Setelah itu kami bergegas ke Puncak Garuda setelah seorang guide memberikan penjelasan mengenai jalur yang benar menuju Puncak Garuda.&lt;br /&gt; Aku tidak sabar ingin melihat puncak Garuda sehingga aku tidak lagi memperhatikan speed kawan-kawan yang lain. Akhirnya aku sampai dengan metode feeling dan insting seorang pemuja puncak sejati. Setengah jam kemudian kawan-kawan yang lain berteriak memanggil. Kuakui pagi ini kabut sangat tebal. Semburan gas di area Puncak Garuda juga memperpendek jarak pandang kami. Dalam jangkauan puluhan meter di area puncak kawan-kawan yang lain tidak mampu melihat wujudku yang berdiri di Puncak Garuda. Kupandu kawan-kawan yang lain dengan teriakkan sehingga akhirnya sampai juga di Puncak Garuda. “Ah, lama benar kemana saja?” ucapku bercanda. Kutahu kawan-kawan sudah ngos-ngosan karena kemarin baru saja turun dari Gunung Merbabu.&lt;br /&gt; Aku dan kawan-kawan agak kecewa, Puncak Garuda tinggal separuh. Informasinya sih pecah ketika kemarin Gunung Merapi meletus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Tulisan ini murni pendapat pribadi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5430706412022629727-6369389751061271179?l=pendakirewel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendakirewel.blogspot.com/feeds/6369389751061271179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5430706412022629727&amp;postID=6369389751061271179' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/6369389751061271179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/6369389751061271179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendakirewel.blogspot.com/2009/02/kisah-pendakian-estafet-7-gunung-di.html' title='Kisah Pendakian Estafet 7 Gunung di Penghujung Tahun 2008 dan Awal Tahun 2009 Bersama LaPenDoS-LelakiPenuhDosananSunyi (Bagian 2)'/><author><name>pendakirewel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02638000493506931464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_v3GZ_QsRw_I/SNOhqBPX6NI/AAAAAAAAACc/CXelyUzZxco/S220/Pelawangan+Senaru.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5430706412022629727.post-6646136809581678584</id><published>2009-01-30T16:59:00.000-08:00</published><updated>2009-01-30T17:05:04.691-08:00</updated><title type='text'>Kisah Pendakian Estafet 7 Gunung di Penghujung Tahun 2008 dan Awal Tahun 2009 Bersama LaPenDoS-LelakiPenuhDosananSunyi (Bagian 1)</title><content type='html'>&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Overview&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pendakian estafet ini menyuguhkan ragam rintangan dan variasi tantangan yang berbeda dari pendakian-pendakian sebelumnya. Persahabatan, derita, luka, semangat, kesabaran, dan makna hidup memenuhi dimensi ruang dan waktu petualangan ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Awal mula keinginan melakukan pendakian estafet ini adalah disebabkan aku ingin mengakhiri kegemaran mendaki gunung dengan sebuah petualangan yang mengesankan. Adalah kehendakNya aku bisa menyelesaikan petualangan ini dengan hasil yang sangat memuaskan dari sisi batiniahku serta kesehatan dan kelapangan ruang dan waktu dari sisi lahiriahku. Akhirnya apa yang kuperkirakan terjadi juga, yaitu pendakian estafet ini harus kulalui tanpa teman perjalanan di Gunung Lawu. Namun meski begitu tetap saja aku tiada merasa seorang diri karena ini adalah aktivitas pengkajianku terhadap makna pendakian sebagaimana hipokrisi (kemunafikan) dan hipotesisku bahwa &lt;b style=""&gt;hanya pada gunung dan belantara udara paling murni bersemayam dan segala definisi hidup terurai&lt;/b&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Petualangan ini mencapai puncak 1) Argopuro, 2) Slamet, 3) Merbabu, 4) Merapi, 5) Sumbing, 6) Sindoro, 7) Ungaran, dan 8) Lawu. Namun Puncak Ungaran tidak terhitung karena tidak termasuk target awal petualangan sehingga hanya dianggap sebagai bonus perjalanan saja. Sedangkan kawan-kawan yang menyertai petualangan ini adalah campuran dari berbagai kelompok pendaki/pecinta alam dan pendaki &lt;i style=""&gt;freelance&lt;/i&gt; baik yang sudah janjian dulu maupun yang bertemu di perjalanan yang selalu tergugah kalbunya setiap mendengar nama gunung disebut serta tersentuh nuraninya setiap kisah perjalanan pendakian gunung diceritakan oleh lidah-lidah dalam mulut yang pernah menebal oleh dingin yang membekukan cita-cita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Atas nama saling memberi, saling berbagi dan saling menguatkan kuucapkan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Terima kasih untuk kawan-kawan yang menyertaiku ke Argopuro: Gemblung, Indra, Hendy dan Jali Ulun. Pendakian 5 hari di Gunung Argopuro dengan logistik 3 hari mampu meneguhkan ketahanan tubuh dan kesabaranku. Ketenanganku dalam menyikapi situasi yang fluktuatif diuji dan akhirnya benar-benar teruji di gunung ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Dua saudaraku yang setia menemaniku ke Slamet setelah juga berpayah dan berkelaparan ria di Gunung Argopuro: Indra dan Hendy. Aku yakin dengan sedikit &lt;i style=""&gt;treatment&lt;/i&gt; dan tambahan beberapa ritual lagi (pendakian) kalian berdua akan melampauiku. Dan merupakan suatu kehormatan bagiku bisa disertai dan menyertai kalian mencapai masa &lt;i style=""&gt;on fire&lt;/i&gt; dalam kegemaran merambah belantara dan mendaki gunung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Jagraweçya FE UNSOED yang telah menunjukkan arti persahabatan yang begitu memukauku sehingga berat dan sedih ketika harus berpisah untuk melanjutkan perjalanan ke gunung berikutnya. Konser Raggae-nya sungguh berkesan. Voucher yang kuperoleh dari konser &lt;i style=""&gt;anniversary&lt;/i&gt; anak Program Diploma Bahasa Inggris UNSOED akan terus kusimpan semampuku. Seremonial perayaan ulang tahunku juga tidak terbayangkan sebelumnya. Pertama kalinya aku mendapatkan perayaan ulang tahun yang semeriah itu. Aku benar-benar merasa sangat tersanjung dan terharu. Aku merasa hidupku tidak akan sempurna jika aku belum membalas kebaikan kalian. Oleh karena itu segeralah buat acara petualangan ke gunung Jawa Timur atau hanya sekedar mampir ke Surabaya/Lamongan. Semoga saat itu aku diberikan keluasaan ruang dan waktu sehingga aku menjadi manusia yang mengerti dan mampu membalas budi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Mamira FMIPA UNSOED yang menyediakan tempat untuk kami numpang nimbrung dan mengekor di belakang perjalanan kalian serta akhirnya menjadi teman pengembaraan ke Gunung Slamet sehingga kami dapat mencapai Puncak Slamet untuk pertama kalinya. Tanpa Mamira kami yakin akan lambat di transportasi dan rute perjalanan. Cerianya kawan-kawan di sepanjang perjalanan menyemarakkan dan menculikku dari lamunan yang merupakan kebiasaanku melalui rute pendakian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kelompok Merbabu-Merapi. Om Jawul-guru sekaligus kawan pendakian-yang tiada habis dalam memberikan uraian hikmah pendakian gunung. Sulit bagiku menandingi luapan semangat Om Jawul dalam setiap pembicaraan dan kegiatan pendakian gunung. Sugiharto, Koko, Ayub, Mashudi, dan Erik yang menyemarakkan Merbabu-Merapiku.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kawan baikku yang ada di Garung Gunung Sumbing, Ghani. Meski baru kenal di suasana maghrib itu Anda sudah menyediakan dimensi ruang dan waktu serta komputer untukku mentransfer data dokumentasi sehingga ruang dokumentasi untuk gunung yang lain di &lt;i style=""&gt;memory card&lt;/i&gt;-ku menjadi lebih luas. Suatu bentuk pertolongan yang tiada terkira berartinya bagi kesuksesanku dalam mengabadikan perjalanan ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Saudara-saudaraku dari Semarang yang bertemu dan mendaki bersama ke Gunung Sumbing: P Kholid, P &lt;i style=""&gt;Lookman&lt;/i&gt;, P Mul, P Salim, Mas Gesang, Mas Wahab, Mas Malik, Mas Khafid, dan Mas Najik. Keakraban dan keramahan serta nuansa kekeluargaan yang sulit kutemukan tandingannya tersaji di sepanjang perjalanan dan sewaktu mampir ke Semarang. Betapa indahnya keseharian sebuah keluarga besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Teman-teman dari Solo ‘BTSLOPALA’ dan Pekalongan yang bertemu di pendakian Sindoro. &lt;i style=""&gt;Especially&lt;/i&gt;, Toni dan P Bambang ‘Tole’ yang menjadikan Solo begitu ramah dan serasa seperti di rumah sendiri. Tanpa kemurahan hati P Bambang ’Tole’ sulit rasanya mendapatkan malam tahun baru di Gunung Ungaran. Beragam kerepotan yang kutimbulkan tak sedikitpun mengurangi keramahan dan kesabaran Anda berdua. Bersahabat dengan Anda berdua serasa menembus batas/sekat dimensi ruang-waktu dan mencapai puncak-puncak pemahaman persahabatan dan persaudaraan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sahabat-sahabat dari Tawangmangu yang bersapa ria sewaktu di puncak Lawu ‘Argodumilah’ dan melewati malam dengan api unggun yang menghangatkan tubuh yang tinggal selongsong nafas ini. Fisik yang tinggal separuh tiba-tiba kembali utuh dalam menjalani turunan Cemoro Sewu yang angkuh. Joke-joke khas Tawangmangu begitu me-&lt;i style=""&gt;refresh&lt;/i&gt; fisik dan mentalku yang &lt;i style=""&gt;sayah&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan secara detail dan formil seperti penguasa &lt;i style=""&gt;Base Camp&lt;/i&gt; di setiap gunung yang kudaki dan sapaan-sapaan pendaki lain baik yang naik maupun yang turun. Sukses pendakian estafet ini tentu tidak terlepas dari kontribusi semuanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;NB: Urutan ucapan terima kasih ini hanya didasarkan pada waktu pertemuan bukan karena skala prioritas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kegiatan ini dimulai dari tanggal 12 Desember 2008 dan berakhir pada 