Blog ini representari dari rasa syukur atas kesehatan dan kesempatan dalam hidup ini untuk berbagi waktu dengan gunung dan belantara.
Tampilkan postingan dengan label jelajah alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jelajah alam. Tampilkan semua postingan
Kamis, 22 Januari 2015
Jumat, 19 Desember 2014
Bukti ketidakberdayaanku menghadapi iradahMu
Aku tersesat menyusuri jalanMu
Berikanlah yang terbaik dalam pelarianku
Menuju ridloMu
Aku kehilangan arah menuju tempatMu
Anugerahkanlah sesuatu yang indah dalam hidupku
Meraih kasihMu
Aku dan dirinya selalu dipisahkan selaput membran tipis
Kesalahpahaman-misscomunication
Ironi ini terus menggelayuti perjalanan surgaku
Bukti ketidakberdayaanku menghadapi iradahMu
Aku dan dirinya kini berada dalam dimensi yang berbeda
Namun kedua dimensi itu berada dalam sekeping mata uang
Selamanya dekat namun terpisahkan
Selamanya satu namun tiada pernah bertemu
Selamanya bersama namun tiada pernah berhadapan
Bukti ketidakberdayaanku menghadapi iradahMu
Aku dan dirinya terus bergelantung pada tali kalung leher-leher kehidupan
Dan paling tidak kami merasakan aroma yang sama
Bekas jilatan-jilatan lidah yang tidak terkendali
Merampas segala kesadaran sebagai makhluk
Namun menyempurnakan kewajiban sebagai ciptaan yang paling sempurna
Bukti ketidakberdayaanku menghadapi iradahMu
Suatu ketika, ketika tatapan kita bertemu
Dan senyummu mengembang menyiratkan kebahagiaan sejati
Namun semu karena terlontar dari bayangan cermin cembung yang membalikkan fakta realitas
Hukum fisika yang menggelikan tentang karakteristik bayangan yang muncul dari cermin cembung
Kiri jadi kanan dan kanan jadi kiri
Bukti ketidakberdayaanku menghadapi iradahMu
Suatu ketika, ketika kekalahan itu akhirnya tiba
Sepotong kebijakan menyebabkan mata uang ini tidak berlaku lagi
Sebagian besar mulai ditarik oleh bank-bank yang menyerap uang rakyat
Menyebabkan sang pemilik uang sejati, malah sejatinya yang harus mengemis
Keniscayaan dari daya tipu para mental penjajah
Yang hanya bisa menjajah bangsanya sendiri
Kenyataan yang membuatku selalu tersesat untuk bisa hidup dengan normal
Berperilaku sebagai mana community society yang baik
Bukti ketidakberdayaanku menghadapi iradahMu
Ah, ternyata kita hanya gombal yang masih bisa dipakai
Barang mewah hanya ada di tempat pelelangan saja
Atau mungkin rongsongkan yang dikumpulkan oleh para pemulung manja
Sesungguhnya aku tak inginkan dirimu
Namun dirimu selalu hadir dan merontokkan keangkuhanku sebagai lelaki
Bukti ketidakberdayaanku menghadapi iradahMu
Di pelupuk hatiku melupakanmu
Di Pusara hatiku ada kisah tersembunyi
Dan mengapa yang kuhindari malah datang di sini
Bukti ketidakberdayaanku menghadapi iradahMu
Berikanlah yang terbaik dalam pelarianku
Menuju ridloMu
Aku kehilangan arah menuju tempatMu
Anugerahkanlah sesuatu yang indah dalam hidupku
Meraih kasihMu
Aku dan dirinya selalu dipisahkan selaput membran tipis
Kesalahpahaman-misscomunication
Ironi ini terus menggelayuti perjalanan surgaku
Bukti ketidakberdayaanku menghadapi iradahMu
Aku dan dirinya kini berada dalam dimensi yang berbeda
Namun kedua dimensi itu berada dalam sekeping mata uang
Selamanya dekat namun terpisahkan
Selamanya satu namun tiada pernah bertemu
Selamanya bersama namun tiada pernah berhadapan
Bukti ketidakberdayaanku menghadapi iradahMu
Aku dan dirinya terus bergelantung pada tali kalung leher-leher kehidupan
Dan paling tidak kami merasakan aroma yang sama
Bekas jilatan-jilatan lidah yang tidak terkendali
Merampas segala kesadaran sebagai makhluk
Namun menyempurnakan kewajiban sebagai ciptaan yang paling sempurna
Bukti ketidakberdayaanku menghadapi iradahMu
Suatu ketika, ketika tatapan kita bertemu
Dan senyummu mengembang menyiratkan kebahagiaan sejati
Namun semu karena terlontar dari bayangan cermin cembung yang membalikkan fakta realitas
Hukum fisika yang menggelikan tentang karakteristik bayangan yang muncul dari cermin cembung
Kiri jadi kanan dan kanan jadi kiri
Bukti ketidakberdayaanku menghadapi iradahMu
Suatu ketika, ketika kekalahan itu akhirnya tiba
Sepotong kebijakan menyebabkan mata uang ini tidak berlaku lagi
Sebagian besar mulai ditarik oleh bank-bank yang menyerap uang rakyat
Menyebabkan sang pemilik uang sejati, malah sejatinya yang harus mengemis
Keniscayaan dari daya tipu para mental penjajah
Yang hanya bisa menjajah bangsanya sendiri
Kenyataan yang membuatku selalu tersesat untuk bisa hidup dengan normal
Berperilaku sebagai mana community society yang baik
Bukti ketidakberdayaanku menghadapi iradahMu
Ah, ternyata kita hanya gombal yang masih bisa dipakai
Barang mewah hanya ada di tempat pelelangan saja
Atau mungkin rongsongkan yang dikumpulkan oleh para pemulung manja
Sesungguhnya aku tak inginkan dirimu
Namun dirimu selalu hadir dan merontokkan keangkuhanku sebagai lelaki
Bukti ketidakberdayaanku menghadapi iradahMu
Di pelupuk hatiku melupakanmu
Di Pusara hatiku ada kisah tersembunyi
Dan mengapa yang kuhindari malah datang di sini
Bukti ketidakberdayaanku menghadapi iradahMu
Janur Kuning
Rasa pedih menyayat hatiku ketika janur kuning itu melengkung di depan
rumahmu. Hatiku hancur ketika bunga melati yang dironce-ronce itu dipasang di
gelungan rambutmu. Perasaanku berkecamuk ingin memberontak takdir ini. Engkau
bersanding di pelaminan bukan denganku.
Mati aku. Mati hasratku. Hancur impianku. Berantakan segala spiritualku. Terguncang seluruh tiang ketenangan hatiku. Musnahlah segala kebijaksanaanku. Hati dan nurani telah disita oleh kenyataan pahit. Janur kuning itu benar-benar melengkung di depan rumahmu. Ah, mampus aku!
Saat ini dalam hasratku hanya ingin menunggu jandamu! Meski janda beranak tiga. Meski telah renta. Meski keriput di mana-mana. Tetap, kutunggu jandamu!
Meski engkau tidak mau. Tetap, kutunggu jandamu!
Mati aku. Mati hasratku. Hancur impianku. Berantakan segala spiritualku. Terguncang seluruh tiang ketenangan hatiku. Musnahlah segala kebijaksanaanku. Hati dan nurani telah disita oleh kenyataan pahit. Janur kuning itu benar-benar melengkung di depan rumahmu. Ah, mampus aku!
Saat ini dalam hasratku hanya ingin menunggu jandamu! Meski janda beranak tiga. Meski telah renta. Meski keriput di mana-mana. Tetap, kutunggu jandamu!
Meski engkau tidak mau. Tetap, kutunggu jandamu!
Rayuan Paling Gombal Penikmat Gunung dan Belantara (PGB)
# Hai wanita, engkau adalah sendimen kasihku dalam mengarungi pendakian
ini. Pengikis kulit cintaku hingga semakin licin dan terpeleset. Tatkala segala
perubah, misionaris, dan mesiah bergelimang dosa.
@ Wahai pemilik hati yang paling tidak terduga! Engkau adalah pancaran dari cahaya yang tidak bersumbu. Cahaya yang tidak berminyak. Dan cahaya yang tidak berasap. Menerangi dan menemani kelam asmaraku hingga semakin terlena dan terlupa. Ketika diriku dan dirimu dipisahkan oleh miskomunikasi (takdir).
$ Hanya engkau yang bisa menghidupkan imajinasiku. Hanya dirimu yang bisa membangkitkan gairahku. Dan hanya karena iradahmu aku terbelenggu dalam ikatan maha kuat, cinta pada kesunyian!
* Samar-samar kulihat lekuk tubuhmu. Terang benderang kusaksikan tingkahmu. Fahamlah aku akan karakteristik dirimu. Jelaslah di mataku siapa dirimu sebenarnya. Selalu menciptakan mimpi dan persaingan para lelaki.
% Hidupku bergelimang dosa. Jalanku dipenuhi kekhilafan. Kehendakku dijejali alam pikiranmu. Akhirnya, lelaki ini bersembah ria di antara empat cabang tubuhmu. Melupakan kesedihan. Melupakan kehinaan. Melupakan wajah-wajah yang lain. Terlena. Terlupa.
^ Waktu terus berjalan. Wanita terus berlari dan mengitariku. Sementara takdir mengikatku pada sebuah pohon besar nan rindang. Aku takluk oleh rayuanmu. Jurus-jurus rayuan yang tercipta begitu mempesona. Menipu segala indera. Menghapus memori indah yang lain. Menindas segala perasaan masa lalu. Menjajah keinginan yang dulu terpendam seperti magma gunung. Segala membeku dan mengeras menjadi fosil-fosil yang hanya diakui karena kebodohannya.
NB: Tulisan ini kupersembahkan untuk khusus wanita di Group Penikmat Gunung dan Belantara (PGB)!
@ Wahai pemilik hati yang paling tidak terduga! Engkau adalah pancaran dari cahaya yang tidak bersumbu. Cahaya yang tidak berminyak. Dan cahaya yang tidak berasap. Menerangi dan menemani kelam asmaraku hingga semakin terlena dan terlupa. Ketika diriku dan dirimu dipisahkan oleh miskomunikasi (takdir).
$ Hanya engkau yang bisa menghidupkan imajinasiku. Hanya dirimu yang bisa membangkitkan gairahku. Dan hanya karena iradahmu aku terbelenggu dalam ikatan maha kuat, cinta pada kesunyian!
* Samar-samar kulihat lekuk tubuhmu. Terang benderang kusaksikan tingkahmu. Fahamlah aku akan karakteristik dirimu. Jelaslah di mataku siapa dirimu sebenarnya. Selalu menciptakan mimpi dan persaingan para lelaki.
% Hidupku bergelimang dosa. Jalanku dipenuhi kekhilafan. Kehendakku dijejali alam pikiranmu. Akhirnya, lelaki ini bersembah ria di antara empat cabang tubuhmu. Melupakan kesedihan. Melupakan kehinaan. Melupakan wajah-wajah yang lain. Terlena. Terlupa.
^ Waktu terus berjalan. Wanita terus berlari dan mengitariku. Sementara takdir mengikatku pada sebuah pohon besar nan rindang. Aku takluk oleh rayuanmu. Jurus-jurus rayuan yang tercipta begitu mempesona. Menipu segala indera. Menghapus memori indah yang lain. Menindas segala perasaan masa lalu. Menjajah keinginan yang dulu terpendam seperti magma gunung. Segala membeku dan mengeras menjadi fosil-fosil yang hanya diakui karena kebodohannya.
NB: Tulisan ini kupersembahkan untuk khusus wanita di Group Penikmat Gunung dan Belantara (PGB)!
Pendakian Gunung Penanggungan – Semeru – Rinjani – Agung
Misi : Pendakian Gunung Penanggungan – Semeru – Rinjani – Agung
Waktu : 13 Agustus 2008 – Akhir Agustus 2008
Pendaki
Nama Akta Lahir : Saiful Amin
Nama hidup : Lelaki Sunyi
Lafadz pendakianku:
Demi udara yang terus ku hirup
Demi risalah hati yang terus ku cari
Kuyakinkan diri bahwa hanya pada gunung udara paling murni bersemayam dan segala definisi hidup
terurai!
Sepenggal Prolog
Assalamu’alaikum, selamat pagi Indonesia, semoga ketenangan alam lestari!
Innalhamdalillah. Sesungguhnya kesejatian sanjungan hanya milik Allah SWT. Meskipun demikian atas kemurahanNya pujian dapat disematkan bibir kepada segala manifestasi Allah SWT yang sungguh berkesan dan meninggalkan hikmah panjang, gunung!
Allahumma shalli wasallim ‘ala sayyidina Muhammad SAW. Shalawat salam atas kesempurnaan contoh Muhammad SAW kepada umatnya, tidak pernah terlupa selalu menghuni peringkat kedua setelah sanjungan kepada Allah SWT. Seorang hamba yang mengawali proses kenabiannya melalui khalwat di dalam gua dimana gua merupakan bagian dari alam yang patut dilestarikan keberadaannya. Dan nabi telah menunjukkan bukti keistimewaan berkhalwat di dalam gua!
Penulis tidak tahu pasti kapan mulai jatuh cinta pada gunung. Awal-awal perkuliahan tahun 2001 tidak banyak perubahan persepsi penulis terhadap gunung. Hanya setelah tahun-tahun berikutnya di organisasi sering kali dilakukan kegiatan lintas alam yang menyebabkan penulis merasa jenuh di akhir masa kuliah. Namun di tahun 2003, ada kawan yang sempat mengajak penulis untuk mendaki gunung Arjuna (3.339 m dpl). Jadilah itu pengalaman pertama mendaki gunung.
