Jumat, 19 Desember 2014

Kisah Selingkuh Pendaki Gunung


(Ini kisah nyata tetapi nama dan tempat disamarkan alias tidak disebutkan dan jika ternyata terjadi kepersisan maka pikiran pembaca harus disamarkan, wkwkwkwkwkkwkk)

Awal kisah di sebuah kos-kosan terjadilah perbincangan 2 orang penghuninya (sama-sama pendaki) di sebuah malam yang sunyi (karena penghuni kos yang lain pada pulang kampung).

Teman Pendaki : hei bro, besok libur panjang mendaki kemana nich?

Pendaki : mmgx kenapa?

Teman Pendaki : eh ditanya belum jawab malah nanyak. Aku kan pengen ikutan mendaki bro.

Pendaki : ow, libur panjang besok aku nda’ daki.

Teman Pendaki : Lha trus kemana?

Pendaki : aku mau rafting.. ssssssssstttt… (seraya memberi isyarat yang bersuara keras) tapi jangan bilang siapa-siapa ya

Teman Pendaki : lho knp ?

Pendaki : ya malu klo sampai ketahuan temen2 pendaki lainnya

Teman Pendaki : lho mmg knp klo ktahuan ?

Pendaki : yach, dengan rafting brrti aku kan lagi selingkuh dari mendaki gunung

Teman Pendaki : walaaahhh….

Pendaki : Abis gtu trus snorkling, dan mancing.. ikutan ya?

Teman Pendaki : walaaah banyak banget selingkuhannya???
Pendaki : he5 :D

Anomali Ramadan versi Lapendos


Umumnya manusia menyanjung bulan Ramadan, namun tidak bagi Lapendos, ada anomali akut di Bulan yang satu ini.

1. Bulan Ramadan adalah bulan berdema

Bulan yang dianjurkan berderma namun harga barang dan kebutuhan pokok selalu dinaikkan ‘lepas landas’ di setiap Ramadan. Orang miskin makin berat untuk bisa membeli kebutuhan pokok.

2. Ramadan sebagai bulan berhemat

Bulan berhemat namun konsumsi malah meningkat. PNS kwenceng meneriakkan pencairan gaji ke-13 dengan alasan kemanusiaan (demi bisa belanja di Bulan Ramadan dan Lebaran).

3. Ramadan bulan menahan diri

Bulan menahan diri namun orang-orang malah berlomba-lomba membeli barang dan pakaian baru yang semakin melebarkan kesenjangan dengan orang miskin yang berpakaian sederhana nan lusuh.

4. Bulan damai

Bulan pembawa ketenangan dan kedamaian, tetapi petasan dan suara-suara bising tiada henti sepanjang waktu. Beberapa Kelompok Minoritas memaksakan kehendak dengan menutup pintu ikhtiar manusia lemah dan tak berdaya atas nama Ramadan yang damai.

5. Ramadan waktu untuk melihat ke dalam diri

Bulan kontemplasi (perenungan diri) namun orang malah sibuk memamerkan simbol-simbol puasanya, memaksa menutup warung dan tempat makan dan mempromosikan seluruh kegiatan keagamaan untuk juga diikuti orang-orang di sekitarnya.

6. Ramadan bulan yang indah

Bulan yang indah, namun ribuan orang mengantri tiket mudik, ratusan orang kecelakaan karena tidak menerapkan safety berkendaraan di jalan raya dan pencurian serta perampokan meningkat di bulan ini.

7. Ramadan itu suci

Bulan penyucian, tetapi yang terjadi cuci gudang produk-produk yang sebelumnya tak laku di luar bulan Ramadan.

8. Ramadan untuk ibadah

Bulan ibadah, namun sholat dengan khusyu’ di masjid jadi susah karena berdesak-desakkan. Biasanya 1 shaf Masjid cukup diisi 20 orang, di bulan Ramadan harus berdesak-desakkan karena ditambah jadi 25 orang per shaf.

9. Ramadan bulan Puasa

Bulan puasa, namun yang terjadi hanyalah bulan pindah jam makan. Selain Ramadan makan 3 kali di siang hari menjadi makan 3 kali di malam hari.

10. Bulan Pendidikan

Bulan pendidikan, namun anak-anak muda yang sebelumnya sulit dapat ijin keluar malam, dengan alasan kegiatan Ramadan anak-anak muda bisa keluar sampai dini hari. Udah gitu sekolah libur beberapa hari atas nama Ramadan.

11. Bulan perjuangan

Bulan perjuangan? Yang ada malah dengan alasan Ramadan karyawan menunda pekerjaan, membatalkan janji, tidur di kantor, pelajar jadi malas belajar, pengemis makin males (semangat ngemisnya) karena yakin hasil mengemisnya akan meningkat.