6 Januari 2009 (&lt;b style=""&gt;26 hari&lt;/b&gt;). Lamanya waktu yang dihabiskan bukan karena medan pendakian gunung akan tetapi karena misi dibalik kegiatannya ini adalah menjalin persahabatan dan meneguhkan persaudaraan bagi teman-teman di Jawa Tengah yang telah bertemu sebelumnya maupun yang baru berjumpa dalam pendakian ini. Oleh karenanya hampir seperempat bagian waktu digunakan untuk tujuan tersebut berupa mampir ke &lt;i style=""&gt;Base Camp&lt;/i&gt; kawan-kawan. Berikut ini hasil tabulasi kegiatan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Activity Tabulation Results&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; width: 500.4pt; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="667"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.15pt;" valign="top" width="35"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 10pt;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;No&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 78.25pt;" valign="top" width="104"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 10pt;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Nama   Gunung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 54pt;" valign="top" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 10pt;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 162pt;" valign="top" width="216"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 10pt;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Personil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 180pt;" valign="top" width="240"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 10pt;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Rute   Transportasi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;(dari Surabaya)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.15pt;" width="35"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 10pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 78.25pt;" width="104"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Argopuro&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;(3.088   m dpl)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 54pt;" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;12 –   16/12/08&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 162pt;" width="216"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;LaPenDoS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;-LelakiPenuhDosananSunyi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gemblung, Jali-Ulun, Indra, Hendy&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 180pt;" width="240"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;T Purabaya   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; Besuki &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; Baderan   (Pos Perijinan) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;   Bremi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; T Probolinggo   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; T Purabaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.15pt;" width="35"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 10pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 78.25pt;" width="104"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Slamet&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;(3.432   m dpl)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 54pt;" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;20 –   23/12/08&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 162pt;" width="216"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;LaPenDoS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gemblung, Indra, Hendy, Mamira&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 180pt;" width="240"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;St.   Gubeng (SBY) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; St.   Purwokerto &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; T.   Purbalingga &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; Serayu   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; Bambangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.15pt;" width="35"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 10pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 78.25pt;" width="104"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Merbabu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;(3.145   m dpl)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 54pt;" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;25 –   26/12/08&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 162pt;" width="216"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Om   Jawul, &lt;b style=""&gt;LaPenDoS&lt;/b&gt;,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ayub, P Sugi, Koko, Mashudi n Erik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 180pt;" width="240"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;St.   Gubeng (SBY) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; St.   Yogyakarta &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; Magelang   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; Kopeng &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; Thekelan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.15pt;" width="35"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 10pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 78.25pt;" width="104"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Merapi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;(2.968   m dpl)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 54pt;" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;27/12/08&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 162pt;" width="216"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Om   Jawul,&lt;b style=""&gt;LaPenDoS&lt;/b&gt;,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ayub, P Sugi, Koko, Mashudi n Erik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 180pt;" width="240"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;St.   Gubeng (SBY) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; St.   Yogyakarta &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; Boyolali   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; Selo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.15pt;" width="35"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 10pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 78.25pt;" width="104"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sumbing&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;(3.371   m dpl)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 54pt;" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;28 -   29/12/08&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 162pt;" width="216"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;LaPenDoS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;, Kelompok   Semarang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 180pt;" width="240"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;St.   Gubeng (SBY) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; St.   Yogyakarta &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;   Wonosobo &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; dsn   Garung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.15pt;" width="35"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 10pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 78.25pt;" width="104"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sindoro&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;(3.150   m dpl)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 54pt;" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;30 –   31/12/08&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 162pt;" width="216"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;LaPenDoS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;, BTSLOPALA   (Belakang Terminal Solo Pecinta Alam)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 180pt;" width="240"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;St.   Gubeng (SBY) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; St.   Yogyakarta &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;   Magelang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;   Temanggung &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;   Kledung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.15pt;" width="35"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 10pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 78.25pt;" width="104"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Ungaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;(2.050   m dpl)&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 54pt;" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;01/01/09&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 162pt;" width="216"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;LaPenDoS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;, Mas Gesang   dan Pak Bambang ‘Tole’&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 180pt;" width="240"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;St.   Gubeng (SBY) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; St.   