Seiring dengan banyaknya hobi yang pernah penulis coba dan pengalaman-pengalaman yang organisasi berikan kepada penulis sampailah penulis pada kesimpulan ketertarikan penulis pada gunung bahwa hanya pada gunung udara paling murni bersemayam dan segala definisi hidup terurai. Artinya sumber utama risalah (baca: pertanyaan hidup) hanya gununglah yang mampu menjawab kompleksitas dari segala esensi kegemaran (hobi). Ruh dan nur yang bersemayam di gunung sungguh tiada duanya. Sempurna!
Runtutan waktu sampailah penulis pada kondisi yang sungguh luar biasa. Kegilaan penulis terhadap gunung benar-benar mencapai puncaknya. Kegilaan ini tidak muncul tiba-tiba, namun dipengaruhi kondisi internal dan eksternal yang tidak semua disampaikan di catatan pendakian Agustus 2008 karena bersifat sangat pribadi.
Kondisi internal yang dialami oleh penulis adalah adanya kesadaran untuk terus meng-up grade kompetensi penulis sebagai seorang pendaki. Bagi penulis, prinsip memahami gunung adalah prinsip learning by doing. Artinya ilmu gunung tidak diperoleh dari bangku formal meskipun ada diklat pecinta alam namun pengalaman pribadi penulis menunjukkan diklat formal hanya sekedar numpang lewat saja dan hanya berfungsi menambah perbendaharaan wawasan tanpa mengintervensi proses pembentukan diri. Oleh karena itu penulis meningkatkan target gunung yang harus didaki di tahun 2008 mencapai 10 gunung dengan kuantitas dan kualitas beragam. Proses merintis memang jauh dari sempurna namun perintis selalu terabadikan oleh jaman.
Sedangkan kondisi eksternal dipengaruhi oleh berbagai peristiwa-peristiwa kecil. Seperti hilangnya beberapa sahabat karena mendapat pekerjaan di lokasi yang jauh atau akibat adanya pernikahan sehingga menyebabkan komunikasi menjadi berkurang signifikan.
Akhirnya, sampailah penulis pada misi terberat dan tersulit pada tataran persepsi kontemporer yaitu mendaki gunung Penanggungan (Jawa Timur), gunung Semeru (Jawa Timur), gunung Rinjani (pulau Lombok), dan gunung Agung (pulau Bali) di pertengahan bulan Agustus 2008. Berat dan sulit karena minim budget, minim informasi, minim waktu dan minim kompetensi sebagai seorang pendaki.
Tentunya dengan perencanaan dan hati yang pasrah mengikuti petunjuk dan iradah Allah SWT dalam menjalankan ciptaanNya, penulis pun berangkat pada tanggal 13 Agustus 2008 dari Surabaya. Misi ini pada akhirnya diselesaikan pada akhir Agustus, tepatnya 29 Agustus 2008. Maha Suci Allah SWT yang telah menjalankan ciptaanNya sehingga dengan tuntunan dan perlindunganNya penulis akhirnya pulang dengan selamat tidak kurang suatu apapun.
Meskipun Allah SWT-lah dalang utamanya, namun manifestasiNya dalam keberhasilan pendakian ini tidak bisa dikesampingkan. Oleh karenanya, penulis sangat berterimakasih kepada kawan-kawan pendaki, sobat-sobat pecinta alam dan teman yang bertemu di perjalanan yang tidak terduga sebelumnya. Sungguh kuasa Allah SWT berada di atas segalanya.
Pertama penulis sebut Om Jawul beserta keluarga (termasuk Ayub dan Heru). Semoga ketenangan hati terus lestari! Sungguh suatu kebanggaan bisa mendaki dengan Om Jawul. Saya melihat adanya ruang dan waktu yang teramat istimewa menjadi katalis proses pembentukan Om Jawul sehingga menjadi pribadi yang mengagumkan. Teramat mahir dalam melihat dan memposisikan diri pada segala situasi. Pemikiran mulia-realis penulis tangkap di sepanjang obrolan yang menghiasi derap langkah kita menuju dan pulang di pendakian Semeru. Kadangkala penulis berpikir hikmah perjalanan yang paling mudah diperoleh tanpa harus berpikir keras atau berada dalam situasi yang keras adalah mendengarkan Sang Pengalaman berbicara pada kita. Dan itu penulis temukan dalam pembicaraan Om Jawul. Tidak kalah pentingnya penulis sampaikan terima kasih atas include-nya perjalanan dan logistik sehingga penulis bisa berhemat perbekalan menuju gunung Rinjani dan gunung Agung yang memang terbatas. Semoga penulis diberi kesempatan untuk membalas kebaikan Om Jawul!
Kedua, penulis sampaikan terima kasih atas kebaikan Gemblung sekeluarga dalam perannya mengupayakan informasi, tiket dengan harga miring dan menghubungkan penulis dengan staf bus-Mas Imam dan polhut Sembalun-Mas Pri sehingga penulis bisa berangkat ke Rinjani dengan hati yang mantap. Tumpangan selama penulis menunggu keberangkatan bus tidak pernah penulis lupakan.
Mas Imam sekeluarga atas keramahan, tumpangan, dan perlindungannya meski di tengah kondisi sulit, membuat penulis mengerti dan melahirkan refresh pemahaman akan sebuah persaudaraan sesama anak bangsa Indonesia.
Dukungan moril! Doa-doa dari kawan-kawan PLN Mojosari (Mas Wadi dan Mas Ikhsan), Mas Sholeh, Mas Slamet, kawan-kawan MENWA (P. Sugiharto, P. Santo dan P. Mashudi), kawan-kawan Sidoarjo (Hendy, Indra, Doni, Taufik), kawan-kawan pendakian Semeru lainnya (Santoso, Gunawan), Nyong, Cak Hilmi, Joyo, dan kawan-kawan survei Solusi Prima/SP mengawali keberangkatan, di tengah perjalanan dan sampai penulis kembali lagi sungguh menegarkan dan menguatkan fisik dan mental penulis dikala menempuh perjalanan sendiri menuju rimba belantara dan bebatuan pegunungan.
Mas Pri beserta keluarga besar Polhut Sembalun atas informasi, kebaikan dan keramahan yang sangat menenangkan perjalanan yang sungguh melelahkan dan seringkali berlangsung dalam kondisi penat. Terima kasih tiket masuk gratisnya Mas! Itu sangat membantu budget saya yang memang sangat terbatas sekali.
Tentunya tidak sah jika saya tidak menyebut teman seperjalanan saya menuju tempat dimana Dewi Anjani menghabiskan hari-harinya, Mr Aik, wisatawan dari Negeri Singa, Singapura. Inilah pengalaman pertama saya menjadi guide bagi pendaki dari luar negeri. Berbekal bahasa Inggris yang kocar-kacir senang rasanya bisa berkomunikasi dengan Anda di sepanjang perjalanan menuju dan pulang dari puncak Rinjani. Ternyata Anda sangat kuat dalam mendaki dan kuat juga dalam makan. Terima kasih atas traktir makan malamnya di Kota Mataram. Kita ternyata sama-sama doyan makan he... he... he... Maaf saya tidak bisa menemani ke Pantai Senggigi,terbatasnya waktu membuat saya hanya bisa meluangkan waktu sebentar di tempat tersebut sehingga saya takut mengecewakan Anda.
Bapak Polisi Ida Bagus Astawa atas kemudahan perijinan mendaki Gunung Agung dan juga tumpangan menginap di kantor Polsek Pura Besakih. Saya tahu sulit mengijinkan pendaki yang mendaki untuk pertama kalinya di Gunung Agung dan mendaki sendiri setelah adanya kejadian kematian 3 pendaki bulan lalu. Terima kasih atas kepercayaannya.
Beli Putu sekeluarga. Seorang guide yang berhati mulia. Memberi tumpangan menginap dan makanan selama menunggu kendaraan menuju Terminal Klungkung. Terima kasih juga atas acara jalan-jalan ke sumber air Arca. Selama berhari-hari belum pernah penulis bertemu dengan air sebening dan sesegar itu. Kabari penulis jika jadi ke Surabaya. Penulis tidak sabar ingin membalas kebaikan Beli Putu!
Kawan sevisi, contoh kesabaran dan guru alam penulis Mas Evil Face (Harry Prans) yang tidak pernah bosan dengan kedatangan penulis yang selalu merepotkan. Sungguh tidak terduga kalau ada acara diklat. Kalau tahu begitu maka misi petualangan ini akan berakhir ketika diklat itu berakhir juga. Sayang sekali karena penulis telah berjanji untuk mendampingi petugas Bank Indonesia (BI) untuk melakukan kegiatan survey lapangan di Lamongan. Mungkin kegiatan berikutnya. Penulis harapkan undangan pembukaan jalur Raung jilid II! Sorry, kemarin di Rowo Bayu saya hanya bisa jadi penonton saja ketika 4 cewek kesurupan-penulis merasa personil yang lain sudah sangat sigap dengan situasi yang terjadi hanya saja proses selanjutnya yang terlihat adalah kepanikan yang berlebihan.
Terima kasih juga penulis haturkan bagi pihak-pihak yang tidak disebutkan dalam tulisan ini, seperti beberapa orang yang menunjukkan jalan yang benar ketika penulis tersesat di pendakian gunung Penanjakan dan gunung Agung. Semoga kebaikan itu menjadi katalis positif menuju perubahan batin dan perilaku yang mencerminkan kesempurnaan makhluk Tuhan yang paling mulia. Amien!
Tiada sesuatupun yang sempurna di dunia ini. Oleh karenanya proses belajar ini tidak akan pernah berhenti. Kritik pedas-konstruktif sangat penulis harapkan. Teguran menggugah sangat penulis nanti-nantikan. Sebagai katalis, tentunya penulis berharap menemukan dan bertemu dengan dimensi ruang dan waktu dengan manusia-manusia istimewa yang pada akhirnya merevolusi segala kejumudan diri penulis. Semoga!
Dasar keinginan
Ketidakpuasan lahir batin terhadap skenario pendakian yang selama ini telah dilakukan penulis. Bentuk ketidakpuasan tersebut adalah terlalu monoton (satu gunung terdaki lantas pulang), masih terbelenggu di wilayah Jawa Timur, menyebabkan pengalaman kurang beragam.
Faktor pendukung
Feeling yang dirasakan cukup baik dan diyakini dengan niat dan keinginan yang menggebu-gebu diharapkan seluruh kendala yang dihadapi dapat diatasi.
Target Tempat dan Waktu
Target tempat adalah:
1. Gunung Penanggungan
Lokasi: Trawas Mojokerto
2. Gunung Semeru
Lokasi: Ranupane Lumajang
3. Gunung Agung
Lokasi: Pura Besakih Bali
4. Gunung Rinjani
Lokasi: Sembalun Lawang Lombok
Target waktu yang diharapkan adalah mulai tanggal 13 Agustus 2008 sampai akhir Agustus 2008. Keyakinan penulis adalah pergerakan manusia telah ada yang menuntun, yaitu Sang Pencipta sehingga kapan mulai dan kapan selesai murni menjadi iradahNya. Penulis hanya menjalani dan berusaha
semaksimal mungkin untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Realitas!
13 Agustus 2008
Pagi yang cerah dengan semangat yang menggebu-gebu mengawali perjalanan misi pendakian di pertengahan Agustus 2008. Setelah 4 jam berkutat dengan transportasi dari Surabaya akhirnya sampailah pada perjalanan kaki menunju puncak gunung Penanggungan dari jalur Tamiajeng Trawas Mojokerto.
Perjalanan kali ini sungguh di luar dugaan. Hal ini terkait dengan kondisi cuaca yang sungguh bertolak belakang dengan data terakhir dimana sudah berbulan-bulan tidak turun hujan, namun hari ini hujan turun dengan deras. Kondisi ini diperparah dengan kealpaan penulis dengan jalur sehingga penulis tersesat, meskipun semuanya masih bisa dikondisikan.Ada seorang tua yang menunjukkan jalan ke jalur yang benar.
Perjalanan ke puncak yang seharusnya dapat ditempuh antara 4 jam sampai dengan 5 jam harus molor sampai 6 jam karena becek dan menunggu hujan reda.
Ke puncak penulis harus mendaki sendiri dan untuk beberapa lama sendirian bersama kesunyian di puncak, namun akhirnya tiba 4 personil dari Mojokerto tepatnya dari Desa Lebaksono Kecamatan Mojosari. “Semoga kita semua mendapatkan ketenangan hati yang lestari dan mengambil hikmah dari perjalanan di Gunung Penanggunan bukan malah sebaliknya Brow!”.
Kondisi tidak kalah hebat terjadi di puncak dimana terjadi kabut tebal dan sebagian malam diisi dengan turun hujan deras.Ini pertama kali di musim kemarau matahari tidak mampu menembus tebalnya kabut puncak Gunung Penanggungan sampai pukul 07.00 WIB.
Sebelum turun penulis harus jemur perlengkapan dulu karena kebasahan.
Menuruni Gunung Penanggungan memang harus ekstra hati-hati mengingat jalanan licin usai hujan semalam. Kemiringan dan kerikil bebatuan juga patut dicermati oleh langkah kaki.
Akhirnya sampai juga di jalan raya menuju Mojosari Mojokerto. Namun ternyata angkutan umum menjadi barang langka di jalur ini. Kami pun berjalan kaki sambil seseali dapat tumpangan dari sopir truk yang berbaik hati. Sesampai di rumah Rojek di desa Lebaksono permasalahan transportasi dapat teratasi. Rojek sendiri yang mengantarkanku ke Kantor PLN Mojosari. Janji penulis untuk bertemu dengan kawan dari Mojokerto (Om Jawul) dapat terpenuhi tepat minus 1 jam di 14 Agustus 2008. Terima kasih Rojek!