12. Bulan religi

Cocoknya adalah bulan karnaval sosial.
Memang Lapendos yang hina dan penuh dosa sudah keblinger dalam melihat Ramadan, mudah-mudahan bulan Ramadan Anda penuh dengan cahaya keimanan.

KUMPULAN TIPS+TRIKS SEBELUM MELAKUKAN KEGIATAN ALAM BEBAS/ PENDAKIAN GUNUNG


Untuk menghindari agar tubuh tidak mengalami hipotermia ada beberapa tips yg bisa dilakukan,

pada saat pendakian, Antara lain:

 

·       Melakukan penyesuaian diri dengan lingkungan sekitar. Adaptasikan tubuh dengan kondisi lingkungan baru di pegunungan,  setelah dirasakan tubuh mampu menyesuaikan diri, baru lakukan pendakian. Proses ini disebut pula aklimatisasi.

·       Kenakan pakaian yang mampu menahan panas tubuh kita, tidak cukup hanya satu jaket saja. Kalau perlu, bawalah beberapa potong pakaian hangat. Memakai jaket tebal sangat disarankan. Siapkan pula jenis yang antiair. Biasanya lapisan luarnya dibuat dari bahan polar.

·       Agar makin hangat saat tidur, pakailah sleeping bag. Kantong panjang untuk tidur ini mudah dilipat dan dibawa saat mendaki. Saat dipakai,mampu menambah kehangatan badan selain dengan memakai jaket tebal.

·       Hindari memakai pakaian dari bahan jeans.  Selain bahannya berat, jeans akan membuat Anda tambah kedinginan karena sifatnya yang bisa menyerap dingin.

·       Sebelum malam tiba, kumpulkan ranting kering yang sudah berjatuhan di tanah untuk membuat api unggun. Induksi panas api bisa menghangatkan tubuh Anda. Jangan lupa, matikan api kalau Anda hendak meninggalkan lokasi pembuatan api unggun.

·       Sambil membuat api unggun, siapkan pula tempat untuk memasak air dan membuat makanan. Minuman hangat sangat nikmat untuk disantap kala mendaki. Pilih jenis minuman yang mampu membuat hangat tubuh,seperti air jahe, susu, atau teh. Untuk makanan, siapkan makanan yang cukup memberikan energi bagi tubuh.

·       Sempatkan untuk melakukan peregangan tubuh selama mendaki. Ini akan membuat otot terhindar dari cedera selama mendaki. Selain itu,peregangan dapat sedikit mengusir rasa dingin.

 

 

Bagaimana sih cara agar kita tidak cepat lelah saat naik gunung??...

 

Minum suplemen multivitamin contoh: sangobion/tonikumbayer ,dll  bagi beberapa orang hal ini biasa dilakukan dengn tujuan mampu memberi tambahan energi, meski untuk beberapa orang yg lain tidak menyukai/ menyarankan. Lakukan stretching & pemanasan sebelum memulai pendakian,  minum air putih yang banyak & jangan lupa sarapan.

naik gunung jgn terlalu cepat atur ritme/ tempo perjalanan anda sendiri, dan jangan lupa istirahat sejenak untuk mengatur nafas dan penyesuaian suhu tubuh.

 

Sebelum mendaki gunung apakah anda pernah bertanya apakah perlu mempersiapkan fisik  sebelum pendakian??..

 

Tentu saja persiapan fisik sangat diperlukan.... mengapa demikian?..  karena mendaki gunung adalah bukan perkara mudah apalagi untuk orang baru pertama kali mendaki gunung.... Persiapan fisik harus di lakukan untuk meningkatkan stamina, daya tahan tubuh dan kemudian menambah kekuatan fisik dan mental bagi pendaki gunung.

 

Pada dasarnya proses perjalanan dalam melakukan aktivitas kegiatan alam bebas/ mendaki gunung jg merupakan proses yg penting bagi masing2 personel untuk mengetahui/ serta mengukur kemampuan fisik, mental, serta tujuannya mendaki gunung,dll karena masing2 orang tentunya memiliki kekuatan fisik/ mental/ tujuan & kemampuan yg berbeda …  disamping juga untuk menemukan tempo/ ritme langkah yg paling sesuai dengan kemampuan fisik masing2 individu yg dirasa paling nyaman dan tidak membuat cepat lelah.

Dengan kata lain, proses dalam setiap perjalanan mendaki gunung adalah salah satu proses untuk Cari, temukan dan terapkan sesuai dg kemampuan dan kenyamanan masing2 individu.

Tidak perlu mengikuti ritme berjalan dg cepat jika anda merasa tidak mampu berjalan cepat, tidak perlu ikut membawa beban2 terlalu berat jika fisik anda tidak sanggup, yg akhirnya membuat pupus harapan anda untuk menggapai puncaknya, dan jangan pernah merasa takut tertinggal dalam perjalanan, karena team yg solid akan selalu saling mendukung dan membantu dg tenggang rasa yg tinggi. Disitulah  pentingnya solidaritas, keterbukaan, serta kerja team yg bagus.