Yogyakarta &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; Semarang   &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; Ungaran &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; Pasar   Jimbaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.15pt;" width="35"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 10pt;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 78.25pt;" width="104"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Lawu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;(3.265   m dpl)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 54pt;" width="72"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;04 –   06/01/09&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 162pt;" width="216"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;LaPenDoS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;,   Tawangmangu Genk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 180pt;" width="240"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 10pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;St.   Gubeng (SBY) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; St.   Jebres Solo &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;   Tawangmangu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 8pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;   Cemorokandang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Activity Description&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;GUNUNG ARGOPURO&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Gunung Argopuro adalah salah satu gunung yang memiliki rute pendakian yang cukup panjang. Diyakini merupakan rute terpanjang di Jawa (lebih dari 30 km). Gunung Argopuro juga menawarkan sisi &lt;i style=""&gt;entertainment&lt;/i&gt; bernilai tinggi. Skenario pendakian kali ini adalah &lt;i style=""&gt;start&lt;/i&gt; dari Baderan (Kab. Situbondo) dan &lt;i style=""&gt;finish&lt;/i&gt; di Bremi (Kab. Probolinggo). Secara umum rute pendakian yang dimiliki Gunung Argopuro penuh dengan bonus karena banyak jalan tolnya dengan ruas jalan beraspal padang rumput kering (savana rumput) dan rawa mati. Meskipun juga terkenal dengan 9 bukit penyiksaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;KISAH PENDAKIAN GUNUNG ARGOPURO VIA BADERAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Wingdings;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; BREMI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Toshiba/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sebagai awal mula pendakian estafet ini dipilih Gunung Argopuro. Selain untuk pemanasan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;, domisili gunung ini berada di Jawa Timur jadi dekat dengan tempat tinggal kami&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Jumat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; 12 Desember 2008 pukul 00.30 WIB kami berlima meluncur dari Terminal Purabaya Surabaya dengan Bus Ekonomi Jurusan Surabaya-Probolinggo. Ternyata jam segitu Bus Jurusan Surabaya-Situbondo sudah tidak ada. Jam 03.00 WIB sampai di Terminal Probolinggo dan ganti Bus ke Besuki Situbondo. Pukul 05.00 WIB kami telah sampai dan menunggu angkutan pedesaan sampai jam 06.30 WIB untuk menuju Pos Perijinan Baderan. Setelah hampir 2 jam kami bergelut dengan aroma khas ikan yang dikeringkan (digerêh) tidak sempurna akibat musim hujan sampailah kami di Baderan. Ternyata Pak Sugiono (Polisi Hutan) tidak ditempat sehingga kami menulis daftar nama yang mendaki di selembar kertas dan menyelipkannya di bawah pintu kemudian terus cabut (mendaki).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Toshiba/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pukul 08.30 WIB kami meluncur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;, berjalan melewati ladang-ladang yang segar dengan beragam tanaman&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Musim penghujan ini benar-benar dimaksimalkan oleh penduduk di area ini. Suasana yang sungguh kontras dengan saat aku pertama kali kesini (Awal Juni-Musim Kemarau) yang hanya didominasi tembakau. Aku cukup kesulitan mengingat rute yang dulu pernah kulewati&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;, tetapi dengan bantuan beberapa petani yang kami temui di sepanjang perjalanan sehingga kami tetap di jalur yang benar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Toshiba/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Kondisi jalan yang licin dan becek serta perut yang belum terisi menyebabkan perjalanan ini begitu lambat. Di sebuah gubuk kami berhenti cukup lama dan begitu pun di jam 10.30 WIB saat kami temui gubuk yang lain. Kami beristirahat hampir 2 jam!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Toshiba/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Perjalanan dengan perut kosong terus berlanjut sampai akhirnya kami tiba di Pos Air 1 pukul 15.00 WIB. Kami memasak mie dan karena hujan turun maka kami putuskan mendirikan tenda bersama cacing-cacing tanah yang menggila jumlahnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hie!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Terbuat dari apakah alam ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Semua begitu indah dan menyenangkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Meski malam-malam sesekali riuh dan ribut oleh angin dan pohon tumbang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Aku begitu kerasan dengan suasana ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Entah sampai kapan aku akan terhenti dari petualangan ini!!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Toshiba/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sabtu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;, 13 Desember 2008 di sebuah pagi yang cerah setelah semalaman turun hujan kami isi waktu dengan memasak dan menanti jemuran agak kering sehingga kulit tidak kaget menerima sentuhannya jika nanti dipakai lagi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Setelah melakukan senam pagi dengan diiringai musik ajeb-ajeb siaran radio lokal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; pukul 09.00 WIB kami memulai perjalanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Toshiba/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Butuh 3 jam untuk sampai di aloon-aloon kecil. Untuk sampai di Cikasur kami harus melalui kurang lebih 5 padang rumput lagi dengan masing-masing bukitnya. Inilah sisi &lt;i style=""&gt;entertainment&lt;/i&gt; yang selalu kurindukan. Hamparan rumput memutih di kala musim kemarau dan menghijau di kala musim hujan seperti ini sungguh menyentuh sisi hatiku yang terdalam. Pukul 15.00 WIB kami tiba di Cikasur dan setelah memasak untuk makan siang hujan turun sehingga kami memutuskan mendirikan tenda di dalam shelter Cikasur yang kehilangan dinding-dinding kayunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Cikasur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Pengalaman pribadi untuk kedua kalinya di tempat ini tetap saja suasana hati terasa haru sendu. &lt;i style=""&gt;View&lt;/i&gt; yang tersaji sangat unik dan futuristik. Di awal Bulan Juni 2008 lalu dominasi warna putih begitu kental. Cahaya pagi yang menyambar dipantulkan rerumputan kering menyalak putih keperakan dan kini warna hijau begitu dominan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Di sudut utara terlihat pola rerumputan yang unik dimana warna kuning melingkari pohon kecil. Kami berlima bercengkerama sambil menikmati hujan yang turun. Aku jadi ingat lagu hujan milik Utopia Band. Bercerita tentang pengalaman masing-masing merambah hutan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; dan mendaki gunung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Jali Ulun bercerita tentang pendakian Gunung Gde-Pangrango. Penuh semangat Gemblung mendeskripsikan pendakian Semeru di Bulan Agustus 2008 lalu dan dipertegas oleh Indra dan Hendy&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;, juga aku karena kita mendaki bersama-sama waktu itu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Sampai pukul 20.00 WIB hujan tak kunjung reda. Kami bermain kartu di dalam tenda yang hangat. Satu tenda untuk berlima sedangkan tas karier kami taruh di luar dengan dibungkus plastik agar tidak basah kebetulan juga angin bertiup sepoi-sepoi. Malam berlangsung begitu sendu namun syahdu. Kurasakan seperti di rumah sendiri. Cikasur memang tempat yang luarbiasa-indah namun penuh dengan misteri. Kawan-kawan mulai terlelap dan aku asyik menikmati dan merenungi apa yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Toshiba/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Minggu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;, 14 Desember 2008 pukul 08&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;.00 WIB kami bergegas meninggalkan Cikasur. Setelah melewati tanjakan pertama kemudian bertemu dengan padang rumput sekelompok Merak menyambut kami dengan berlari cepat (kabur) sebelum Kamera &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Canon PowerShot A460&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-ku mengabadikan rupa dan bentuk mereka. Pukul 11.30 WIB kami sampai di Cisentor dimana terdapat sungai kecil dan shelter yang masih utuh dengan hiasan/tulisan vandalisme di seluruh bagiannya. 