15 Agustus 2008
Sungguh perbuatan baik akan mendapat perlakuan baik di saat yang tak terduga. Benar adanya, bahwa sifat baik akan bertemu dengan sifat yang lebih baik karena itu bagian dari proses belajar di mana Sang Pencipta memberikan contoh bukan teori, lemma, atau formula. Kondisi ini kutemukan ketika berjumpa dengan Om Jawul!
Di rumah om Jawul telah berkumpul 7 orang termasuk aku. Pagi ini kita meluncur dengan menggunakan Mobil Willis Om Jawul. Menjelang sore hari kita telah sampai di Ranupane dan berjalan kaki menuju Ranukumbolo!
Setelah digabungkan dengan teman-teman yang lain yang janji ketemu di pasar Tumpang Malang maka keseluruhan skuad menjadi 14 personil. Sungguh kemeriahan yang langka terjadi. Apalagi dalam sebuah pendakian gunung tertinggi di tanah Jawadwipa. Akhirnya, menjelang malam kita sampai di Ranukumbolo dan mendirikan tenda di situ. Kita (Aku, Heru dan Santoso) ngegosip sampai dini hari!
16 Agustus 2008
Pagi hari yang cerah! Ranukumbolo menawarkan eksotika alam yang berbeda.
Agenda hari ini adalah jalan kaki menuju Arcopodo sebelum ngetrek ke Mahameru.
Perjalanan ini dipenuhi semangat dan optimisme. Di sepanjang perjalanan berkali-kali letupan Mahameru seakan berkata “Bersegeralah, tidakkah engkau mencium aroma pembakaran maha murni ini!”
Usai melewati beberapa pos pendakian di antaranya Oro-oro Ombo, Cemara Kandang, Jambangan dan Kalimati, akhirnya sampailah di Arcopodo. Sebuah tempat yang dicapai setelah melakukan perjalanan dengan trek yang spesial. Di sini kita mendirikan tenda dan santai menunggu dini hari.
17 Agustus 2008
Maha suci Allah SWT dengan segala pertandanya. Anugerah ini sungguh tiada tara. Bertepatan dengan malam 17 Agustus 2008 adalah bulan purnama dan juga malam Nisfu Sya’ban. Sungguh momen mulia yang langka. Apalagi dini hari ini kita disuguhi pemandangan dari salah satu fenomena alam yaitu gerhana bulan. Juga syukur tiada terkira karena penulis ternyata mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas pendakian yang sungguh luar biasa. Ketahanan dan kecepatan yang sangat penulis idam-idamkan tercapai di tempat ini. Awal dari suatu proses atau pencapai dari serangkaian proses tidaklah penting. Esensi telah tercapai meski bagaimanapun keadaannya. Sekarang terjadi badai di puncak Semeru, Mahameru! Penulis berhasil mencapai titik tengah puncak sendirian meski dengan berjalan mundur karena pasir bertebaran tiada henti.
Badai yang tidak pernah berhenti sehingga menghentikan segala rencana manusia yang ada di sini. Semua yang merasa sudah tidak mampu bertahan di Mahameru dipersilahkan turun!
Dalam kondisi yang sulit untuk bertahan karena badai yang menerbangkan pasir. Dingin yang membekukan jemari namun keinginan penulis untuk mengabadikan momen 17 Agustus 2008 di Mahameru tidak terhentikan!
Hikmah!
Dimana ada keinginan di situ ada jalan. Dimana ada harap tulus di situ ada pertolongan. Logika tidak akan mampu menjelaskan bagaimana Sang Pencipta menuntun ciptaanNya. Itulah yang penulis rasakan ketika menuju Rinjani dan Agung!
19 - 20 Agustus 2008
Perjalanan ini sesungguhnya yang memberatkan langkahku. Ongkos yang mahal dan harus berada dalam kondisi dan posisi yang tidak nyaman: duduk di bangku bus!
Ya, perjalanan dari Surabaya ke Mataram berlangsung lama karena terjadi gelombang besar di selat Bali sehingga harus menunggu selat Bali dibuka. Malam jam Sembilan akhirnya sampai di Terminal Mataram dan malam ini aku menginap di rumah Mas Imam, Kondektur Bus.
21 Agustus 2008
Setelah dua kali pindah angkot dari terminal Mataram akhirnya sampailah di Resort perhutani Sembalun! Ketika mempersiapkan segala yang diperlukan untuk mendaki Rinjani tiba-tiba Turis dari Singapura Mr Ong Poh Aik datang. Sesuai dengan prosedur keamanan turis maka dibutuhkan minimal seorang guide dan porter. Karena kebaikan Mas Pri (Polhut Resort Sembalun) maka Mr Aik hanya membayar seorang porter dan aku menjadi guide-nya.
Pukul 2 siang waktu setempat kita baru memulai perjalanan sehingga pukul 10 malam kita baru sampai di Pelawangan Sembalun.
Bukit penyesalan dan bukit Bak-bakan (semoga tidak salah sebut) sungguh mengesankan. Bukit dengan pepohonan yang sangat jarang sehingga ketika angin kencang bertiup sungguh sangat terasa di perjalanan malam ini.
Tapi bagi seorang pendaki bukankah suatu hal yang wajar bertemu dengan trekking, kabut tebal, angin menderu, tebing curam, hujan dan kadang-kadang gas beracun?
22 Agustus 2008
Jam 3 pagi kita meluncur menuju puncak. Sungguh diluar dugaan. Rinjani memiliki jalur yang lebih panjang bila dibandingkan Arcopodo menuju Mahameru. Dengan berbekal sepotong roti (karena kupikir tidak jauh beda dengan Semeru) aku terus berjalan mendaki. Dengan perjuangan demi mendapatkan sunrise di puncak maka perjuangan ini tidak mengenal kata menyerah. Sebelum matahari terbit sampailah aku di puncak!
Hanya rasa syukur yang memenuhi benakku. Allah SWT Maha Mengetahui segala keinginan kuat hambaNya. Pengorbanan ini terbayar sudah!
Maha Suci Allah dengan segala Maha EksotikaNya. Sungguh hanya mereka yang memiliki kesungguhan dan ketulusan dalam pendakian saja yang akan selalu diberikan anugerah menyaksikan Maha Penciptaan Maha Sempurna!
Pantang menyerah. Terjatuh namun bangkit kembali! Terus begitu sampai puncak terdaki!
Hal lain yang menarik dari Rinjani adalah mengenai sumber air yang terdapat di sepanjang jalur pendakian Rinjani. Tanpa mengabaikan ketahanan fisik para pecinta alam terhadap segala ketidaknyamanan penulis informasikan bahwa hanya di Pos III dan Pelawangan Sembalun yang terdapat air yang layak untuk dikonsumsi. Khusus sumber air di Pelawangan Sembalun memiliki kualitas yang sangat baik sampai-sampai dipercaya mampu membuat kulit menjadi lebih muda. Wallahu a’lam bisshawwab!
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Danau Segara Anak. Jalur ini sungguh curam dan saat ini dipenuhi kabut tebal dengan jarak pandang 5 meter sampai dengan 10 meter. Perjalanan mencapai 2 jam lebih!
Sesampai di Danau Segara Anak tidak lama kemudian turun hujan dan kabut semakin tebal sehingga diputuskan untuk berkemah!
23 Agustus 2008
Pagi buta kita sudah dalam perjalanan dari Segara Anak menuju Pelawangan Senaru! Pukul 8 pagi kita sampai di Pelawangan Senaru!
Setelah menempuh perjalanan dengan hutan basah kita akhirnya sampai di Pos Perijinan Senaru jam 2 siang!
Alhamdullillah akhirnya sampai. Dan perjalanan dilanjutkan ke Bali ke Gunung Agung tetapi sebelumnya mampir ke rumah Mas Imam buat bermalam dan pantai Senggigi!
25 Agustus 2008
Bali adalah sebuah pulau dengan religiusitas yang sangat kental. Apalagi penulis datang bertepatan dengan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Jadi, suasana upacara keagamaan tidak terhitung banyaknya penulis temui. Tak terkecuali di pura terbesar di Pulau Bali, Pura Besakih.Setelah menempuh perjalanan 7 jam sampailah penulis di Pura Besakih dan beruntuk polisi penjaga perijinan tidak memungut seperserpun biaya masuk mendaki Gunung Agung dan mempersilahkan untuk menginap semalam sebelum esok pagi memulai pendakian.
26 Agustus 2008
Pagi pukul 08.00 waktu setempat penulis mulai perjalanan menuju puncak Gunung Agung. Bayangan yang ada di benak penulis adalah bahwa Gunung Agung adalah gunung yang harus diwaspadai dari sisi kereligiusan masyarakat di kawasan Gunung Agung. Kereligiusan ini menurut penulis lebih terbangun karena unsur ketakutan (punishment) dari pada unsur imbalan (reward). Hal ini terkait informasi yang sampai pada penulis sebelum melakukan pendakian ini. Meski demikian penulis menguatkan dan menetapkan hati untuk terus mendaki apapun yang terjadi.
Setelah berjalan 3 jam dalam hutan basah akhirnya penulis melihat sebuah papan bertuliskan arah menuju Pura Giri Kusuma. Penulis memutuskan beristirahat dan merebus mie instan yang penulis bawa. Karena hanya memasak untuk diri sendiri selang 30 menit penulis telah dalam perjalanan kembali menuju pos berikutnya (sasaran penulis adalah mendirikan tenda di Kori Agung/Batu Besar).
Setelah menempuh perjalanan 3 jam akhirnya penulis sampai di sebuah tempat yang penulis yakini sebagai Kori Agung. Karena agak sedikit ragu dan untuk lebih meyakinkan, penulis mengirim sms kepada Yeti teman dari Universitas Panglima Sudirman Purwokerto mengenai tempat ini. Dan memang benar tempat ini yang disebut Kori Agung. Penulis lihat masih pukul 2 siang. Matahari masih panas menyengat. Suasana di sini sungguh kontras dibandingkan hutan basah yang harus penulis tembus sebelum sampai di Kori Agung. Kabut tebal dan gerimis mewarnai perjalanan menembus hutan tersebut.
Suasana sore ini begitu indah. Maha suci Allah SWT yang memberikan anugerah ini padaku. Seorang diri di suatu tempat mistik yang indah. Sungguh anugerah yang tiada terkira. Aku pun duduk sambil memandangi segala keindahan ini.
Malam pun akhirnya tiba. Kuhabiskan malam ini di dalam tenda seorang diri. Meski begitu hanya sedikit kekhawatiran melintas dalam dadaku. Aku sungguh merasa sangat tenang!
27 Agustus 2008
Pukul 4 pagi terdengar suara dari bawah naik mendekat ke arah tendaku. Dan benar saja 2 orang bule dipandu seorang guide berjalan cepat ke arah tendaku.
Setelah ku sapa ternyata Beli Putu yang menjadi guide-nya. Kami akhirnya bersama-sama menuju puncak.
Dua orang bule itu bernama Diana dan Frank. Dua-duanya berasal dari New York, Amerika Serikat. Sebelum matahari terbit aku telah sampai ke puncak III Agung (Agung memiliki 3 puncak). Alhamdulillah!
Pemandangan di puncak begitu menakjubkan. Di sisi timur tampak Gunung Rinjani. Di sisi barat tampat rangkaian pegunungan Bali dan di seberang sana tampak rangkaian gunung yang ada di Banyuwangi (Raung, Merapi, Ijen, Widodaren, dll).
Setelah satu jam di puncak kami pun memutuskan turun.
Karena aku harus melipat tenda dan membereskan perlengkapanku, dua orang bule itu turun duluan. Dalam proses merapikan bawaanku, penulis diganggu seekor Kera yang cukup agresif dan pemberani. Sudah beberapa kali penulis kejar masih juga kembali mengganggu. Penulis sangat benci dengan kondisi terintimidasi. Tapi akhirnya penulis bisa pergi dengan seluruh barang bawaan. Alhamdulillah!
28 Agustus 2008
Memang sudah dasar nasib, nasibku masih belum jauh dari nuansa hutan. Setelah seharian menempuh perjalanan dari Bali ke Banyuwangi menuju tempat tinggal Mas Evil ternyata aku harus kembali tidur di dalam tenda. Ternyata kedatanganku bertepatan dengan acara diklat yang sudah berlangsung 2 hari yang lalu dan kini waktunya Mas Evil nyusul menemui adik-adiknya. Jadilah masuk hutan lagi, tapi seneng kok suasananya lebih meriah karena banyak orang!
Perjalanan dan perjalanan adalah katalisator terbaik dalam proses transformasi diri!
NB:
- Tulisan ini sangat menjemukan
- Dokumentasi perjalanan ini dapat dilihat di album Penanggungan, Semeru 2008, Rinjani dan Agung
Waktu : 13 Agustus 2008 – Akhir Agustus 2008
Pendaki
Nama Akta Lahir : Saiful Amin
Nama hidup : Lelaki Sunyi
Lafadz pendakianku:
Demi udara yang terus ku hirup
Demi risalah hati yang terus ku cari
Kuyakinkan diri bahwa hanya pada gunung udara paling murni bersemayam dan segala definisi hidup
terurai!
Sepenggal Prolog
Assalamu’alaikum, selamat pagi Indonesia, semoga ketenangan alam lestari!
Innalhamdalillah. Sesungguhnya kesejatian sanjungan hanya milik Allah SWT. Meskipun demikian atas kemurahanNya pujian dapat disematkan bibir kepada segala manifestasi Allah SWT yang sungguh berkesan dan meninggalkan hikmah panjang, gunung!
Allahumma shalli wasallim ‘ala sayyidina Muhammad SAW. Shalawat salam atas kesempurnaan contoh Muhammad SAW kepada umatnya, tidak pernah terlupa selalu menghuni peringkat kedua setelah sanjungan kepada Allah SWT. Seorang hamba yang mengawali proses kenabiannya melalui khalwat di dalam gua dimana gua merupakan bagian dari alam yang patut dilestarikan keberadaannya. Dan nabi telah menunjukkan bukti keistimewaan berkhalwat di dalam gua!