 

Ada beberapa tips yg bisa dilakukan  untuk mempersiapkan fisik kita agar tidak mudah capek saat melakukan pendakian, hal tersebut antara lain:

 

1. MELATIH KEKUATAN PERUT

    Lakukan sit up secara rutin setiap hari sampai hitungan 10 - 25 kali untuk mengencangkan otot   

    perut agar terhindar dari kram.

 

2. MELATIH KEKUATAN LENGAN DAN DADA

    Lakukan push up secara rutin setiap hari sampai hitungan 10 untuk mengencangakn otot dan

    meningkatkan stamina tubuh.

 

3. JOGGING / LARI

Berfungsi melatih kerja dari pembuluh kapiler agar bekerja untuk meningkatkan daya tahan  

dan memacu kerja jantung sehingga meningkatkan VO2 Max. lakukan 2 - 3 kali seminggu dan  selama 30 - 45 menit. karena persendian yang terlatih akan terjaga kekuatan dan kelenturannya karena lari banyak menggerakkan otot kaki sehingga terlatih dan dapat mengurangi resiko cedera.

 

4. JOGGING DENGAN BEBAN

Jogging dengan membawa beban tertentu untuk membiasakan dengan kondisi di lapangan yang sesungguhnya. Mengangkat beban dengan berat tertentu untuk melatih kekuatan dan kebugaran otot sehingga faktor fisik tidak menjadi permasalahan dalam perjalanan pendakian.

 

5. MELATIH KEKUATAN BAHU

Lakukan pul up secara rutin setiap hari sampai hitungan 10 - 25 untuk menguatkan otot bahu yang menjadi tumpuan beban ransel.

 

6.  LATIHAN ANGKAT BEBAN

Lakukan latihan angkat beban dengan barbel secara teratur dan berkelanjutan sehingga dapat dilakukan penambahan beban untuk mencapai hasil yang maksimal. Kemudian buatlah jadwal yang konsisten agar target yang akan dituju tercapai dengan baik, kemudian lakukan evaluasi untuk mengetahui perkembangan fisik.

 

 

TRIK AGAR KAKI KUAT BERJALAN JAUH

 

Jalan kaki sebenarnya bisa jadi salah satu aktivitas fisik yang murah meriah, tapi banyak orang yang tidak kuat untuk berjalan jauh. Sebenarnya apa saja yang bisa dilakukan agar kaki kuat untuk jalan jauh??..

 

Kaki manusia terdiri dari otot dan beberapa otot ini merupakan bagian yang paling berguna dalam tubuh, tapi pada saat yang bersamaan beberapa otot ini juga bisa menjadi lemah. Membangun otot di kaki dengan baik bisa membantu seseorang mampu pergi berjalan jauh tanpa merasa cepat lelah.

 

Semakin sering seseorang berjalan maka otot-otot kaki akan semakin baik, seperti dikutip dari Healthguidance.org, Kamis (24/5/2012).

 

Jika tidak memiliki waktu untuk melatih otot kaki dengan berjalan, maka cobalah naik turun beberapa anak tangga selama setengah jam setiap harinya. Meski terlihat aneh tapi kegiatan ini bisa membantu seseorang lebih kuat berjalan jauh dan enerjik.

 

Selain itu ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar kaki tetap kuat untuk diajak jalan jauh yaitu:

 

1. Jika tidak pernah atau jarang berjalan, maka kaki akan cepat pegal saat diajak jalan jauh.   Untuk itu biasakan berjalan dan mulailah secara bertahap jaraknya, jangan langsung jarak jauh.

 

2. Usahakan jangan terlalu cepat ketika awal berjalan karena akan membuat tubuh terasa cepat capek, sebaiknya mulailah secara perlahan lalu kecepatannya meningkat sedikit untuk beberapa waktu, kemudian diperlambat lagi.

 

3. Mengimbangi dengan mengonsumsi air putih atau minuman yang mengandung isotonik atau elektrolit secara teratur saat berjalan agar bisa segera mengganti cairan tubuh yang hilang.

 

4. Gunakan sandal atau sepatu yang nyaman digunakan dan sebaiknya tidak berhak tinggi (high heels) karena akan membuat kaki terasa lebih cepat pegal dan capek.

 

5. Jika mulai terasa capek atau pegal, maka istirahatlah sejenak dan bisa sambil memijat kaki untuk membuat otot jadi rileks. Tapi sebaiknya jangan terlalu lama beristirahat, karena otot yang sudah panas bisa menjadi dingin kembali dan itu membuat kaki terasa lebih pegal atau capek.