1&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;,5 jam kemudian kami sampai di Rawa Embik yang diyakini sebagai bekas tempat Dewi Rengganis mengembalakan ternaknya (Kambing yang suka ngembik)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Di Rawa Embik juga terdapat sungai kecil dan cocok untuk tempat terakhir mengambil air sebelum ke puncak. Pukul 15.30 WIB kami sampai di persimpangan dimana jika kami mengambil ke arah kanan berarti menuju Puncak Abadi Argopuro dan jika mengambil ke arah kiri menuju Puncak Abadi Dewi Rengganis. Setelah beristirahat setengah jam kami memutuskan ke Puncak Abadi Argopuro yang hanya membutuhkan waktu tidak sampai setengah jam untuk sampai di triangulasi berbentuk tumpukan batu sebagai penanda puncak dan jam 17.00 kami turun ke persimpangan dan kemudian naik ke Puncak Abadi Dewi Rengganis untuk bermalam disana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Toshiba/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Malam ini kami diberikan cuaca yang sangat bersahabat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;, kontras dengan 2 malam sebelumnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Angin bertiup sepoi-sepoi dan langit memperlihatkan bintang dan bulan yang tinggal separuh. Kawan-kawan tertidur pulas sedangkan aku mengalami sedikit gangguan pencernaan sehingga di malam gulita harus mendadak terbangun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Toshiba/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Senin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;, 15 Desember 2008 pukul 05&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;.00 WIB setelah menyiapkan segelas berisi air campuran Milo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;, Energen dan Susu, aku bergegas ke tempat favoritku ketika pertama kali ke Puncak Abadi Dewi Rengganis untuk melihat matahari terbit&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kami. Pagi ini kami dianugerahkan &lt;i style=""&gt;sunrise&lt;/i&gt; yang begitu indah. Muncul dari sisi selatan Gunung Raung yang terangkai dengan gunung yang lain-Merapi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;, Meranti, Kawah Ijen, Suket&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Kami juga berlama-lama di sebuah tumpukan batu yang diyakini sebagai makam Dewi Rengganis. Setelah memasak mie dan nasi terakhir&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; pukul 08.00 WIB kami berjalan turun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;, melewati Rawa Embik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt; dan sampai di Cisentor pukul 10.00 WIB. Kami mengisi persediaan air secukupnya. Sebenarnya ada sungai lagi di perjalanan pulang menuju Bremi namun karena ragu kami mengisi air di Cisentor. Dan benar saja&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;, setengah jam perjalanan kami menemui sungai kecil namun airnya kurang bersih dan rimbun oleh tanaman ‘&lt;i style=""&gt;surprise’&lt;/i&gt; yang kami biasa panggil ‘&lt;b style=""&gt;Jancukan’&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Karena salah satu fisik kawan &lt;i style=""&gt;drop&lt;/i&gt; maka target untuk sampai di Pos Perijinan Bremi harus tertunda sampai besok. Berada pada malam yang gelap gulita dalam dekapan hutan-dekat taman hidup-kami terhenti dan bermalam dengan perut kosong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Symbol;" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/Toshiba/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" height="11" width="11" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;Selasa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;, 16 Desember 2008 pukul 07&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;.00 WIB kami bergegas menuju ke sebuah danau yang dikenal dengan nama Taman Hidup. Karena perut kosong menyebabkan kondisi fisik menjadi lemah kami memutuskan tidak berlama-lama di Taman Hidup. Selama berjam-jam lambungku terus demo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;, miscall dan aksi lainnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;. Hal ini juga dirasakan kawan yang lain. Pukul 11.30 WIB kami akhirnya sampai di Bremi dan segera menuju suatu tempat yang telah 2 hari ini kami idam-idamkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;, &lt;b style=""&gt;Warung Makan!! &lt;/b&gt;Untuk sementara selesailah derita ini&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;" lang="IN"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5430706412022629727-6646136809581678584?l=pendakirewel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendakirewel.blogspot.com/feeds/6646136809581678584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5430706412022629727&amp;postID=6646136809581678584' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/6646136809581678584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/6646136809581678584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendakirewel.blogspot.com/2009/01/kisah-pendakian-estafet-7-gunung-di.html' title='Kisah Pendakian Estafet 7 Gunung di Penghujung Tahun 2008 dan Awal Tahun 2009 Bersama LaPenDoS-LelakiPenuhDosananSunyi (Bagian 1)'/><author><name>pendakirewel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02638000493506931464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_v3GZ_QsRw_I/SNOhqBPX6NI/AAAAAAAAACc/CXelyUzZxco/S220/Pelawangan+Senaru.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5430706412022629727.post-5386889669410871720</id><published>2008-12-10T06:59:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T07:03:24.561-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='petualangan'/><title type='text'>## Makhluk Tuhan Yang Paling Ekstrem ##</title><content type='html'>## Makhluk Tuhan Yang Paling Ekstrem ##&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam petualangan ini yang dimaksud makhluk Tuhan yang paling Ekstrem adalah :&lt;br /&gt;1. Gunung Raung jalur Kalibaru&lt;br /&gt;2. Saiful 'Sunyi'&lt;br /&gt;3. Nyong 'Regas's'&lt;br /&gt;4. Joyo 'Regas's'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah perjalanan adalah rangkaian pembuktian. Bukti diri, bukti alam dan bukti takdir Tuhan.&lt;br /&gt;Bukti diri terlihat dari penyelesaian masalah yang ditemui. Bukti alam ditunjukkan dari keragaman kendala.&lt;br /&gt;Dan bukti takdir Tuhan tersurat dari apa yang sama sekali tidak terduga sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan mendaki Raung pada awal Nopember 2008 sangat mencerminkan rangkaian pembuktian tersebut. Ketiga bukti yang dipahami pendaki ini menginspirasi tulisan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Raung, Makhluk Tuhan Yang Paling Ekstrem&lt;br /&gt;Tidak dapat dipungkiri bahwa Gunung Raung merupakan salah satu gunung dengan tingkat kesulitan yang cukup tinggi untuk ditaklukan. Apalagi sejak dibukanya jalur pendakian dari Kalibaru Banyuwangi semakin menasbihkan eksistensi Gunung Raung sebagai salah satu makhluk Tuhan yang paling ekstrem. Oleh karena itu sangat sedikit sekali pendaki Gunung Raung yang mencoba keragaman petualangan lain yang ditawarkan Gunung Raung dari jalur ini. Ambil contoh turun ke lautan pasir dan naik ke bibir kawah. Jangankan turun ke kawah, untuk mencapai puncak sejati saja sudah benar-benar menguras tenaga, mental dan waktu serta logistik sehingga kondisi tersebut membuat kebanggaan pendaki hanya pada Puncak Sejati (3344 m dpl).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Akulah yang paling edan&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk yang sulit untuk diukur. Apalagi mengukur mental seseorang maka akan ditemukan data dengan tingkat fluktuasi yang sangat menjolok. Namun untuk pencilan atas (up skewness) sangat sedikit sekali ditemukan. Begitupun mental para pendaki, hanya beberapa pendaki saja yang berupaya terus mencari keragaman petualangan dalam melakukan kegiatan gunung-hutan. Meski tidak ada data pasti berapa pendaki yang pernah melakukan pendakian sendirian, memanjat dan menuruni tebing tanpa alat keamanan dan sebagainya, namun perbincangan dari mulut ke mulut mengenai aktivitas tersebut sangat sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendakian ke Raung di awal bulan Nopember 2008 ini hanya upaya penebus kekecewaan penulis karena tidak jadi mengikuti TWKM-Temu Wicara Kenal Medan PATAGA yang diselenggarakan tanggal 18 - 23 September 2008. Kekecewaan tersebut disebabkan karena penulis tidak bisa melihat langsung situasi yang terjadi sebagai bahan pembelajaran penulis dan tentunya ingin mendapatkan referensi dari para pendaki lain yang kabarnya adalah orang lama di kancah persilatan pendakian gunung-hutan. Celaka tiga belas, penulis hanya bisa melihat rekaman dan foto-foto dokumentasi serta cerita dari kegiatan itu, ihiks!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target pendakian di awal bulan Nopember ini adalah mencapai puncak sejati pada hari kedua dan mendirikan tenda disana sebagai bukti terdapat peningkatan dibandingkan pendakian pertama penulis pada pertengahan bulan Mei 2008. Pendirian tenda di Puncak Sejati belum pernah dilakukan pendaki lain sehingga kesan yang diperoleh akan sangat mendalam dan merupakan memori indah ketika penulis pensiun dari aktivitas gunung-hutan pada saatnya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 1 Nopember 2008, di pagi (Pukul 07.30 WIB) yang sendu kami bertiga meluncur dengan kecepatan sedang dari Pos 1 menuju Pos 2. Di tengah perjalan sempat bermain dengan puluhan Pacet 'Kopasus' yang mencoba memperlancar peredaran darah kami, tepat pukul 09.15 WIB kami sampai di Pos 2. Setelah mengkondisikan suasana, pukul 09.45 WIB kami meluncur ke Pos 3. Malang tak dapat ditolak, untung tak bisa diminta setelah melewati separuh perjalanan menuju Pos 3 hujan turun dengan deras, tepat menjelang sampai di jalur pohon tumbang. Ijtihad kami mengatakan untuk menunggu hujan, siapa tahu cepat reda. Namun yang terjadi hujan tidak juga berhenti. Diam basah, jalan pun juga basah. Dua pulihan yang sama-sama basah maka kami pun memutuskan berjalan dalam suasana hujan ini. Tepat di sebuah Pos Bayangan sebelum mencapai Pos 3 ketahanan tubuh mulai kendor. Tubuh kami mulai menggigil kedinginan, bobot tas kami terus bertambah seiring air yang masuk ke dalamnya. Sempat terlintas untuk buat tenda di Pos ini namun aku memutuskan untuk terus berjalan menuju Pos 3 karena gelap masih sangat lama. Tepat pukul 02.30 kami sampai di Pos 3 dan segera membuka tenda karena masih saja turun air langit ditambah kabut tebal yang menyelimuti suasana. Lekas-lekas seluruh pakaian yang basah kami tanggalkan dan mengurung diri di dalam tenda dengan celana dalam basah dan sleeping bag (SB) serta segelas kopi hitam manis. Ah nikmatnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari di tanggal 2 Nopember 2008 kami agak nyantai menunggu jemuran agar bisa diterima di kulit badan karena tidak mungkin bisa lekas kering. Pukul 08.00 WIB kami start menuju Pos 4, rute favoritku! Pukul 11.30 WIB kami sampai di Pos 4,karena gerimis kelihatannya berpotensi menjadi hujan maka cover tenda kami bentangkan sebagai tempat berteduh sementara kami istirahat sambil merebus air. Setelah mengkondisikan Pos 4 yang banyak sampah pukul 13.00 WIB kami meluncur melewati batas vegetasi menuju Kaldera Raung yang menyajikan tantangan bagi orang yang paling edan seperti aku, eh kami!