Penulis tidak tahu pasti kapan mulai jatuh cinta pada gunung. Awal-awal perkuliahan tahun 2001 tidak banyak perubahan persepsi penulis terhadap gunung. Hanya setelah tahun-tahun berikutnya di organisasi sering kali dilakukan kegiatan lintas alam yang menyebabkan penulis merasa jenuh di akhir masa kuliah. Namun di tahun 2003, ada kawan yang sempat mengajak penulis untuk mendaki gunung Arjuna (3.339 m dpl). Jadilah itu pengalaman pertama mendaki gunung.
Seiring dengan banyaknya hobi yang pernah penulis coba dan pengalaman-pengalaman yang organisasi berikan kepada penulis sampailah penulis pada kesimpulan ketertarikan penulis pada gunung bahwa hanya pada gunung udara paling murni bersemayam dan segala definisi hidup terurai. Artinya sumber utama risalah (baca: pertanyaan hidup) hanya gununglah yang mampu menjawab kompleksitas dari segala esensi kegemaran (hobi). Ruh dan nur yang bersemayam di gunung sungguh tiada duanya. Sempurna!
Runtutan waktu sampailah penulis pada kondisi yang sungguh luar biasa. Kegilaan penulis terhadap gunung benar-benar mencapai puncaknya. Kegilaan ini tidak muncul tiba-tiba, namun dipengaruhi kondisi internal dan eksternal yang tidak semua disampaikan di catatan pendakian Agustus 2008 karena bersifat sangat pribadi.
Kondisi internal yang dialami oleh penulis adalah adanya kesadaran untuk terus meng-up grade kompetensi penulis sebagai seorang pendaki. Bagi penulis, prinsip memahami gunung adalah prinsip learning by doing. Artinya ilmu gunung tidak diperoleh dari bangku formal meskipun ada diklat pecinta alam namun pengalaman pribadi penulis menunjukkan diklat formal hanya sekedar numpang lewat saja dan hanya berfungsi menambah perbendaharaan wawasan tanpa mengintervensi proses pembentukan diri. Oleh karena itu penulis meningkatkan target gunung yang harus didaki di tahun 2008 mencapai 10 gunung dengan kuantitas dan kualitas beragam. Proses merintis memang jauh dari sempurna namun perintis selalu terabadikan oleh jaman.
Sedangkan kondisi eksternal dipengaruhi oleh berbagai peristiwa-peristiwa kecil. Seperti hilangnya beberapa sahabat karena mendapat pekerjaan di lokasi yang jauh atau akibat adanya pernikahan sehingga menyebabkan komunikasi menjadi berkurang signifikan.
Akhirnya, sampailah penulis pada misi terberat dan tersulit pada tataran persepsi kontemporer yaitu mendaki gunung Penanggungan (Jawa Timur), gunung Semeru (Jawa Timur), gunung Rinjani (pulau Lombok), dan gunung Agung (pulau Bali) di pertengahan bulan Agustus 2008. Berat dan sulit karena minim budget, minim informasi, minim waktu dan minim kompetensi sebagai seorang pendaki.
Tentunya dengan perencanaan dan hati yang pasrah mengikuti petunjuk dan iradah Allah SWT dalam menjalankan ciptaanNya, penulis pun berangkat pada tanggal 13 Agustus 2008 dari Surabaya. Misi ini pada akhirnya diselesaikan pada akhir Agustus, tepatnya 29 Agustus 2008. Maha Suci Allah SWT yang telah menjalankan ciptaanNya sehingga dengan tuntunan dan perlindunganNya penulis akhirnya pulang dengan selamat tidak kurang suatu apapun.
Meskipun Allah SWT-lah dalang utamanya, namun manifestasiNya dalam keberhasilan pendakian ini tidak bisa dikesampingkan. Oleh karenanya, penulis sangat berterimakasih kepada kawan-kawan pendaki, sobat-sobat pecinta alam dan teman yang bertemu di perjalanan yang tidak terduga sebelumnya. Sungguh kuasa Allah SWT berada di atas segalanya.
Pertama penulis sebut Om Jawul beserta keluarga (termasuk Ayub dan Heru). Semoga ketenangan hati terus lestari! Sungguh suatu kebanggaan bisa mendaki dengan Om Jawul. Saya melihat adanya ruang dan waktu yang teramat istimewa menjadi katalis proses pembentukan Om Jawul sehingga menjadi pribadi yang mengagumkan. Teramat mahir dalam melihat dan memposisikan diri pada segala situasi. Pemikiran mulia-realis penulis tangkap di sepanjang obrolan yang menghiasi derap langkah kita menuju dan pulang di pendakian Semeru. Kadangkala penulis berpikir hikmah perjalanan yang paling mudah diperoleh tanpa harus berpikir keras atau berada dalam situasi yang keras adalah mendengarkan Sang Pengalaman berbicara pada kita. Dan itu penulis temukan dalam pembicaraan Om Jawul. Tidak kalah pentingnya penulis sampaikan terima kasih atas include-nya perjalanan dan logistik sehingga penulis bisa berhemat perbekalan menuju gunung Rinjani dan gunung Agung yang memang terbatas. Semoga penulis diberi kesempatan untuk membalas kebaikan Om Jawul!
Kedua, penulis sampaikan terima kasih atas kebaikan Gemblung sekeluarga dalam perannya mengupayakan informasi, tiket dengan harga miring dan menghubungkan penulis dengan staf bus-Mas Imam dan polhut Sembalun-Mas Pri sehingga penulis bisa berangkat ke Rinjani dengan hati yang mantap. Tumpangan selama penulis menunggu keberangkatan bus tidak pernah penulis lupakan.
Mas Imam sekeluarga atas keramahan, tumpangan, dan perlindungannya meski di tengah kondisi sulit, membuat penulis mengerti dan melahirkan refresh pemahaman akan sebuah persaudaraan sesama anak bangsa Indonesia.
Dukungan moril! Doa-doa dari kawan-kawan PLN Mojosari (Mas Wadi dan Mas Ikhsan), Mas Sholeh, Mas Slamet, kawan-kawan MENWA (P. Sugiharto, P. Santo dan P. Mashudi), kawan-kawan Sidoarjo (Hendy, Indra, Doni, Taufik), kawan-kawan pendakian Semeru lainnya (Santoso, Gunawan), Nyong, Cak Hilmi, Joyo, dan kawan-kawan survei Solusi Prima/SP mengawali keberangkatan, di tengah perjalanan dan sampai penulis kembali lagi sungguh menegarkan dan menguatkan fisik dan mental penulis dikala menempuh perjalanan sendiri menuju rimba belantara dan bebatuan pegunungan.
Mas Pri beserta keluarga besar Polhut Sembalun atas informasi, kebaikan dan keramahan yang sangat menenangkan perjalanan yang sungguh melelahkan dan seringkali berlangsung dalam kondisi penat. Terima kasih tiket masuk gratisnya Mas! Itu sangat membantu budget saya yang memang sangat terbatas sekali.
Tentunya tidak sah jika saya tidak menyebut teman seperjalanan saya menuju tempat dimana Dewi Anjani menghabiskan hari-harinya, Mr Aik, wisatawan dari Negeri Singa, Singapura. Inilah pengalaman pertama saya menjadi guide bagi pendaki dari luar negeri. Berbekal bahasa Inggris yang kocar-kacir senang rasanya bisa berkomunikasi dengan Anda di sepanjang perjalanan menuju dan pulang dari puncak Rinjani. Ternyata Anda sangat kuat dalam mendaki dan kuat juga dalam makan. Terima kasih atas traktir makan malamnya di Kota Mataram. Kita ternyata sama-sama doyan makan he... he... he... Maaf saya tidak bisa menemani ke Pantai Senggigi,terbatasnya waktu membuat saya hanya bisa meluangkan waktu sebentar di tempat tersebut sehingga saya takut mengecewakan Anda.
Bapak Polisi Ida Bagus Astawa atas kemudahan perijinan mendaki Gunung Agung dan juga tumpangan menginap di kantor Polsek Pura Besakih. Saya tahu sulit mengijinkan pendaki yang mendaki untuk pertama kalinya di Gunung Agung dan mendaki sendiri setelah adanya kejadian kematian 3 pendaki bulan lalu. Terima kasih atas kepercayaannya.
Beli Putu sekeluarga. Seorang guide yang berhati mulia. Memberi tumpangan menginap dan makanan selama menunggu kendaraan menuju Terminal Klungkung. Terima kasih juga atas acara jalan-jalan ke sumber air Arca. Selama berhari-hari belum pernah penulis bertemu dengan air sebening dan sesegar itu. Kabari penulis jika jadi ke Surabaya. Penulis tidak sabar ingin membalas kebaikan Beli Putu!
Kawan sevisi, contoh kesabaran dan guru alam penulis Mas Evil Face (Harry Prans) yang tidak pernah bosan dengan kedatangan penulis yang selalu merepotkan. Sungguh tidak terduga kalau ada acara diklat. Kalau tahu begitu maka misi petualangan ini akan berakhir ketika diklat itu berakhir juga. Sayang sekali karena penulis telah berjanji untuk mendampingi petugas Bank Indonesia (BI) untuk melakukan kegiatan survey lapangan di Lamongan. Mungkin kegiatan berikutnya. Penulis harapkan undangan pembukaan jalur Raung jilid II! Sorry, kemarin di Rowo Bayu saya hanya bisa jadi penonton saja ketika 4 cewek kesurupan-penulis merasa personil yang lain sudah sangat sigap dengan situasi yang terjadi hanya saja proses selanjutnya yang terlihat adalah kepanikan yang berlebihan.
Terima kasih juga penulis haturkan bagi pihak-pihak yang tidak disebutkan dalam tulisan ini, seperti beberapa orang yang menunjukkan jalan yang benar ketika penulis tersesat di pendakian gunung Penanjakan dan gunung Agung. Semoga kebaikan itu menjadi katalis positif menuju perubahan batin dan perilaku yang mencerminkan kesempurnaan makhluk Tuhan yang paling mulia. Amien!
Tiada sesuatupun yang sempurna di dunia ini. Oleh karenanya proses belajar ini tidak akan pernah berhenti. Kritik pedas-konstruktif sangat penulis harapkan. Teguran menggugah sangat penulis nanti-nantikan. Sebagai katalis, tentunya penulis berharap menemukan dan bertemu dengan dimensi ruang dan waktu dengan manusia-manusia istimewa yang pada akhirnya merevolusi segala kejumudan diri penulis. Semoga!
Dasar keinginan
Ketidakpuasan lahir batin terhadap skenario pendakian yang selama ini telah dilakukan penulis. Bentuk ketidakpuasan tersebut adalah terlalu monoton (satu gunung terdaki lantas pulang), masih terbelenggu di wilayah Jawa Timur, menyebabkan pengalaman kurang beragam.
Faktor pendukung
Feeling yang dirasakan cukup baik dan diyakini dengan niat dan keinginan yang menggebu-gebu diharapkan seluruh kendala yang dihadapi dapat diatasi.
Target Tempat dan Waktu
Target tempat adalah:
1. Gunung Penanggungan
Lokasi: Trawas Mojokerto
2. Gunung Semeru
Lokasi: Ranupane Lumajang
3. Gunung Agung
Lokasi: Pura Besakih Bali
4. Gunung Rinjani
Lokasi: Sembalun Lawang Lombok
Target waktu yang diharapkan adalah mulai tanggal 13 Agustus 2008 sampai akhir Agustus 2008. Keyakinan penulis adalah pergerakan manusia telah ada yang menuntun, yaitu Sang Pencipta sehingga kapan mulai dan kapan selesai murni menjadi iradahNya. Penulis hanya menjalani dan berusaha
semaksimal mungkin untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Realitas!
13 Agustus 2008
Pagi yang cerah dengan semangat yang menggebu-gebu mengawali perjalanan misi pendakian di pertengahan Agustus 2008. Setelah 4 jam berkutat dengan transportasi dari Surabaya akhirnya sampailah pada perjalanan kaki menunju puncak gunung Penanggungan dari jalur Tamiajeng Trawas Mojokerto.
Perjalanan kali ini sungguh di luar dugaan. Hal ini terkait dengan kondisi cuaca yang sungguh bertolak belakang dengan data terakhir dimana sudah berbulan-bulan tidak turun hujan, namun hari ini hujan turun dengan deras. Kondisi ini diperparah dengan kealpaan penulis dengan jalur sehingga penulis tersesat, meskipun semuanya masih bisa dikondisikan.Ada seorang tua yang menunjukkan jalan ke jalur yang benar.
Perjalanan ke puncak yang seharusnya dapat ditempuh antara 4 jam sampai dengan 5 jam harus molor sampai 6 jam karena becek dan menunggu hujan reda.
Ke puncak penulis harus mendaki sendiri dan untuk beberapa lama sendirian bersama kesunyian di puncak, namun akhirnya tiba 4 personil dari Mojokerto tepatnya dari Desa Lebaksono Kecamatan Mojosari. “Semoga kita semua mendapatkan ketenangan hati yang lestari dan mengambil hikmah dari perjalanan di Gunung Penanggunan bukan malah sebaliknya Brow!”.
Kondisi tidak kalah hebat terjadi di puncak dimana terjadi kabut tebal dan sebagian malam diisi dengan turun hujan deras.Ini pertama kali di musim kemarau matahari tidak mampu menembus tebalnya kabut puncak Gunung Penanggungan sampai pukul 07.00 WIB.
Sebelum turun penulis harus jemur perlengkapan dulu karena kebasahan.
Menuruni Gunung Penanggungan memang harus ekstra hati-hati mengingat jalanan licin usai hujan semalam. Kemiringan dan kerikil bebatuan juga patut dicermati oleh langkah kaki.