&lt;br /&gt;Perjalanan ini begitu menyenangkan, meski dengan suasana mencekam-kabut tebal menutupi jarak pandang, dan rute maut-kami masih terus saja saling melempar tawa canda dan bergantian mengambil gambar ekstrem. Semakin ekstrem semakin kami ceria! Apalagi ketika harus melewati salah satu titik terawan sebelum ke Puncak 17 dan menuruni turunan setelah puncak 17 hati ini semakin bersemangat.&lt;br /&gt;Di sebuah aliran air hujan setelah menuruni lereng terjal kami menemukan air sehingga kami berupaya mengumpulkan air untuk pendaki-pendaki berikutnya yang kemungkinan besar kehabisan stok air. Cukup lama kami mengumpulkan air sekitar 10 botol Aqua ukuran 1500 mL dan aku sendiri menyempatkan diri gosok gigi dan cuci muka untuk membuat kenangan bahwa ada orang yang gosok gigi dan cuci muka di Kaldera Raung, suatu cerita langka!&lt;br /&gt;Akhirnya pukul 15.30 WIB kami mendirikan tenda di Puncak Tusuk Gigi-perjalanan 5 menit ke Puncak Sejati. Kami masih melihat situasi karena ini pertama kalinya Puncak Tusuk Gigi didirikan tenda jadi belum ada referensi mengenai tingkat kelayakan, keamanan untuk dijadikan tempat bermalam, ih ngeri! Kami mengkhawatirkan kecepatan angin dan hujan lebat serta longsornya bebatuan! Dan memang benar, kabut tebal dan hujan mengguyur meski yang lama adalah gerimisnya dan itu cukup membuat kami khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Nopember 2009 menyajikan pagi yang penuh dengan kabut pekat. Seperempat jam di luar tenda sudah cukup untuk membuat jaket Nyong basah. Sinar Matahari tak mampu menembus putih dan pekatnya kabut, meski begitu kami tetap memaksakan diri untuk melihat puncak sejati (pukul 06.00 WIB) dan tidak lama kemudian turun lagi masuk ke dalam tenda. Untuk yang kedua kalinya kami ke Puncak Sejati lagi setelah kabut tidak setebal sejam yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Siapa aku?&lt;br /&gt;Kami menghabiskan waktu dengan perbincangan mengenai skenario berikutnya yang kami inginkan. Pertama-tama ide yang muncul adalah membawa tenda ke Puncak Sejati karena ada tempat yang kalau diberikan sentuhan sedemikian rupa bisa untuk tempat mendirikan tenda. Usai itu terus cabut pulang-turun gunung. AKhirnya kami balik dan ambil tenda di Puncak Tusuk Gigi dan memberikan sentuhan 'Ketok magic' di sebuah tempat tepat di atas tebing Raung baratnya penanda Puncak Sejati yang dengan jelas kami bisa menyaksikan kawah Raung dari situ. Tidak butuh waktu lama kerja bakti kami telah menghasilkan tempat yang luar biasa, berdirilah tenda sejarah ini! Keinginan berikutnya, ketika peresmian tempat camp telah selesai dengan nama JOSIYONG-Joyo Saiful dan Nyong, maka Joyo melakukan hal yang sungguh membuatku kagum dengan menuruni tebing tepat di bawah penanda Puncak Sejati untuk mendapatkan gambar tenda yang nangkring di sebuah tebing yang di tinggi dan curam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah aku dan ketika aku bukanlah aku maka ke-Aku-anku akan lenyap sehingga tidak ada akar, dahan, ranting, dan daun beserta bunga dan biji (buah). Yang ada hanyalah pohon! Nyong menyibukkan diri dengan menyiapkan tempat pendirian tenda yang lain (untuk pendaki berikutnya yang datang dengan dua buah tenda) dan Joyo terus menganalisa kemungkinan adanya jalur menuju ke lautan pasir. Sedangkan aku terus tenggelam dalam nyamannya suasana Puncak Sejati yang begitu indah dan menakjubkan-langit terang, angin semilir, awan berarak dan dapur/pabrik kawah yang terus mengepul-petunjuk adanya kontinyuitas kegiatan produksi gas!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sela-sela lamunanku, Joyo terus mengusik dengan permintaan untuk melihat jalur menuju lautan pasir. "Kalau ada ya syukur, tapi jika tidak ketemu ya kita balik lagi, gimana?" pintanya yang terus kucuekin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap melihat ke bawah-lautan pasir, segara wedi-pikiranku mengatakan hanya hayalan saja yang bisa sampai ke sana apalagi peralatan tidak ada dan kondisi logistik sungguh memperihatinkan-tinggal satu setengah bungkus roti dan kopi susu untuk sekali sruput! Memang planningnya hari ini kami pulang (skenario pendakian, logistik untuk 3 hari). Andaikan jika beruntung bisa sampai ke lautan pasir, apakah yakin kita bisa pulang selamat. Terdapat banyak bahaya mengancam: hujan yang beresiko terjadi longsor besar-besaran, kepleset dan jatuh ke jurang bebatuan, tersedot pasir hidup, kena semburan gas beracun kawah dan kekahawatiran lain. Ah, ini ide gila!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku lihat Nyong tenggelam dalam kegiatan menyiapkan tempat tenda yang lain. Ku duduk dan memandang ke arah lautan pasir dan Kawah Raung. Tiba-tiba ku lihat wajah yang tersenyum ramah seakan ingin menyambut jika aku datang dan suara hatiku berkata, "Berangkatlah, kapan lagi engkau akan menemukan dirimu?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seketika aku bangkit, mengambil tas kecilku dan berseru kepada Nyong untuk meninggalkan kegiatannya untuk segera berangkat ke Kawah Bromo dan ku lihat Joyo tersenyum penuh arti keyakinan dan keberhasilan. Waktu itu pukul 10.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih lekat dalam ingatanku, aku berlari menyapu tebing dan melompati puncak demi puncak dan ketika antar puncak terputus maka kami menuruni tebing yang curam di satu sisi dan di sisi lain mendaki sampai ke puncak lagi untuk memastikan rute. Begitu terus berulang-ulang sampai kami melihat aliran longsoran bebatuan yang kami yakini bisa menerima bobot tubuh kami ketika menuruninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, akulah makhluk Tuhan yang paling edan, makhluk Tuhan yang paling ekstrem. Aku mengalahkan diriku sendiri. Aku menghancurkan pintu ketakutanku. Pecundang itu telah lenyap dari permukaan bumi dan kini ia sedang menikmati kejayaannya sebagai Pecinta Alam Sunyi Sejati yang tidak mempedulikan perih, linunya sendi, jaremnya kaki dan kramnya perut serta pusingnya kepala ketika menuruni jurang yang lebih dari 500 meter ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Hati dan Nurani&lt;br /&gt;Dalam sebuah perbincangan mengenai berbagai hal, Cak Huda mengkonfrontasikan pendapatnya mengenai hati dan nurani. Rupanya beliau tertarik dengan muara konsep sebelum meperoleh kebijaksanaan sejati maka kunci yang harus dipegang adalah hati dan nurani. Untuk mendapatkan hati dan nurani yang sempurna maka diperlukan agama, filsafat, watak, tabiat, prinsip, doktirn, dogma dan sebagainya. Akan tetapi kesemuanya itu tidak memberikan garansi akan dipetiknya buah berupa hati dan nurani yang sempurna (insan kamil). Sebenarnya dikotomi hati dan nurani tidak diperlukan lagi kalau kesadaran telah menyatu dalam setiap pikiran, ucapan dan perbuatan. Namun dikotomi ini diperlukan semata-mata untuk memperjelas dan mempermudah pemahaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati sangat berkaitan dengan kesadaran ke dalam. Artinya kesempurnaan kerajaan spiritual adalah tolok ukur kesadaran ke dalam. Sedangkan nurani berkaitan dengan kesadaran ke luar. Maksudnya terjaganya muamalah sehingga kedewasaan sosial tercapai. Dengan kata lain kesuksesan kerajaan dunia dimana meski jasad memiliki dunia tetapi hati tidak terikat padanya dan jika tidak memiliki kerajaan dunia hati tidak rindu dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, Ya Allah 'Azza wa jalla berikanlah kekuatan untuk mengamalkan pemahaman ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 12.30 akhirnya kami telah berjalan riang di tengah lautan pasir. Setelah aku sujud syukur dan memasukkan nur sanjungan hati hanya kepada Allah subhanallahu ta'ala kami pun beranjak menuju bibir Kawah Raung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Allah dengan segala kehebatan-Nya. Di depan kami menganga sebuah sumur Maha Besar dengan jari-jari (r) lebih dari 250 m (estimasi). Dengan dasar sumur yang sulit untuk dilihat dengan mata biasa meluncur asap dan gas dengan kecepatan tinggi membuat gentar tubuh ini. Jepretan kamera tak mampu memberikan hasil gambar yang diinginkan akhirnya kami mendirikan bendera di bibir kawah dan merekam tantangan untuk pendaki lain agar melihat kebesaran Tuhan ini. Real!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5430706412022629727-5386889669410871720?l=pendakirewel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendakirewel.blogspot.com/feeds/5386889669410871720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5430706412022629727&amp;postID=5386889669410871720' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/5386889669410871720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/5386889669410871720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendakirewel.blogspot.com/2008/12/makhluk-tuhan-yang-paling-ekstrem.html' title='## Makhluk Tuhan Yang Paling Ekstrem ##'/><author><name>pendakirewel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02638000493506931464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_v3GZ_QsRw_I/SNOhqBPX6NI/AAAAAAAAACc/CXelyUzZxco/S220/Pelawangan+Senaru.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5430706412022629727.post-2480896096945370495</id><published>2008-10-14T07:26:00.001-07:00</published><updated>2008-10-14T07:26:47.922-07:00</updated><title type='text'>Rest in peace</title><content type='html'>Hari demi hari terus berganti. Seperti aliran sungai di sepanjang punggungan raung&lt;br /&gt;ketika ku mendaki di senja itu. Senja Sandikala. Awal ihwal perjalanan para dedemit.&lt;br /&gt;Terbukanya lembah para lelembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang perjalanan itu aku terus mengucapkan sumpah serapah bahwa tiada yang dapat&lt;br /&gt;menghentikan perjalanan ini. Kakiku telah mengeras. Pundakku telah membatu. Tenagaku&lt;br /&gt;seperti gajah sewu. Aku lupa janji untuk pulang. Menemuimu yang menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedamaian telah kutemukan. Hanya punggungan dan tebing yang menyemarakkan lamunanku.&lt;br /&gt;Hanya puncak dan puncak yang mampu membuatku menjadi lelaki. Kematian tidak terhiraukan.&lt;br /&gt;Gejala sakit tidak terasakan. Aku menjadi lelaki rimba. Pecinta alam 'Sunyi". Puncak abadi.&lt;br /&gt;Tempat para Dewa berkelakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku malu berada dalam hidup anti klimaks. Kebanggaanku ada pada cerita derita. Lembah sunyi.&lt;br /&gt;Tempat yang tepat untuk meletakkan punggung ini. Tentunya pada rerumputan yang hijau.&lt;br /&gt;Tebing hening. Tempat menanggalkan keraguan dan ketakutanku. Tentunya pada bebatuan putih.&lt;br /&gt;Menahun. Purba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5430706412022629727-2480896096945370495?l=pendakirewel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendakirewel.blogspot.com/feeds/2480896096945370495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5430706412022629727&amp;postID=2480896096945370495' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/2480896096945370495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/2480896096945370495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendakirewel.blogspot.com/2008/10/rest-in-peace.html' title='Rest in peace'/><author><name>pendakirewel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02638000493506931464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_v3GZ_QsRw_I/SNOhqBPX6NI/AAAAAAAAACc/CXelyUzZxco/S220/Pelawangan+Senaru.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5430706412022629727.post-605473088999725872</id><published>2008-10-14T07:21:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T07:22:15.111-07:00</updated><title type='text'>Renungan Ramadan 1429 H</title><content type='html'>Bismillah!&lt;br /&gt;Mengapa setiap kejadian selalu memberikan pelajaran bagi makhluk yang berpikir?&lt;br /&gt;Karena makhluk yang berpikir adalah makhluk terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Teliti. Tiada satupun yang terlewat dari segala perhitunganNya.&lt;br /&gt;Kesalahan besar bagi penganggap segala peristiwa adalah kumpulan serpihan-serpihan kejadian&lt;br /&gt;yang berupa bentuk kebetulan. Pendapat yang diprakarsai penganut evolusi Darwin laknattullah 'alaih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hidupku seperti ini? Setiap detik waktu kuhabiskan dalam lamunan pencarian makna hidup.&lt;br /&gt;Segala peristiwa yang bertautan beraturan maupun acak sungguh menggerakkan nurani untuk selalu beranalisis.&lt;br /&gt;Tidak terhitung segala yang tiba kemudian beranjak terlupa sehingga tepatlah jika aku adalah lebih hina&lt;br /&gt;dari keledai. Tak mampu mengambil hikmah perjalanan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi iradahNya manusia akan selalu dijejali dengan permasalahan. Setiap dimensi ruang dan waktu&lt;br /&gt;adalah manifestasi dari segala permasalahan dengan sudut pandang manusia masing-masing. Layaklah jika otak&lt;br /&gt;ini begitu tumpul karena segala data yang tersaji tak mampu merangkum pengetahuan secara menyeluruh.&lt;br /&gt;Aku tetap aku 25 tahun yang lalu (24 Desember 1982).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampunilah aku Tuhan!&lt;br /&gt;Ramadan kali ini pun tak mampu mentransformasi kehambaanku dan kemanusiaanku. Hamba ini masih digelayuti&lt;br /&gt;kecongkakan dan keangkuhan setiap melihat ciptaanMu yang lain. Mata ini begitu tajam menyaksikan itu semua.&lt;br /&gt;Senyuman sinis selalu menghiasi wajah-wajah keseharianku. Sungguh aku adalah kawan sejati Iblis laknattullah 'alaih.&lt;br /&gt;Kabar yang beredar. Aroma yang berembus. Bisikan yang menyalakan hasrat. Semua keinderaan melahirkan persepsi&lt;br /&gt;negatif terhadap segala persoalan. Yang dermawan tak lebih baik dari si kikir. Yang berilmu tak berubah jauh&lt;br /&gt;dari pada yang sedikit wawasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika aku membaca dan aku pun terenyuh oleh realita bacaan itu.&lt;br /&gt;Pada waktu tertentu aku melihat dokumentasi dan hatiku hancur oleh kesewenangan takdir hidup.&lt;br /&gt;Hari ini aku merasa geram dan jengkel terhadap segala yang menyertai perjalananku.&lt;br /&gt;Ketamakan yang kubenci. Kekikiran yang selalu kucaci. Menganugerahkan aku jiwa kepengecutan.&lt;br /&gt;Pandir aku jadinya. Hanya mengkritik. Lebih sering mencemooh dan menggunjing atas tindakan seseorang.&lt;br /&gt;Itu membuatku semakin jauh dari fitrah lahir batinku yang suci dan penuh tanggung jawab.&lt;br /&gt;Aku heran dan terus bertanya apa gerangan ini!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5430706412022629727-605473088999725872?l=pendakirewel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendakirewel.blogspot.com/feeds/605473088999725872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5430706412022629727&amp;postID=605473088999725872' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/605473088999725872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/605473088999725872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendakirewel.blogspot.com/2008/10/renungan-ramadan-1429-h.html' title='Renungan Ramadan 1429 H'/><author><name>pendakirewel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02638000493506931464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_v3GZ_QsRw_I/SNOhqBPX6NI/AAAAAAAAACc/CXelyUzZxco/S220/Pelawangan+Senaru.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5430706412022629727.post-4067591211416405867</id><published>2008-10-14T07:15:00.001-07:00</published><updated>2008-10-14T07:16:01.124-07:00</updated><title type='text'>No one in my mind</title><content type='html'>Aku menatap segala. Pikiran memproses. Ingatan merekam. Hati menyimpan.&lt;br /&gt;Andai ada dan tiada membentuk scene tersendiri tentu aku akan berpaling padanya.&lt;br /&gt;Andai benci dan cinta bersatu dalam aliansi kebebasan pasti aku akan bersamanya.&lt;br /&gt;Dualisme kehidupan selalu berdiri sendiri-sendiri namun tidak pernah terpisahkan.&lt;br /&gt;Mengikuti apa yang telah digariskan Tuhan.&lt;br /&gt;Kebimbangan menggelayuti sehingga hanya pencarian dan pencarian saja yang mampu&lt;br /&gt;mengobati.&lt;br /&gt;Tulang-tulangku remuk. Otot dan sendiku terurai dari jalinan fungsinya.&lt;br /&gt;Namun pencarian hanya bisa berhenti jika telah menemu.&lt;br /&gt;Aku mencari sampai menemu.&lt;br /&gt;Mencari sesuatu yang belum tersimpan dihatiku.&lt;br /&gt;Mencari sesuatu yang belum terekam dalam ingatanku.&lt;br /&gt;Mencari sesuatu yang belum terproses oleh pikiranku.&lt;br /&gt;Dan mencari sesuatu yang belum pernah terlihat oleh mataku.&lt;br /&gt;Namun bibirku telah menyebut-nyebut-Nya. Lidahku terus-terusan membanggakan-Nya.&lt;br /&gt;Air liurku sampai kering tiada sisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keridlaan-Nya. Tuhanku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5430706412022629727-4067591211416405867?l=pendakirewel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendakirewel.blogspot.com/feeds/4067591211416405867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5430706412022629727&amp;postID=4067591211416405867' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/4067591211416405867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/4067591211416405867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendakirewel.blogspot.com/2008/10/no-one-in-my-mind.html' title='No one in my mind'/><author><name>pendakirewel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02638000493506931464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_v3GZ_QsRw_I/SNOhqBPX6NI/AAAAAAAAACc/CXelyUzZxco/S220/Pelawangan+Senaru.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5430706412022629727.post-4579519284897634419</id><published>2008-10-14T07:08:00.001-07:00</published><updated>2008-10-14T07:08:42.493-07:00</updated><title type='text'>Nafsu</title><content type='html'>Memilih adalah ulah nafsu, karena nafsu&lt;br /&gt;selalu menghendaki kepuasaan, kesenangan, kebanggaan, identitas diri, pembengkakan dari si&lt;br /&gt;aku. Tentu saja kita dalam kehidupan ini mempunyai sesuatu, baik mempunyai orang lain&lt;br /&gt;sebagai keluarga, sebagai isteri atau suami, sebagai anak-anak, sanak keluarga, sahabat atau&lt;br /&gt;harta benda dan kedudukan. Akan tetapi, Mempunyai bukan dalam arti kata Memiliki&lt;br /&gt;Mempunyai secara lahiriah, tidak memiliki secara batiniah. Batin haruslah bebas kalau kita&lt;br /&gt;tidak ingin dilanda duka. Batin harus mengerti dengan penuh keyakinan bahwa sengala&lt;br /&gt;sesuatu adalah milik Tuhan! Bahkan tubuh kita sendiri bukanlah milik kita, sekali waktu akan&lt;br /&gt;rusak dan binasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5430706412022629727-4579519284897634419?l=pendakirewel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendakirewel.blogspot.com/feeds/4579519284897634419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5430706412022629727&amp;postID=4579519284897634419' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/4579519284897634419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/4579519284897634419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendakirewel.blogspot.com/2008/10/nafsu.html' title='Nafsu'/><author><name>pendakirewel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02638000493506931464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_v3GZ_QsRw_I/SNOhqBPX6NI/AAAAAAAAACc/CXelyUzZxco/S220/Pelawangan+Senaru.