Akhirnya sampai juga di jalan raya menuju Mojosari Mojokerto. Namun ternyata angkutan umum menjadi barang langka di jalur ini. Kami pun berjalan kaki sambil seseali dapat tumpangan dari sopir truk yang berbaik hati. Sesampai di rumah Rojek di desa Lebaksono permasalahan transportasi dapat teratasi. Rojek sendiri yang mengantarkanku ke Kantor PLN Mojosari. Janji penulis untuk bertemu dengan kawan dari Mojokerto (Om Jawul) dapat terpenuhi tepat minus 1 jam di 14 Agustus 2008. Terima kasih Rojek!
15 Agustus 2008
Sungguh perbuatan baik akan mendapat perlakuan baik di saat yang tak terduga. Benar adanya, bahwa sifat baik akan bertemu dengan sifat yang lebih baik karena itu bagian dari proses belajar di mana Sang Pencipta memberikan contoh bukan teori, lemma, atau formula. Kondisi ini kutemukan ketika berjumpa dengan Om Jawul!
Di rumah om Jawul telah berkumpul 7 orang termasuk aku. Pagi ini kita meluncur dengan menggunakan Mobil Willis Om Jawul. Menjelang sore hari kita telah sampai di Ranupane dan berjalan kaki menuju Ranukumbolo!
Setelah digabungkan dengan teman-teman yang lain yang janji ketemu di pasar Tumpang Malang maka keseluruhan skuad menjadi 14 personil. Sungguh kemeriahan yang langka terjadi. Apalagi dalam sebuah pendakian gunung tertinggi di tanah Jawadwipa. Akhirnya, menjelang malam kita sampai di Ranukumbolo dan mendirikan tenda di situ. Kita (Aku, Heru dan Santoso) ngegosip sampai dini hari!
16 Agustus 2008
Pagi hari yang cerah! Ranukumbolo menawarkan eksotika alam yang berbeda.
Agenda hari ini adalah jalan kaki menuju Arcopodo sebelum ngetrek ke Mahameru.
Perjalanan ini dipenuhi semangat dan optimisme. Di sepanjang perjalanan berkali-kali letupan Mahameru seakan berkata “Bersegeralah, tidakkah engkau mencium aroma pembakaran maha murni ini!”
Usai melewati beberapa pos pendakian di antaranya Oro-oro Ombo, Cemara Kandang, Jambangan dan Kalimati, akhirnya sampailah di Arcopodo. Sebuah tempat yang dicapai setelah melakukan perjalanan dengan trek yang spesial. Di sini kita mendirikan tenda dan santai menunggu dini hari.
17 Agustus 2008
Maha suci Allah SWT dengan segala pertandanya. Anugerah ini sungguh tiada tara. Bertepatan dengan malam 17 Agustus 2008 adalah bulan purnama dan juga malam Nisfu Sya’ban. Sungguh momen mulia yang langka. Apalagi dini hari ini kita disuguhi pemandangan dari salah satu fenomena alam yaitu gerhana bulan. Juga syukur tiada terkira karena penulis ternyata mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas pendakian yang sungguh luar biasa. Ketahanan dan kecepatan yang sangat penulis idam-idamkan tercapai di tempat ini. Awal dari suatu proses atau pencapai dari serangkaian proses tidaklah penting. Esensi telah tercapai meski bagaimanapun keadaannya. Sekarang terjadi badai di puncak Semeru, Mahameru! Penulis berhasil mencapai titik tengah puncak sendirian meski dengan berjalan mundur karena pasir bertebaran tiada henti.
Badai yang tidak pernah berhenti sehingga menghentikan segala rencana manusia yang ada di sini. Semua yang merasa sudah tidak mampu bertahan di Mahameru dipersilahkan turun!
Dalam kondisi yang sulit untuk bertahan karena badai yang menerbangkan pasir. Dingin yang membekukan jemari namun keinginan penulis untuk mengabadikan momen 17 Agustus 2008 di Mahameru tidak terhentikan!
Hikmah!
Dimana ada keinginan di situ ada jalan. Dimana ada harap tulus di situ ada pertolongan. Logika tidak akan mampu menjelaskan bagaimana Sang Pencipta menuntun ciptaanNya. Itulah yang penulis rasakan ketika menuju Rinjani dan Agung!
19 - 20 Agustus 2008
Perjalanan ini sesungguhnya yang memberatkan langkahku. Ongkos yang mahal dan harus berada dalam kondisi dan posisi yang tidak nyaman: duduk di bangku bus!
Ya, perjalanan dari Surabaya ke Mataram berlangsung lama karena terjadi gelombang besar di selat Bali sehingga harus menunggu selat Bali dibuka. Malam jam Sembilan akhirnya sampai di Terminal Mataram dan malam ini aku menginap di rumah Mas Imam, Kondektur Bus.
21 Agustus 2008
Setelah dua kali pindah angkot dari terminal Mataram akhirnya sampailah di Resort perhutani Sembalun! Ketika mempersiapkan segala yang diperlukan untuk mendaki Rinjani tiba-tiba Turis dari Singapura Mr Ong Poh Aik datang. Sesuai dengan prosedur keamanan turis maka dibutuhkan minimal seorang guide dan porter. Karena kebaikan Mas Pri (Polhut Resort Sembalun) maka Mr Aik hanya membayar seorang porter dan aku menjadi guide-nya.
Pukul 2 siang waktu setempat kita baru memulai perjalanan sehingga pukul 10 malam kita baru sampai di Pelawangan Sembalun.
Bukit penyesalan dan bukit Bak-bakan (semoga tidak salah sebut) sungguh mengesankan. Bukit dengan pepohonan yang sangat jarang sehingga ketika angin kencang bertiup sungguh sangat terasa di perjalanan malam ini.
Tapi bagi seorang pendaki bukankah suatu hal yang wajar bertemu dengan trekking, kabut tebal, angin menderu, tebing curam, hujan dan kadang-kadang gas beracun?
22 Agustus 2008
Jam 3 pagi kita meluncur menuju puncak. Sungguh diluar dugaan. Rinjani memiliki jalur yang lebih panjang bila dibandingkan Arcopodo menuju Mahameru. Dengan berbekal sepotong roti (karena kupikir tidak jauh beda dengan Semeru) aku terus berjalan mendaki. Dengan perjuangan demi mendapatkan sunrise di puncak maka perjuangan ini tidak mengenal kata menyerah. Sebelum matahari terbit sampailah aku di puncak!
Hanya rasa syukur yang memenuhi benakku. Allah SWT Maha Mengetahui segala keinginan kuat hambaNya. Pengorbanan ini terbayar sudah!
Maha Suci Allah dengan segala Maha EksotikaNya. Sungguh hanya mereka yang memiliki kesungguhan dan ketulusan dalam pendakian saja yang akan selalu diberikan anugerah menyaksikan Maha Penciptaan Maha Sempurna!
Pantang menyerah. Terjatuh namun bangkit kembali! Terus begitu sampai puncak terdaki!
Hal lain yang menarik dari Rinjani adalah mengenai sumber air yang terdapat di sepanjang jalur pendakian Rinjani. Tanpa mengabaikan ketahanan fisik para pecinta alam terhadap segala ketidaknyamanan penulis informasikan bahwa hanya di Pos III dan Pelawangan Sembalun yang terdapat air yang layak untuk dikonsumsi. Khusus sumber air di Pelawangan Sembalun memiliki kualitas yang sangat baik sampai-sampai dipercaya mampu membuat kulit menjadi lebih muda. Wallahu a’lam bisshawwab!
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Danau Segara Anak. Jalur ini sungguh curam dan saat ini dipenuhi kabut tebal dengan jarak pandang 5 meter sampai dengan 10 meter. Perjalanan mencapai 2 jam lebih!
Sesampai di Danau Segara Anak tidak lama kemudian turun hujan dan kabut semakin tebal sehingga diputuskan untuk berkemah!
23 Agustus 2008
Pagi buta kita sudah dalam perjalanan dari Segara Anak menuju Pelawangan Senaru! Pukul 8 pagi kita sampai di Pelawangan Senaru!
Setelah menempuh perjalanan dengan hutan basah kita akhirnya sampai di Pos Perijinan Senaru jam 2 siang!
Alhamdullillah akhirnya sampai. Dan perjalanan dilanjutkan ke Bali ke Gunung Agung tetapi sebelumnya mampir ke rumah Mas Imam buat bermalam dan pantai Senggigi!
25 Agustus 2008
Bali adalah sebuah pulau dengan religiusitas yang sangat kental. Apalagi penulis datang bertepatan dengan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Jadi, suasana upacara keagamaan tidak terhitung banyaknya penulis temui. Tak terkecuali di pura terbesar di Pulau Bali, Pura Besakih.Setelah menempuh perjalanan 7 jam sampailah penulis di Pura Besakih dan beruntuk polisi penjaga perijinan tidak memungut seperserpun biaya masuk mendaki Gunung Agung dan mempersilahkan untuk menginap semalam sebelum esok pagi memulai pendakian.
26 Agustus 2008
Pagi pukul 08.00 waktu setempat penulis mulai perjalanan menuju puncak Gunung Agung. Bayangan yang ada di benak penulis adalah bahwa Gunung Agung adalah gunung yang harus diwaspadai dari sisi kereligiusan masyarakat di kawasan Gunung Agung. Kereligiusan ini menurut penulis lebih terbangun karena unsur ketakutan (punishment) dari pada unsur imbalan (reward). Hal ini terkait informasi yang sampai pada penulis sebelum melakukan pendakian ini. Meski demikian penulis menguatkan dan menetapkan hati untuk terus mendaki apapun yang terjadi.
Setelah berjalan 3 jam dalam hutan basah akhirnya penulis melihat sebuah papan bertuliskan arah menuju Pura Giri Kusuma. Penulis memutuskan beristirahat dan merebus mie instan yang penulis bawa. Karena hanya memasak untuk diri sendiri selang 30 menit penulis telah dalam perjalanan kembali menuju pos berikutnya (sasaran penulis adalah mendirikan tenda di Kori Agung/Batu Besar).
Setelah menempuh perjalanan 3 jam akhirnya penulis sampai di sebuah tempat yang penulis yakini sebagai Kori Agung. Karena agak sedikit ragu dan untuk lebih meyakinkan, penulis mengirim sms kepada Yeti teman dari Universitas Panglima Sudirman Purwokerto mengenai tempat ini. Dan memang benar tempat ini yang disebut Kori Agung. Penulis lihat masih pukul 2 siang. Matahari masih panas menyengat. Suasana di sini sungguh kontras dibandingkan hutan basah yang harus penulis tembus sebelum sampai di Kori Agung. Kabut tebal dan gerimis mewarnai perjalanan menembus hutan tersebut.
Suasana sore ini begitu indah. Maha suci Allah SWT yang memberikan anugerah ini padaku. Seorang diri di suatu tempat mistik yang indah. Sungguh anugerah yang tiada terkira. Aku pun duduk sambil memandangi segala keindahan ini.
Malam pun akhirnya tiba. Kuhabiskan malam ini di dalam tenda seorang diri. Meski begitu hanya sedikit kekhawatiran melintas dalam dadaku. Aku sungguh merasa sangat tenang!
27 Agustus 2008
Pukul 4 pagi terdengar suara dari bawah naik mendekat ke arah tendaku. Dan benar saja 2 orang bule dipandu seorang guide berjalan cepat ke arah tendaku.
Setelah ku sapa ternyata Beli Putu yang menjadi guide-nya. Kami akhirnya bersama-sama menuju puncak.
Dua orang bule itu bernama Diana dan Frank. Dua-duanya berasal dari New York, Amerika Serikat. Sebelum matahari terbit aku telah sampai ke puncak III Agung (Agung memiliki 3 puncak). Alhamdulillah!
Pemandangan di puncak begitu menakjubkan. Di sisi timur tampak Gunung Rinjani. Di sisi barat tampat rangkaian pegunungan Bali dan di seberang sana tampak rangkaian gunung yang ada di Banyuwangi (Raung, Merapi, Ijen, Widodaren, dll).
Setelah satu jam di puncak kami pun memutuskan turun.
Karena aku harus melipat tenda dan membereskan perlengkapanku, dua orang bule itu turun duluan. Dalam proses merapikan bawaanku, penulis diganggu seekor Kera yang cukup agresif dan pemberani. Sudah beberapa kali penulis kejar masih juga kembali mengganggu. Penulis sangat benci dengan kondisi terintimidasi. Tapi akhirnya penulis bisa pergi dengan seluruh barang bawaan. Alhamdulillah!
28 Agustus 2008
Memang sudah dasar nasib, nasibku masih belum jauh dari nuansa hutan. Setelah seharian menempuh perjalanan dari Bali ke Banyuwangi menuju tempat tinggal Mas Evil ternyata aku harus kembali tidur di dalam tenda. Ternyata kedatanganku bertepatan dengan acara diklat yang sudah berlangsung 2 hari yang lalu dan kini waktunya Mas Evil nyusul menemui adik-adiknya. Jadilah masuk hutan lagi, tapi seneng kok suasananya lebih meriah karena banyak orang!
Perjalanan dan perjalanan adalah katalisator terbaik dalam proses transformasi diri!
NB:
- Tulisan ini sangat menjemukan
- Dokumentasi perjalanan ini dapat dilihat di album Penanggungan, Semeru 2008, Rinjani dan Agung
wanita oh wanita.... serba-serbi tulisan favorit Lapendos
wanita oh wanita.... serba-serbi tulisan
favorit Lapendos
Mengapa Pria tetap ingin menjadi
Matahari???
Seorang wanita bertanya pada seorang pria tentang cinta dan harapan.
Wanita berkata ingin menjadi Bunga terindah di dunia
Dan pria berkata ingin menjadi Matahari.
Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.
Wanita berkata ingin menjadi Rembulan
Dan pria berkata ingin tetap menjadi Matahari.
Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.
Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari
Dan pria berkata ia akan selalu menjadi Matahari.
Wanita tersenyum pahit dan kecewa.
Wanita sudah berubah 3x namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama wanita.
Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.
Pria merenung sendiri dan menatap matahari.
Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup.
Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik.
Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh. Dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga.
Ini disebut Kasih yaitu memberi tanpa pamrih.
Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi.
Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan, siapakah yang ingat kepada matahari ?.
Matahari rela memberikan cahayanya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaannya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut.
Ini disebut dengan Pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.
Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya.
Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix.
Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari.
Tidak akan ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cintanya.
Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.
Pria tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita
ANALISIS KIMIA WANITA
SIFAT BAHAN : BERBAHAYA, EXPLOSIF, DAN KOROSIF (TERUTAMA TERHADAP UANG)
NAMA UNSUR : Wanita
SIMBOL : Wa
PENEMU : Adam
MASSA ATOM : Berkisar 40 kg,biasanya bervariasi antara 40 sampe 224 kg
PEMUNCULAN : dilipatgandakan di seluruh dunia
BENTUK FISIK
1) Permukaan biasa ditutupi oleh semacam bedak (biasanya untuk mengelabui
bentuk fisik aslinya)
2) Mendidih tiba-tiba, membeku tanpa alasan
3) Meleleh apabila diperlakukan dengan benar
4) Pahit bila digunakan dengan salah
5) Ditemukan dalam bentuk bermacam macam dimulai dari yang sangat halus
sampai sangat kasar permukaannya.
6) Menimbulkan bahaya ledakan yang sangat luar biasa bila disinggung pada
bagian yang benar
BENTUK KIMIA
1) Memiliki hubungan yang sangat erat dengan emas, perak, dan batu-batu
mulia lainnya
2) Sangat korosif terhadap uang dan barang-barang mahal
3) Dapat meledak secara spontan tanpa tanda-tanda terlebih dahulu dan tanpa
alasan yang diketahui
4) Mudah terkena rangsangan oleh belaian tangan lelaki, biasanya reaksinya
akan sangat luar biasa apabila disertai dengan pujian dan rayuan.
5) Pemakan uang paling handal yang pernah dikenal manusia
KEGUNAAN
1) Mudah digunakan, khususnya jika di hadapan mobil sport dan rumah mewah
2) Dapat mengurangi stress dan menambah rasa relaks yang sangat luar biasa.
METODA ANALISIS
1) Secara konvensional dapat dianalisis secara rabaan (hanya bagi ahli
kimia dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun)
2) Secara instrumental dapat dianalisis dengan alat Fourier Transformed
Infra Red (FTIR) Spectrometer yang dilengkapi dengan Microscope tembus
pandang
HASIL TEST
1) Spesimen murninya berwarna pink jika pada keadaan stabil
2) Spesimen murninya berwarna hijau bila didekatkan pada spesimen lawan
SIFAT
1) Sangat berbahaya kecuali di tangan yang sudah ahli
2) Ilegal untuk memiliki lebih dari dua
FAKTA-FAKTA LAIN TENTANG UNSUR WANITA (MENURUT AHLI KIMIA PRIA):
Jika kau menciumnya, kau bukan gentleman
Jika kau tidak menciumnya, kau bukan lelaki
Jika kau memujinya, ia akan mengira kau ngegombal
Jika kau tidak memujinya, kau adalah lelaki tak berguna
Jika kau setuju semua keinginannya, dia akan ngelonjak
Jika kau tidak setuju, kau tidak pengertian
Jika kau bercinta dengannya, kau dicurigai "sudah ahli"
Jika kau tidak bercinta dengannya, kau bukan lelaki
Jika kau kunjungi dia sering-sering, dia pikir kau membosankan
Jika tidak kau kunjungi sering sering, dia menuduhmu main sama orang lain
Jika kau berpakaian rapi, dia bilang kau menarik perhatian wanita lain
Jika kau tidak berpakaian rapi, dia bilang kau berantakan
Jika kau cemburu, dia bilang kau jahat
Jika kau tidak cemburu, dia bilang kau tidak cinta padanya
Jika kau ingin bercinta, dia kata kau tidak menghormatinya
Jika kau tidak ingin bercinta, dia pikir kau tidak suka padanya
Jika kau telat satu menit, dia akan marah marah
Jika dia telat satu jam, dia bilang itu memang seharusnya seorang wanita
Jika kau mengunjungi wanita lain, dia akan menuduh kau punya wanita lain
Jika dia dikunjungi lelaki lain, "Oh! Sudah biasa, kami wanita!"
Jika kau menciumnya sebentar, dia tuduh kau orangnya dingin
Jika kau menciumnya lama, dia teriak bahwa kau kurang ajar
Jika kau gagal membantu dia menyeberang jalan, kau kurang etika
Jika kau berhasil membantunya menyeberang jalan, dia anggap itu taktik lelaki
Jika kau menatap wanita lain, dia tuduh kau buaya
Jika dia ditatap lelaki lain, dia berkata bahwa mereka mengaguminya
Jika kau membiayai hidupnya, dia pikir kau meremehkannya
Jika kau tidak membiayai hidupnya, dia pikir kau pelit
Jika kau bercinta dengan wanita lain, dia minta putus
Jika dia bercinta dengan lelaki lain, "Bukan salah aku ! Dia yang memaksa"
Jika kau berhasrat bercinta dengannya, dia anggap hanya itu yang kau inginkan
Jika kau tidak berhasrat bercinta dengannya, dia anggap kau jual mahal
Jika kau bicara, dia ingin kau sendiri mendengar yang kau bicarakan
Jika kau mendengar, dia ingin kau yang bicara
Jika saat bercinta dia diam saja,dia minta dicumbu
Jika saat bercinta kau diam saja, dia juga diam saja
Jika dia menangis, kau salah telah membuatnya menangis
Jika kau menangis, dia pergi darimu karena kau bukan lelaki sejati
Oh Tuhan!
Kau menciptakan UNSUR bernama "WANITA"
Sangat simple, tapi sangat kompleks
Sangat lemah, tapi sangat kuat pengaruhnya
Sangat membingungkan, tapi sangat indah dipandang
Bagaimana dgn pendapat anda ?
Mengapa waNiTa meNangiS??
Seorang anak lelaki kecil bertanya kepada ibunya. ”Mengapa Bunda menangis? ”. ” Karena Bunda butuh menangis, ” jawab sang ibu.
” Aku tak mengerti, ” ujar si kecil. Sang ibu memeluk si kecil dan berkata, ” Kau tidak akan pernah mengerti. ”
Berlarilah si ujang kepada ayahnya. ” Ayah mengapa Bunda menangis tanpa alasan yang jelas dan bisa kumengerti ? ”. ” Semua perempuan seperti itu, menangis tanpa alasan, ”jawab sang ayah tanpa peduli.
Pergilah si ujang kecil mencari guru mengajinya, masih dalam kebingungan mengapa Bunda menangis tanpa alasan yang jelas. ” Wahai Ustadzah, mengapa ibundaku dan kaumnya begitu mudah menangis ?”.
Menjawablah sang ustadzah :
” Ketika Allah menciptakan wanita, maka Dia menciptakan makhluk yang sangat spesial. ”
” Allah ciptakan makhluk ini lengkap dengan dua bahu yang sangat kuat memikul semua beban dunia, namun dengan lengan yang lembut untuk memeluk anak-anaknya. ”
” Allah karuniai makhluk ini kekuatan batiniah yang luar biasa demi menanggungkan pedihnya melahirkan anak yang kemudian akan meninggalkan dan mengabaikannya.
” Allah hiasi makhluk ini dengan kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam semua keadaan, bahkan saat si anak menyakiti hatinya. ”
” Allah lengkapi makhluk perempuan ini kekuatan untuk menerima suaminya dengan segala kekurangan dan kelemahannya. ”
” Allah ciptakan makhluk ini dari tulang rusuk laki-laki demi melindungi hati si laki-laki. ”
” Allah karuniai dia kebijaksanaan sehingga mengetahui bahwa seorang suami yang baik tidak pernah menyakiti istrinya, tetapi sering menguji kekuatan dan keteguhan hati si istri dalam mendampingi. ”
” Akhirnya, Allah karuniai wanita dengan air mata untuk dipakainya setiap saat dia membutuhkan. Dia tidak memerlukan alasan, penjelasan untuk menggunakannya karena air mata itu adalahnya miliknya. ”
” Anakku, kecantikan seorang wanita tidak terlihat pada pakaian yang dikenakannya, tidak pada wajahnya atau sisiran rambutnya. Kecantikan seorang perempuan ada pada matanya, karena itulah pintu gerbang menuju hatinya – tempat cinta bersemayam. ”
Si ujang kecil berlalu dengan membawa jawaban yang disimpannya di dalam hatinya dan tidak pernah lagi bertanya kepada ibunya : Mengapa Bunda menangis
Seorang wanita bertanya pada seorang pria tentang cinta dan harapan.
Wanita berkata ingin menjadi Bunga terindah di dunia
Dan pria berkata ingin menjadi Matahari.
Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.
Wanita berkata ingin menjadi Rembulan
Dan pria berkata ingin tetap menjadi Matahari.
Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.
Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari
Dan pria berkata ia akan selalu menjadi Matahari.
Wanita tersenyum pahit dan kecewa.
Wanita sudah berubah 3x namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama wanita.
Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.
Pria merenung sendiri dan menatap matahari.
Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup.
Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik.
Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh. Dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga.
Ini disebut Kasih yaitu memberi tanpa pamrih.
Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi.
Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan, siapakah yang ingat kepada matahari ?.
Matahari rela memberikan cahayanya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaannya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut.
Ini disebut dengan Pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.
Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya.
Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix.
Matahari selalu ada untuk Phoenix kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari.
Tidak akan ada makhluk lain selain Phoenix yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cintanya.
Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.
Pria tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita
ANALISIS KIMIA WANITA
SIFAT BAHAN : BERBAHAYA, EXPLOSIF, DAN KOROSIF (TERUTAMA TERHADAP UANG)
NAMA UNSUR : Wanita
SIMBOL : Wa
PENEMU : Adam
MASSA ATOM : Berkisar 40 kg,biasanya bervariasi antara 40 sampe 224 kg
PEMUNCULAN : dilipatgandakan di seluruh dunia
BENTUK FISIK
1) Permukaan biasa ditutupi oleh semacam bedak (biasanya untuk mengelabui
bentuk fisik aslinya)
2) Mendidih tiba-tiba, membeku tanpa alasan
3) Meleleh apabila diperlakukan dengan benar
4) Pahit bila digunakan dengan salah
5) Ditemukan dalam bentuk bermacam macam dimulai dari yang sangat halus
sampai sangat kasar permukaannya.
6) Menimbulkan bahaya ledakan yang sangat luar biasa bila disinggung pada
bagian yang benar
BENTUK KIMIA
1) Memiliki hubungan yang sangat erat dengan emas, perak, dan batu-batu
mulia lainnya
2) Sangat korosif terhadap uang dan barang-barang mahal
3) Dapat meledak secara spontan tanpa tanda-tanda terlebih dahulu dan tanpa
alasan yang diketahui
4) Mudah terkena rangsangan oleh belaian tangan lelaki, biasanya reaksinya
akan sangat luar biasa apabila disertai dengan pujian dan rayuan.
5) Pemakan uang paling handal yang pernah dikenal manusia
KEGUNAAN
1) Mudah digunakan, khususnya jika di hadapan mobil sport dan rumah mewah
2) Dapat mengurangi stress dan menambah rasa relaks yang sangat luar biasa.
METODA ANALISIS
1) Secara konvensional dapat dianalisis secara rabaan (hanya bagi ahli
kimia dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun)
2) Secara instrumental dapat dianalisis dengan alat Fourier Transformed
Infra Red (FTIR) Spectrometer yang dilengkapi dengan Microscope tembus
pandang
HASIL TEST
1) Spesimen murninya berwarna pink jika pada keadaan stabil
2) Spesimen murninya berwarna hijau bila didekatkan pada spesimen lawan
SIFAT
1) Sangat berbahaya kecuali di tangan yang sudah ahli
2) Ilegal untuk memiliki lebih dari dua
FAKTA-FAKTA LAIN TENTANG UNSUR WANITA (MENURUT AHLI KIMIA PRIA):
Jika kau menciumnya, kau bukan gentleman
Jika kau tidak menciumnya, kau bukan lelaki
Jika kau memujinya, ia akan mengira kau ngegombal
Jika kau tidak memujinya, kau adalah lelaki tak berguna
Jika kau setuju semua keinginannya, dia akan ngelonjak
Jika kau tidak setuju, kau tidak pengertian
Jika kau bercinta dengannya, kau dicurigai "sudah ahli"
Jika kau tidak bercinta dengannya, kau bukan lelaki
Jika kau kunjungi dia sering-sering, dia pikir kau membosankan
Jika tidak kau kunjungi sering sering, dia menuduhmu main sama orang lain
Jika kau berpakaian rapi, dia bilang kau menarik perhatian wanita lain
Jika kau tidak berpakaian rapi, dia bilang kau berantakan
Jika kau cemburu, dia bilang kau jahat
Jika kau tidak cemburu, dia bilang kau tidak cinta padanya
Jika kau ingin bercinta, dia kata kau tidak menghormatinya
Jika kau tidak ingin bercinta, dia pikir kau tidak suka padanya
Jika kau telat satu menit, dia akan marah marah
Jika dia telat satu jam, dia bilang itu memang seharusnya seorang wanita
Jika kau mengunjungi wanita lain, dia akan menuduh kau punya wanita lain
Jika dia dikunjungi lelaki lain, "Oh! Sudah biasa, kami wanita!"
Jika kau menciumnya sebentar, dia tuduh kau orangnya dingin
Jika kau menciumnya lama, dia teriak bahwa kau kurang ajar
Jika kau gagal membantu dia menyeberang jalan, kau kurang etika
Jika kau berhasil membantunya menyeberang jalan, dia anggap itu taktik lelaki
Jika kau menatap wanita lain, dia tuduh kau buaya
Jika dia ditatap lelaki lain, dia berkata bahwa mereka mengaguminya
Jika kau membiayai hidupnya, dia pikir kau meremehkannya
Jika kau tidak membiayai hidupnya, dia pikir kau pelit
Jika kau bercinta dengan wanita lain, dia minta putus
Jika dia bercinta dengan lelaki lain, "Bukan salah aku ! Dia yang memaksa"
Jika kau berhasrat bercinta dengannya, dia anggap hanya itu yang kau inginkan
Jika kau tidak berhasrat bercinta dengannya, dia anggap kau jual mahal
Jika kau bicara, dia ingin kau sendiri mendengar yang kau bicarakan
Jika kau mendengar, dia ingin kau yang bicara
Jika saat bercinta dia diam saja,dia minta dicumbu
Jika saat bercinta kau diam saja, dia juga diam saja
Jika dia menangis, kau salah telah membuatnya menangis
Jika kau menangis, dia pergi darimu karena kau bukan lelaki sejati
Oh Tuhan!
Kau menciptakan UNSUR bernama "WANITA"
Sangat simple, tapi sangat kompleks
Sangat lemah, tapi sangat kuat pengaruhnya
Sangat membingungkan, tapi sangat indah dipandang
Bagaimana dgn pendapat anda ?
Mengapa waNiTa meNangiS??
Seorang anak lelaki kecil bertanya kepada ibunya. ”Mengapa Bunda menangis? ”. ” Karena Bunda butuh menangis, ” jawab sang ibu.
” Aku tak mengerti, ” ujar si kecil. Sang ibu memeluk si kecil dan berkata, ” Kau tidak akan pernah mengerti. ”
Berlarilah si ujang kepada ayahnya. ” Ayah mengapa Bunda menangis tanpa alasan yang jelas dan bisa kumengerti ? ”. ” Semua perempuan seperti itu, menangis tanpa alasan, ”jawab sang ayah tanpa peduli.
Pergilah si ujang kecil mencari guru mengajinya, masih dalam kebingungan mengapa Bunda menangis tanpa alasan yang jelas. ” Wahai Ustadzah, mengapa ibundaku dan kaumnya begitu mudah menangis ?”.
Menjawablah sang ustadzah :
” Ketika Allah menciptakan wanita, maka Dia menciptakan makhluk yang sangat spesial. ”
” Allah ciptakan makhluk ini lengkap dengan dua bahu yang sangat kuat memikul semua beban dunia, namun dengan lengan yang lembut untuk memeluk anak-anaknya. ”
” Allah karuniai makhluk ini kekuatan batiniah yang luar biasa demi menanggungkan pedihnya melahirkan anak yang kemudian akan meninggalkan dan mengabaikannya.
” Allah hiasi makhluk ini dengan kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam semua keadaan, bahkan saat si anak menyakiti hatinya. ”
” Allah lengkapi makhluk perempuan ini kekuatan untuk menerima suaminya dengan segala kekurangan dan kelemahannya. ”
” Allah ciptakan makhluk ini dari tulang rusuk laki-laki demi melindungi hati si laki-laki. ”
” Allah karuniai dia kebijaksanaan sehingga mengetahui bahwa seorang suami yang baik tidak pernah menyakiti istrinya, tetapi sering menguji kekuatan dan keteguhan hati si istri dalam mendampingi. ”
” Akhirnya, Allah karuniai wanita dengan air mata untuk dipakainya setiap saat dia membutuhkan. Dia tidak memerlukan alasan, penjelasan untuk menggunakannya karena air mata itu adalahnya miliknya. ”
” Anakku, kecantikan seorang wanita tidak terlihat pada pakaian yang dikenakannya, tidak pada wajahnya atau sisiran rambutnya. Kecantikan seorang perempuan ada pada matanya, karena itulah pintu gerbang menuju hatinya – tempat cinta bersemayam. ”
Si ujang kecil berlalu dengan membawa jawaban yang disimpannya di dalam hatinya dan tidak pernah lagi bertanya kepada ibunya : Mengapa Bunda menangis
Kisah Selingkuh Pendaki Gunung
(Ini kisah nyata tetapi nama dan tempat
disamarkan alias tidak disebutkan dan jika ternyata terjadi kepersisan maka
pikiran pembaca harus disamarkan, wkwkwkwkwkkwkk)
Awal kisah di sebuah kos-kosan
terjadilah perbincangan 2 orang penghuninya (sama-sama pendaki) di sebuah malam
yang sunyi (karena penghuni kos yang lain pada pulang kampung).
Teman Pendaki : hei bro, besok libur
panjang mendaki kemana nich?
Pendaki : mmgx kenapa?
Teman Pendaki : eh ditanya belum jawab
malah nanyak. Aku kan pengen ikutan mendaki bro.
Pendaki : ow, libur panjang besok aku
nda’ daki.
Teman Pendaki : Lha trus kemana?
Pendaki : aku mau rafting..
ssssssssstttt… (seraya memberi isyarat yang bersuara keras) tapi jangan bilang
siapa-siapa ya
Teman Pendaki : lho knp ?
Pendaki : ya malu klo sampai ketahuan
temen2 pendaki lainnya
Teman Pendaki : lho mmg knp klo ktahuan
?
Pendaki : yach, dengan rafting brrti aku
kan lagi selingkuh dari mendaki gunung
Teman Pendaki : walaaahhh….
Pendaki : Abis gtu trus snorkling, dan
mancing.. ikutan ya?
Teman Pendaki : walaaah banyak banget
selingkuhannya???
Pendaki : he5 :DAnomali Ramadan versi Lapendos
Umumnya manusia menyanjung bulan
Ramadan, namun tidak bagi Lapendos, ada anomali akut di Bulan yang satu ini.
1. Bulan Ramadan adalah bulan berdema
Bulan yang dianjurkan berderma namun
harga barang dan kebutuhan pokok selalu dinaikkan ‘lepas landas’ di setiap
Ramadan. Orang miskin makin berat untuk bisa membeli kebutuhan pokok.
2. Ramadan sebagai bulan berhemat
Bulan berhemat namun konsumsi malah
meningkat. PNS kwenceng meneriakkan pencairan gaji ke-13 dengan alasan
kemanusiaan (demi bisa belanja di Bulan Ramadan dan Lebaran).
3. Ramadan bulan menahan diri
Bulan menahan diri namun orang-orang
malah berlomba-lomba membeli barang dan pakaian baru yang semakin melebarkan
kesenjangan dengan orang miskin yang berpakaian sederhana nan lusuh.
4. Bulan damai
Bulan pembawa ketenangan dan kedamaian,
tetapi petasan dan suara-suara bising tiada henti sepanjang waktu. Beberapa
Kelompok Minoritas memaksakan kehendak dengan menutup pintu ikhtiar manusia
lemah dan tak berdaya atas nama Ramadan yang damai.
5. Ramadan waktu untuk melihat ke dalam
diri
Bulan kontemplasi (perenungan diri)
namun orang malah sibuk memamerkan simbol-simbol puasanya, memaksa menutup
warung dan tempat makan dan mempromosikan seluruh kegiatan keagamaan untuk juga
diikuti orang-orang di sekitarnya.
6. Ramadan bulan yang indah
Bulan yang indah, namun ribuan orang
mengantri tiket mudik, ratusan orang kecelakaan karena tidak menerapkan safety
berkendaraan di jalan raya dan pencurian serta perampokan meningkat di bulan
ini.
7. Ramadan itu suci
Bulan penyucian, tetapi yang terjadi
cuci gudang produk-produk yang sebelumnya tak laku di luar bulan Ramadan.
8. Ramadan untuk ibadah
Bulan ibadah, namun sholat dengan
khusyu’ di masjid jadi susah karena berdesak-desakkan. Biasanya 1 shaf Masjid
cukup diisi 20 orang, di bulan Ramadan harus berdesak-desakkan karena ditambah
jadi 25 orang per shaf.
9. Ramadan bulan Puasa
Bulan puasa, namun yang terjadi hanyalah
bulan pindah jam makan. Selain Ramadan makan 3 kali di siang hari menjadi makan
3 kali di malam hari.
10. Bulan Pendidikan
Bulan pendidikan, namun anak-anak muda
yang sebelumnya sulit dapat ijin keluar malam, dengan alasan kegiatan Ramadan
anak-anak muda bisa keluar sampai dini hari. Udah gitu sekolah libur beberapa
hari atas nama Ramadan.
11. Bulan perjuangan
Bulan perjuangan? Yang ada malah dengan
alasan Ramadan karyawan menunda pekerjaan, membatalkan janji, tidur di kantor,
pelajar jadi malas belajar, pengemis makin males (semangat ngemisnya) karena
yakin hasil mengemisnya akan meningkat.
12. Bulan religi
Cocoknya adalah bulan karnaval sosial.
Memang Lapendos yang hina dan
penuh dosa sudah keblinger dalam melihat Ramadan, mudah-mudahan bulan Ramadan
Anda penuh dengan cahaya keimanan.KUMPULAN TIPS+TRIKS SEBELUM MELAKUKAN KEGIATAN ALAM BEBAS/ PENDAKIAN GUNUNG
Untuk menghindari agar tubuh tidak mengalami hipotermia
ada beberapa tips yg bisa dilakukan,
pada saat pendakian, Antara lain:
·
Melakukan penyesuaian
diri dengan lingkungan sekitar. Adaptasikan tubuh dengan kondisi lingkungan
baru di pegunungan, setelah dirasakan
tubuh mampu menyesuaikan diri, baru lakukan pendakian. Proses ini disebut pula
aklimatisasi.
·
Kenakan pakaian yang
mampu menahan panas tubuh kita, tidak cukup hanya satu jaket saja. Kalau perlu,
bawalah beberapa potong pakaian hangat. Memakai jaket tebal sangat disarankan.
Siapkan pula jenis yang antiair. Biasanya lapisan luarnya dibuat dari bahan
polar.
·
Agar makin hangat saat
tidur, pakailah sleeping bag. Kantong panjang untuk tidur ini mudah dilipat dan
dibawa saat mendaki. Saat dipakai,mampu menambah kehangatan badan selain dengan
memakai jaket tebal.
·
Hindari memakai pakaian
dari bahan jeans. Selain bahannya berat,
jeans akan membuat Anda tambah kedinginan karena sifatnya yang bisa menyerap
dingin.
·
Sebelum malam tiba,
kumpulkan ranting kering yang sudah berjatuhan di tanah untuk membuat api
unggun. Induksi panas api bisa menghangatkan tubuh Anda. Jangan lupa, matikan
api kalau Anda hendak meninggalkan lokasi pembuatan api unggun.
·
Sambil membuat api
unggun, siapkan pula tempat untuk memasak air dan membuat makanan. Minuman
hangat sangat nikmat untuk disantap kala mendaki. Pilih jenis minuman yang
mampu membuat hangat tubuh,seperti air jahe, susu, atau teh. Untuk makanan,
siapkan makanan yang cukup memberikan energi bagi tubuh.
·
Sempatkan untuk
melakukan peregangan tubuh selama mendaki. Ini akan membuat otot terhindar dari
cedera selama mendaki. Selain itu,peregangan dapat sedikit mengusir rasa
dingin.
Bagaimana sih cara agar kita tidak cepat lelah saat naik
gunung??...
Minum suplemen multivitamin contoh:
sangobion/tonikumbayer ,dll bagi
beberapa orang hal ini biasa dilakukan dengn tujuan mampu memberi tambahan energi,
meski untuk beberapa orang yg lain tidak menyukai/ menyarankan. Lakukan stretching
& pemanasan sebelum memulai pendakian, minum air putih yang banyak & jangan lupa
sarapan.
naik gunung jgn terlalu cepat atur ritme/ tempo
perjalanan anda sendiri, dan jangan lupa istirahat sejenak untuk mengatur nafas
dan penyesuaian suhu tubuh.
Sebelum mendaki gunung apakah anda pernah bertanya apakah
perlu mempersiapkan fisik sebelum
pendakian??..
Tentu saja persiapan fisik sangat diperlukan.... mengapa
demikian?.. karena mendaki gunung adalah
bukan perkara mudah apalagi untuk orang baru pertama kali mendaki gunung.... Persiapan
fisik harus di lakukan untuk meningkatkan stamina, daya tahan tubuh dan
kemudian menambah kekuatan fisik dan mental bagi pendaki gunung.
Pada dasarnya proses perjalanan dalam melakukan aktivitas
kegiatan alam bebas/ mendaki gunung jg merupakan proses yg penting bagi masing2
personel untuk mengetahui/ serta mengukur kemampuan fisik, mental, serta
tujuannya mendaki gunung,dll karena masing2 orang tentunya memiliki kekuatan
fisik/ mental/ tujuan & kemampuan yg berbeda … disamping juga untuk menemukan tempo/ ritme
langkah yg paling sesuai dengan kemampuan fisik masing2 individu yg dirasa
paling nyaman dan tidak membuat cepat lelah.
Dengan kata lain, proses dalam setiap perjalanan mendaki gunung adalah salah satu proses untuk Cari, temukan dan terapkan sesuai dg kemampuan dan kenyamanan masing2 individu.
Dengan kata lain, proses dalam setiap perjalanan mendaki gunung adalah salah satu proses untuk Cari, temukan dan terapkan sesuai dg kemampuan dan kenyamanan masing2 individu.