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5430706412022629727.post-8999347326187405796</id><published>2008-10-14T06:49:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T06:50:03.616-07:00</updated><title type='text'>God manifestation</title><content type='html'>God manifestation yang dimaksud adalah segala hal yang ada, yang menyentuh&lt;br /&gt;panca indera, merupakan manifestasi dari Tuhan sehingga tiada kata lupa,&lt;br /&gt;terabaikan, tidak bersyukur, dan tiada hari tanpa sanjungan kepada-Nya.&lt;br /&gt;Merupakan suatu keniscayaan jika manusia tidak mendapatkan manifestasi Tuhan,&lt;br /&gt;hanya saja tidak terpungkiri bahwa manusia memiliki selera dalam pencarian,&lt;br /&gt;cita rasa dalam menikmati, dan seni dalam mendapatkan sesuatu.&lt;br /&gt;Termasuk hamba yang hina dina ini. Pengalaman, teori, dan berbagai&lt;br /&gt;mix development mengantarkan hamba pada kesimpulan bahwa alam adalah&lt;br /&gt;manifestasi Tuhan yang paling kuat dan hanya petualanganlah yang bisa menyentuh-Nya.&lt;br /&gt;Tentunya dengan hati yang bersih semata beribadah pada-Nya (ikhlashunniyah).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5430706412022629727-8999347326187405796?l=pendakirewel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendakirewel.blogspot.com/feeds/8999347326187405796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5430706412022629727&amp;postID=8999347326187405796' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/8999347326187405796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/8999347326187405796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendakirewel.blogspot.com/2008/10/god-manifestation.html' title='God manifestation'/><author><name>pendakirewel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02638000493506931464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_v3GZ_QsRw_I/SNOhqBPX6NI/AAAAAAAAACc/CXelyUzZxco/S220/Pelawangan+Senaru.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5430706412022629727.post-3008455453138315437</id><published>2008-10-14T06:21:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T06:26:37.128-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan ke-27 Ramadan 1429 H di Penanggungan (Bagian 2)</title><content type='html'>Prolog&lt;br /&gt;Puasa memasuki minggu kedua teman-teman pendaki dari Singojuruh Banyuwangi datang berkunjung.&lt;br /&gt;Maksud dan tujuan kedatangan kawan-kawan tersebut selain bergantian saling mengunjungi juga untuk mencari beberapa&lt;br /&gt;barang elektronik. Setelah tiga hari berkeliling pasar-pasar surabaya baik tradisional maupun yang modern akhirnya&lt;br /&gt;kawan-kawan Banyuwangi mengutarakan maksud untuk kembali pulang. Agar kunjungan ini memiliki kesan mendalam&lt;br /&gt;seperti ketika penulis datang berkunjung ke Banyuwangi, penulis menawarkan untuk mendaki gunung dengan komitmen&lt;br /&gt;mempertahankan ibadah puasa meski dihantam haus hebat di gunung nanti. Kawan-kawan Banyuwangi menyambut dengan&lt;br /&gt;antusias tetapi karena kesibukan atau hal lain yang penulis tidak ketahui kawan-kawan Banyuwangi tidak bersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta sejati identik dengan cinta buta. Pepatah mengatakan kalau sudah cinta empedu seperti madu dan derita adalah&lt;br /&gt;kenikmatan tiada tara. Sampai-sampai kita mengenal istilah cinta tak bersyarat, cinta mati dan cinta gila.&lt;br /&gt;Begitulah cinta penulis kepada gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke pendakian Penanggungan!&lt;br /&gt;Setelah kita selesai menunaikan ibadah shalat Isya dan shalat Tarawih, berjalanlah kita setapak-demi setapak.&lt;br /&gt;Sakit ringan yang bersemayam selama 2 hari ini membuat penampilan penulis tidak maksimal dan penulis yakin&lt;br /&gt;kawan-kawan yang lain pasti merasa heran dengan keadaan yang tidak biasa ini, tapi sudahlah bisa bersama&lt;br /&gt;dalam perumusan dan pencarian hikmah di tengah kawan-kawan terbaik penulis adalah anugerah Allah SWT no. 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mempertahankan dan menahan segala keputusasaan serta bergelut dengan tanjakan selama 5 jam sampailah&lt;br /&gt;kita di puncak penanggungan. Alhamdulillah, penulis menyanjung Tuhan Maha Agung yang telah memberikan kesempatan&lt;br /&gt;berharga nan langka. Mendaki di bulan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harapan turunnya Lailatul Qadar di malam ini memenuhi hati. Perut terasa kaku dan sedikit kembung pertanda angin&lt;br /&gt;datang memaksa. Kepala dengan tiba-tiba disergap pening meski tak tersampaikan oleh lidah sehingga tidak ada telinga&lt;br /&gt;yang mendengar. Namun penulis tidak peduli. Terang malam ini seakan-akan penduduk langit sedang sibuk mempersiapkan&lt;br /&gt;sesuatu yang Besar dan Agung. Hajat besar yang teramat menyibukkan sehingga terlihat beberapa bintang jatuh.&lt;br /&gt;Ah, indah dan syahdu sekali malam ini. Kemudian dingin membuyarkan ketahanan tubuh yang lemah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendik, Indra, Gunawan, Hidayat dan Duta menghabiskan malam di dalam gua sebelah utara. Sedangkan penulis dan kawan&lt;br /&gt;yang lain mencoba mengukur diri dengan berjejer di alam terbuka, puncak Penanggungan. Kemudian dingin membuyarkan&lt;br /&gt;harapan indah ini. Di pertiga malam terakhir Om Jawul entah menyendiri dimana yang kuketahui aku dibelenggu&lt;br /&gt;oleh ketidakberdayaan. Alam sangat adil dan selalu jujur kepada semua yang mendatanginya. Itulah kenapa aku&lt;br /&gt;selalu membanggakannya dalam setiap pembicaraanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuakui bahwa kesehatan dan keperkasaan ada dalam genggaman Allah SWT. Sekarang, kesehatan dan keperkasaan yang ku&lt;br /&gt;banggakan di pendakian-pendakian terdahulu musnah. Aku benar-benar diuji. Semoga aku adalah makhluk teruji.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5430706412022629727-3008455453138315437?l=pendakirewel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendakirewel.blogspot.com/feeds/3008455453138315437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5430706412022629727&amp;postID=3008455453138315437' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/3008455453138315437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/3008455453138315437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendakirewel.blogspot.com/2008/10/perjalanan-ke-27-ramadan-1429-h-di_14.html' title='Perjalanan ke-27 Ramadan 1429 H di Penanggungan (Bagian 2)'/><author><name>pendakirewel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02638000493506931464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_v3GZ_QsRw_I/SNOhqBPX6NI/AAAAAAAAACc/CXelyUzZxco/S220/Pelawangan+Senaru.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5430706412022629727.post-4890619264409618566</id><published>2008-10-14T06:02:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T06:03:37.515-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan ke-27 Ramadan 1429 H di Penanggungan (Bagian 1)</title><content type='html'>Kegelisahan yang muncul di dalam hati merupakan suatu kewajaran dalam mengarungi variasi kehidupan.&lt;br /&gt;Tidak terkecuali dalam melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan 1429 H ini, ingin rasanya menghabiskan&lt;br /&gt;satu kali waktu di sebuah tempat yang sunyi lagi tinggi-puncak sebuah gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan Ramadan, penulis menerima sebuah pesan singkat dari seorang guru sekaligus kawan pendaki,&lt;br /&gt;Mr Mamad, yang menanyakan apakah ada rencana penulis untuk menghabiskan satu kali waktu di gunung saat Ramadan ini.&lt;br /&gt;Membaca pesan singkat tersebut penulis menangkap ini adalah stimulus dari Mr Mamad untuk mengajak penulis ke&lt;br /&gt;gunung di Ramadan ini sehingga penulis membalas dengan balik bertanya kapan Mr Mamad ada rencana ke gunung.&lt;br /&gt;Ternyata Mr Mamad tidak ada rencana ke gunung di Ramadan kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengerti keadaan Mr Mamad. Beliau disibukkan oleh rutinitas bengkel elektronik, namun kerinduan dan kecintaan&lt;br /&gt;pada gunung tidak pernah terlupakan oleh rutinitas tersebut yang tentunya di kala Ramadan ini sedang&lt;br /&gt;puncak-puncaknya. Oleh karena itu beliau ingin mencoba mengobati kerinduan dan menawarkan cinta tersebut melalui&lt;br /&gt;cerita dari kawan yang telah menghabiskan satu kali waktu di gunung saat Ramadan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap pecinta pasti akan bercengkerama dengan yang dicintai meski hanya sekali.&lt;br /&gt;Sang perindu tentu akan bertemu dengan yang dimaksud meski hanya dalam mimpi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip hidup ini begitu mengemuka bagi penulis. Perjalanan hidup penulis yang seperempat abad ini dipenuhi dengan&lt;br /&gt;kecintaan terhadap gunung dan kerinduan terhadapnya ketika berpisah untuk kembali pada rutinitas hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir Ramadan penulis menerima pesan singkat dari guru dan kawan mendaki-Sang Pengurai Hikmah, Om Jawul.