Tidak perlu mengikuti ritme berjalan dg cepat jika anda
merasa tidak mampu berjalan cepat, tidak perlu ikut membawa beban2 terlalu
berat jika fisik anda tidak sanggup, yg akhirnya membuat pupus harapan anda
untuk menggapai puncaknya, dan jangan pernah merasa takut tertinggal dalam
perjalanan, karena team yg solid akan selalu saling mendukung dan membantu dg
tenggang rasa yg tinggi. Disitulah
pentingnya solidaritas, keterbukaan, serta kerja team yg bagus.
Ada beberapa tips yg bisa dilakukan untuk mempersiapkan fisik kita agar tidak
mudah capek saat melakukan pendakian, hal tersebut antara lain:
1. MELATIH KEKUATAN PERUT
Lakukan sit up
secara rutin setiap hari sampai hitungan 10 - 25 kali untuk mengencangkan otot
perut agar
terhindar dari kram.
2. MELATIH KEKUATAN LENGAN DAN DADA
Lakukan push up
secara rutin setiap hari sampai hitungan 10 untuk mengencangakn otot dan
meningkatkan
stamina tubuh.
3. JOGGING / LARI
Berfungsi melatih kerja dari
pembuluh kapiler agar bekerja untuk meningkatkan daya tahan
dan memacu kerja jantung sehingga
meningkatkan VO2 Max. lakukan 2 - 3 kali seminggu dan selama 30 - 45 menit. karena persendian yang
terlatih akan terjaga kekuatan dan kelenturannya karena lari banyak
menggerakkan otot kaki sehingga terlatih dan dapat mengurangi resiko cedera.
4. JOGGING DENGAN BEBAN
Jogging dengan membawa beban
tertentu untuk membiasakan dengan kondisi di lapangan yang sesungguhnya.
Mengangkat beban dengan berat tertentu untuk melatih kekuatan dan kebugaran
otot sehingga faktor fisik tidak menjadi permasalahan dalam perjalanan
pendakian.
5. MELATIH KEKUATAN BAHU
Lakukan pul up secara rutin setiap
hari sampai hitungan 10 - 25 untuk menguatkan otot bahu yang menjadi tumpuan
beban ransel.
6. LATIHAN ANGKAT
BEBAN
Lakukan latihan angkat beban dengan
barbel secara teratur dan berkelanjutan sehingga dapat dilakukan penambahan
beban untuk mencapai hasil yang maksimal. Kemudian buatlah jadwal yang
konsisten agar target yang akan dituju tercapai dengan baik, kemudian lakukan
evaluasi untuk mengetahui perkembangan fisik.
TRIK AGAR KAKI KUAT BERJALAN JAUH
Jalan kaki sebenarnya bisa jadi salah satu aktivitas
fisik yang murah meriah, tapi banyak orang yang tidak kuat untuk berjalan jauh.
Sebenarnya apa saja yang bisa dilakukan agar kaki kuat untuk jalan jauh??..
Kaki manusia terdiri dari otot dan beberapa otot ini
merupakan bagian yang paling berguna dalam tubuh, tapi pada saat yang bersamaan
beberapa otot ini juga bisa menjadi lemah. Membangun otot di kaki dengan baik
bisa membantu seseorang mampu pergi berjalan jauh tanpa merasa cepat lelah.
Semakin sering seseorang berjalan maka otot-otot kaki
akan semakin baik, seperti dikutip dari Healthguidance.org, Kamis (24/5/2012).
Jika tidak memiliki waktu untuk melatih otot kaki dengan
berjalan, maka cobalah naik turun beberapa anak tangga selama setengah jam setiap
harinya. Meski terlihat aneh tapi kegiatan ini bisa membantu seseorang lebih
kuat berjalan jauh dan enerjik.
Selain itu ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar kaki
tetap kuat untuk diajak jalan jauh yaitu:
1. Jika tidak pernah atau jarang berjalan, maka kaki akan
cepat pegal saat diajak jalan jauh. Untuk
itu biasakan berjalan dan mulailah secara bertahap jaraknya, jangan langsung
jarak jauh.
2. Usahakan jangan terlalu cepat ketika awal berjalan
karena akan membuat tubuh terasa cepat capek, sebaiknya mulailah secara
perlahan lalu kecepatannya meningkat sedikit untuk beberapa waktu, kemudian
diperlambat lagi.
3. Mengimbangi dengan mengonsumsi air putih atau minuman
yang mengandung isotonik atau elektrolit secara teratur saat berjalan agar bisa
segera mengganti cairan tubuh yang hilang.
4. Gunakan sandal atau sepatu yang nyaman digunakan dan
sebaiknya tidak berhak tinggi (high heels) karena akan membuat kaki terasa
lebih cepat pegal dan capek.
5. Jika mulai terasa capek atau pegal, maka istirahatlah
sejenak dan bisa sambil memijat kaki untuk membuat otot jadi rileks. Tapi
sebaiknya jangan terlalu lama beristirahat, karena otot yang sudah panas bisa
menjadi dingin kembali dan itu membuat kaki terasa lebih pegal atau capek.
Jika diketahui akan menempuh perjalanan kaki yang cukup
jauh, tak ada salahnya untuk mulai latihan jalan beberapa waktu sebelumnya agar
melatih otot kaki.
Mendaki gunung adalah bagian dari olah raga ringan, yg
juga ekstrem yaitu berjalan.
Selain menyenangkan bagi yang menyukainya, juga banyak
hal yang bisa di ambil hikmahnya. Karena dengan metode berjalan, maka
penguasaan tehnik berjalan yang benar layak di kuasai terlebih dahulu. Berjalan
di gunung tentu berbeda dengan berjalan di lapangan pasar malam atau dari kamar
menuju ruang makan, apalagi di Mall.
Di gunung anda harus berjalan dengan beban (ransel) di
punggung, melintasi lembah, mendaki tebing, menuruni ceruk-ceruk yang dalam,
atau meniti punggung - punggung gunung yang tipis. Dengan medan seperti itu
ditambah dengan beban yang harus dibawa maka keseimbangan dalam berjalan di
gunung adalah mutlak.
Ada beberapa patokan yang harus diperhatikan dalam
berjalan digunung. Dasar dalam berjalan tentu saja melangkah, inilah hal
pertama yang mesti diperhatikan. Berjalanlah dengan langkah - langkah kecil,
jangan memaksakan kaki untuk melangkah terlalu lebar. Langkah - langkah yang
terlalu lebar menyebabkan berat badan sering kali ditunjang oleh satu kaki
saja, karenanya keseimbangan badan pun gampang goyah.
Dengan langkah kecil, berat badan anda dapat ditunjang
secara mantap oleh kedua kaki. Ingat, kaki bukan hanya menahan berat badan,
tapi telah ditambah dengan berat beban yang ada didalam ransel. Dengan langkah
- langkah yang kecil, gerakan nafas lebih teratur, dan ini merupakan cara yang
tepat untuk menghemat tenaga.
Seorang pendaki secara umum berjalan lebih lambat
ketimbang pejalan kaki biasa. Dia berjalan cukup lambat dengan langkah -
langkah yang kecil. Kalau kita sukar berbicara dengan teman disebelah karena
nafas yang tidak teratur lagi, itu suatu pertanda bahwa anda berjalan terlalu
cepat. Kendati lambat, tetapi berjalanlah dengan irama yang tetap. Lebih baik
berjalan lambat dengan istirahat yang sedikit, daripada berjalan cepat tetapi
dengan istirahat yang lebih banyak pula.
Bagi pendaki berpengalaman, berjalan 2 atau 3 jam tanpa
istirahat merupakan hal yang biasa. Tentu saja dibutuhkan kekuatan dan stamina
yang cuma dapat diperoleh melalui latihan dan pengalaman yang tidak sedikit.
Akan tetapi, sebagai ukuran minimal boleh dikatakan bahwa berjalan 1 jam dengan
istirahat 10 menit adalah normal.. tentu saja dalam hal ini tingkat kecuraman
medan juga menjadi bahan pertimbangan
Ketika istirahat, duduklah dengan kaki yang melonjor
lurus sedikit diatas badan untuk mengembalikan darah supaya mengalir normal,
karena ketika berjalan seluruh darah telah turun dan terpusat di kaki. Teguklah
sedikit minuman dan makanlah beberapa potong makanan kecil. Usahakan agar tidak
beristirahat ditempat yang berangin, karena udara dingin dapat mengerutkan otot
yang sedang beristirahat.
Jangan terlalu lama beristirahat, sayang otot - otot kaki
yang sudah panas dan kencang nanti mengendur dan membutuhkan pemanasan lagi.
Apabila dirasakan anda membutuhkan istirahat setiap setengah jam atau kurang,
maka hal itu merupakan pertanda anda terlalu capai dan lemah. Maka sebaiknya anda
mengambil istirahat panjang, kalau perlu dengan mendirikan tenda atau
pelindung.
Pilihlah lokasi istirahat yang baik, secara psikologis
lebih menguntungkan kalau anda memilih lokasi di bagian yang paling tinggi.
Dari tempat ini akan tampak pemandangan yang indah, nikmatilah untuk mengurangi
perasaan lelah setelah lama berjalan. Makan dan minum secukupnya untuk
mengembalikan tenaga, kalau perlu dimasak terlebih dahulu agar hangat dan
segar. Ada baiknya memakan sedikit garam untuk menghindarkan keram, karena
banyak keringat yang mengucur memungkinkan hilangnya kadar garam dalam tubuh.
Ketika anda berjalan, perhatikan betul medan yang
dihadapi. Kalau melewati medan yang penuh kerikil atau batu-batu tajam, harap
berhati - hati karena kaki mudah tergelincir kalau ceroboh. Tidak berbeda
apabila anda harus melintasi medan yang berbatu - batu besar dan bulat seperti
batu - batu disungai misalnya. Anda harus melintasinya dengan melompat dari
satu batu ke batu yang lain, yaitu dengan gerakan yang sedemikian rupa cepatnya
sehingga batu yang diinjak belum lagi sempat bergulir, tetapi anda sudah
melompat ke batu yang lain.
Cara ini tentu saja berbahaya bila anda sudah lelah. Cara
lain yang lebih aman ialah dengan menaiki satu persatu batu tersebut,perlahan -
lahan dengan memeriksa terlebih dahulu batu yang akan dipijak, agar tak gampang
bergulir nanti. Cara mana yang sebaiknya dipakai, ini tergantung pada
pengalaman dan tingkat kelelahan anda. Medan yang berumput dan terjal
seringkali membahayakan, lebih - lebih ketika basah karena embun atau hujan.
Pendaki yang tidak berhati - hati akan mudah tergelincir, terutama bila memakai
sepatu yang Solnya terbuat dari kulit atau kurang ber ”kembang”. Demikian juga
dengan medan yang becek dan berlumpur, licin dan berbahaya.
Jangan percaya pada pohon - pohon kecil di pinggir tebing
atau jalur pendakian. Pohon - pohon ini seringkali tak cukup kuat untuk menahan
bobot manusia, sehingga gampang tercabut bila anda mencoba untuk menjadikannya
sebagai tumpuan badan. Batang - batang pohon itu banyak pula yang lapuk, lalu
patah ketika anda mencekalnya dan menahan beban di situ. Kalau tidak yakin
betul, pakai pohon - pohon itu untuk keseimbangan badan saja, jangan untuk
menahan badan.
Mendaki dilereng gunung dengan tanah yang berpasir lebih
sukar dari pada di tanah yang keras. Setiap kali menjejak, tanah berpasir itu
akan melorot ke bawah. Anda kadang - kadang perlu menyepakkan atau menendangkan
kaki kedalam tanah berpasir itu agar tidak melorot lagi. Orang ke 2 dan
seterusnya dapat mengikuti bekas jejak orang pertama supaya tidak mudah lelah,
karena tanah berpasir bekas jejak menjadi lebih kompak dan keras.
Berjalan di atas punggung sebuah tebing yang tipis dengan
jurang menganga di kiri dan kanan merupakan kondisi kritis yang membutuhkan tehnik
tersendiri untuk melewatinya. Angin kencang yang acap kali meniup akan
menggoyahkan keseimbangan badan. Jangan melakukan gerakan - gerakan yang
membahayakan, misalnya melempar batu atau mengayunkan tangan keras - keras.
Berjalanlah dengan tenang dan penuh konsentrasi, tetapi
tetap dengan irama yang teratur dan tidak kaku. Jangan memotong lintasan yang
sudah ada. Jalan setapak yang ada digunung memang berkelok - kelok, tetapi
lintasan itu biasanya mengikuti kontur alam sehingga menjadi tidak terlalu curam.
Memotong lintasan berarti merusak jalan setapak yang
sudah ada. Biasanya, jalan yang memotong itu lebih curam dan lebih sukar di
lalui. Biarlah berjalan sedikit melingkar, tetapi tenaga tak terlampau
terkuras, ketimbang mengikuti lintasan ”potong kompas” tersebut. Ikutilah
lintasan - lintasan yang telah ada dengan seksama. Hafalkan ciri - ciri yang
khas pada setiap lintasan itu, mana tahu akan berguna kalau anda kehilangan
arah dalam perjalanan nanti. Berjalanlah secara zig - zag pada medan curam sekali,
ini akan sangat membantu dalam mengatur nafas dan irama langkah kaki.
Medan yang berhutan lebat sering kali menghilangkan
lintasan - lintasan yang sudah ada. Kalau terpaksa harus membuka jalur,
mulailah dengan hati-hati sekali. Pastikan terlebih dahulu posisi anda didalam
peta sebelum membuka jalur, lalu tetapkan lintasan yang akan di pakai. Gunakan
golok atau parang untuk menebas duri yang menghalangi. Lakukan tebasan
sesedikit mungkin, kalau bisa di sibak dengan tangan atau didorong dengan
badan, kenapa harus ditebas? Lagipula cara ini lebih menghemat tenaga.
Salam Petualang!
Salam Lestari Rimba… Salam Lestari!
Langganan:
Postingan (Atom)