&lt;br /&gt;Sebenarnya waktu yang ditawarkan di pesan singkat itu agak sulit untuk penulis penuhi karena penulis&lt;br /&gt;harus pulang kampung sehari atau dua hari sebelum lebaran. Maklum di rumah hanya ada Bapak dan Ibu saja&lt;br /&gt;(kakak sudah berumah tangga) sehingga penulis khawatir kedua orang tua akan protes karena momen Ramadan tidak&lt;br /&gt;banyak waktu dengan penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ke-28 direncanakan di puncak Penanggungan, namun karena penulis tahu kesibukan Om Jawul di Kantor PLN Mojosari&lt;br /&gt;dan awal Ramadan penulis telah pulang selama 2 hari maka penulis pun setuju. Tetapi 2 hari berikutnya Om Jawul&lt;br /&gt;mengirim pesan singkat lagi bahwa sebaiknya malam ke-27 dan saya pun setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadist Nabi SAW&lt;br /&gt;Dari Muawiyah bin Abu Sufyan RA dari Nabi SAW, beliau bersabda tentang malam Lailatul Qadar: "Lailatul Qadar&lt;br /&gt;itu ialah pada malam 27". Diriwayatkan oleh Abu Daud, dan yang rajih adalah mauquf. Dan telah berselisih tentang&lt;br /&gt;menetapkan malam Lailatul Qadar itu hingga 40 qaul yang dicatat dari Fathul-Bary (Tarjamah Bulughul Maram).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam Lailatul Qadar, adalah suatu malam di mana do'a-do'a kita pasti dikabulkan, dan ibadah pada malam itu pahalanya&lt;br /&gt;sama dengan ibadah 1.000 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis berpikir alangkah baiknya momen langka ini juga dialami kawan-kawan yang lain, baik dari alumni Semeru 2008&lt;br /&gt;atau kawan-kawan yang lain. Penulis pun mengirim pesan singkat pada kawan-kawan tersebut yang tentunya nomor&lt;br /&gt;handphone-nya tersimpan di phonebook penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah komposisi lengkap skuad pendakian berjumlah 12 personil:Om Jawul, Pak Nur, Mas Wadi, Saiful (Penulis),&lt;br /&gt;Umam, Anton, Santo, Gunawan, Hendik, Indra, Duta, dan Hidayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah perjalanan&lt;br /&gt;Om Jawul selalu menekankan tentang peningkatan keimanan dalam setiap kali pendakian. Dalam perspektif Om Jawul&lt;br /&gt;hanya perjalanan dan menghabiskan beberapa waktu di gununglah yang bisa memberikan rangkaian stimulus kuat untuk&lt;br /&gt;tidak pernah lupa dan berhenti memberikan sanjungan kepada Sang Maha Pencipta. Manifestasi yang benar-benar sempurna&lt;br /&gt;dalam persepsi Om Jawul hanya bisa ditemukan di sini (gunung) meskipun disadari bahwa secara umum semua ciptaan&lt;br /&gt;Allah SWT baik yang di air, daratan dan udara adalah sempurna adanya namun itulah persepsi-bersifat khas (pribadi)&lt;br /&gt;dan tidak bisa disalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menurut Om Jawul, produk diri yang berupa hati yang baik-lembut, peka (sosial) namun tegar secara mandiri&lt;br /&gt;dapat dibentuk di gunung. Rangkaian produksi (input-proses-output) dapat diupayakan sendiri (prinsip kemandirian).&lt;br /&gt;Kemandirian yang dimaksud adalah bahwa sangat tidak mungkin mencapai puncak tanpa menggunakan langkah sendiri&lt;br /&gt;sehingga kesan yang tercipta lebih mendalam karena proses mulai hulu hingga hilir dijalani sendiri tanpa bantuan&lt;br /&gt;orang lain. Suatu nilai penghargaan terhadap diri sendiri yang jarang diperoleh melalui aktivitas lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5430706412022629727-4890619264409618566?l=pendakirewel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendakirewel.blogspot.com/feeds/4890619264409618566/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5430706412022629727&amp;postID=4890619264409618566' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/4890619264409618566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/4890619264409618566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendakirewel.blogspot.com/2008/10/perjalanan-ke-27-ramadan-1429-h-di.html' title='Perjalanan ke-27 Ramadan 1429 H di Penanggungan (Bagian 1)'/><author><name>pendakirewel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02638000493506931464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_v3GZ_QsRw_I/SNOhqBPX6NI/AAAAAAAAACc/CXelyUzZxco/S220/Pelawangan+Senaru.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5430706412022629727.post-4767951401160609603</id><published>2008-10-14T05:26:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T05:29:05.817-07:00</updated><title type='text'>Proporsi</title><content type='html'>Hidup dan nasib, bisa tampak berantakan, misterius, fantastis,&lt;br /&gt;dan sporadis, namun setiap elemennya adalah subsistem&lt;br /&gt;keteraturan dari sebuah desain holistik yang sempurna. Menerima&lt;br /&gt;kehidupan berarti menerima kenyataan bahwa tak ada hal sekecil&lt;br /&gt;apa pun terjadi karena kebetulan. Ini fakta penciptaan yang tak&lt;br /&gt;terbantahkan (Edensor, Andrea Hirata).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diinterpretasikan dari pemikiran agung&lt;br /&gt;Harun Yahya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah proporsi. Jika dilihat secara parsial maka dalam jumlah besar akan berada dalam&lt;br /&gt;kekecewaan namun ketika kita memahami secara simultan maka akan terlahir kebijakan&lt;br /&gt;dari buhul-buhul hati ini. Karena grand total dari proporsi adalah angka 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat tercipta sebuah cerita tentang seseorang yang 0,9 sepanjang hidupnya penuh dengan&lt;br /&gt;kekalutan. Namun di suatu saat yang berbeda terdapat hal yang berlainan dimana kehidupan&lt;br /&gt;seseorang dengan 0,1 kekalutan. Ini prinsip keseimbangan, hukum kekekalan dua sisi yang&lt;br /&gt;hanya dapat dipahami melalui prinsip proporsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subsistem-subsistem inilah yang ada dalam keteraturan kehendak Tuhan sehingga prinsip&lt;br /&gt;kebetulan benar-benar pemahaman yang sangat keliru karena proporsi setiap kejadian telah&lt;br /&gt;ditentukan oleh Sang Pencipta Yang Maha Teliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Tuhan menciptakan ambiguitas terhadap makna proporsi. Proporsi diciptakan menjadi&lt;br /&gt;kata yang penuh dengan ribuan sayap sehingga setiap pribadi akan memiliki persepsi&lt;br /&gt;proporsi yang berlain dengan pribadi yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangis bisa representasi dari sedih dan senang&lt;br /&gt;Tawa pun bisa mewakili perasaan yang terguncang&lt;br /&gt;Kegilaan pun ternyata adalah puncak-puncak pemahaman hidup sehingga definisi-definisi hidup&lt;br /&gt;begitu mudah terlahir melalui teriakan-teriakan gila&lt;br /&gt;Dan proporsi berada dalam barisan terdepan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pandang yang berbeda terhadap proporsi akan menciptakan suatu tindakan yang berlainan&lt;br /&gt;pada masing-masing individu. Meski sejatinya proporsi selalu bermakna positif dan penuh sifat&lt;br /&gt;konstruktif. Namun seringkali disikapi dengan cara negatif dan desdruktif (cenderung merusak&lt;br /&gt;diri dan orang lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;proporsi hidupku:&lt;br /&gt;1. Kesedihan        : 0,15&lt;br /&gt;2. Kebahagiaan        : 0,65&lt;br /&gt;3. Kesunyian        : 0,1&lt;br /&gt;4. Keramaian        : 0,1&lt;br /&gt;proporsi yang ideal&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5430706412022629727-4767951401160609603?l=pendakirewel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendakirewel.blogspot.com/feeds/4767951401160609603/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5430706412022629727&amp;postID=4767951401160609603' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/4767951401160609603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/4767951401160609603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendakirewel.blogspot.com/2008/10/proporsi.html' title='Proporsi'/><author><name>pendakirewel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02638000493506931464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_v3GZ_QsRw_I/SNOhqBPX6NI/AAAAAAAAACc/CXelyUzZxco/S220/Pelawangan+Senaru.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5430706412022629727.post-8338562066304401230</id><published>2008-09-19T04:59:00.000-07:00</published><updated>2008-09-19T05:01:36.907-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='petualangan'/><title type='text'>lafadz pendakianku</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: red;" lang="IN"&gt;Demi udara yang terus kuhirup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: red;" lang="IN"&gt;Demi risalah hati yang terus ku cari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: red;" lang="IN"&gt;Kuyakinkan diri bahwa hanya pada gunung udara paling murni bersemayam dan segala definisi hidup terurai!&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5430706412022629727-8338562066304401230?l=pendakirewel.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pendakirewel.blogspot.com/feeds/8338562066304401230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5430706412022629727&amp;postID=8338562066304401230' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/8338562066304401230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5430706412022629727/posts/default/8338562066304401230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pendakirewel.blogspot.com/2008/09/lafadz-pendakianku.html' title='lafadz pendakianku'/><author><name>pendakirewel</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02638000493506931464</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_v3GZ_QsRw_I/SNOhqBPX6NI/AAAAAAAAACc/CXelyUzZxco/S220/Pelawangan+Senaru.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