 

Jika diketahui akan menempuh perjalanan kaki yang cukup jauh, tak ada salahnya untuk mulai latihan jalan beberapa waktu sebelumnya agar melatih otot kaki.

 

Mendaki gunung adalah bagian dari olah raga ringan, yg juga ekstrem yaitu berjalan.

Selain menyenangkan bagi yang menyukainya, juga banyak hal yang bisa di ambil hikmahnya. Karena dengan metode berjalan, maka penguasaan tehnik berjalan yang benar layak di kuasai terlebih dahulu. Berjalan di gunung tentu berbeda dengan berjalan di lapangan pasar malam atau dari kamar menuju ruang makan, apalagi di Mall.

 

Di gunung anda harus berjalan dengan beban (ransel) di punggung, melintasi lembah, mendaki tebing, menuruni ceruk-ceruk yang dalam, atau meniti punggung - punggung gunung yang tipis. Dengan medan seperti itu ditambah dengan beban yang harus dibawa maka keseimbangan dalam berjalan di gunung adalah mutlak.

 

Ada beberapa patokan yang harus diperhatikan dalam berjalan digunung. Dasar dalam berjalan tentu saja melangkah, inilah hal pertama yang mesti diperhatikan. Berjalanlah dengan langkah - langkah kecil, jangan memaksakan kaki untuk melangkah terlalu lebar. Langkah - langkah yang terlalu lebar menyebabkan berat badan sering kali ditunjang oleh satu kaki saja, karenanya keseimbangan badan pun gampang goyah.

 

Dengan langkah kecil, berat badan anda dapat ditunjang secara mantap oleh kedua kaki. Ingat, kaki bukan hanya menahan berat badan, tapi telah ditambah dengan berat beban yang ada didalam ransel. Dengan langkah - langkah yang kecil, gerakan nafas lebih teratur, dan ini merupakan cara yang tepat untuk menghemat tenaga.

Seorang pendaki secara umum berjalan lebih lambat ketimbang pejalan kaki biasa. Dia berjalan cukup lambat dengan langkah - langkah yang kecil. Kalau kita sukar berbicara dengan teman disebelah karena nafas yang tidak teratur lagi, itu suatu pertanda bahwa anda berjalan terlalu cepat. Kendati lambat, tetapi berjalanlah dengan irama yang tetap. Lebih baik berjalan lambat dengan istirahat yang sedikit, daripada berjalan cepat tetapi dengan istirahat yang lebih banyak pula.

 

Bagi pendaki berpengalaman, berjalan 2 atau 3 jam tanpa istirahat merupakan hal yang biasa. Tentu saja dibutuhkan kekuatan dan stamina yang cuma dapat diperoleh melalui latihan dan pengalaman yang tidak sedikit. Akan tetapi, sebagai ukuran minimal boleh dikatakan bahwa berjalan 1 jam dengan istirahat 10 menit adalah normal.. tentu saja dalam hal ini tingkat kecuraman medan juga menjadi bahan pertimbangan

 

Ketika istirahat, duduklah dengan kaki yang melonjor lurus sedikit diatas badan untuk mengembalikan darah supaya mengalir normal, karena ketika berjalan seluruh darah telah turun dan terpusat di kaki. Teguklah sedikit minuman dan makanlah beberapa potong makanan kecil. Usahakan agar tidak beristirahat ditempat yang berangin, karena udara dingin dapat mengerutkan otot yang sedang beristirahat.

 

Jangan terlalu lama beristirahat, sayang otot - otot kaki yang sudah panas dan kencang nanti mengendur dan membutuhkan pemanasan lagi. Apabila dirasakan anda membutuhkan istirahat setiap setengah jam atau kurang, maka hal itu merupakan pertanda anda terlalu capai dan lemah. Maka sebaiknya anda mengambil istirahat panjang, kalau perlu dengan mendirikan tenda atau pelindung.

 

Pilihlah lokasi istirahat yang baik, secara psikologis lebih menguntungkan kalau anda memilih lokasi di bagian yang paling tinggi. Dari tempat ini akan tampak pemandangan yang indah, nikmatilah untuk mengurangi perasaan lelah setelah lama berjalan. Makan dan minum secukupnya untuk mengembalikan tenaga, kalau perlu dimasak terlebih dahulu agar hangat dan segar. Ada baiknya memakan sedikit garam untuk menghindarkan keram, karena banyak keringat yang mengucur memungkinkan hilangnya kadar garam dalam tubuh.

 

Ketika anda berjalan, perhatikan betul medan yang dihadapi. Kalau melewati medan yang penuh kerikil atau batu-batu tajam, harap berhati - hati karena kaki mudah tergelincir kalau ceroboh. Tidak berbeda apabila anda harus melintasi medan yang berbatu - batu besar dan bulat seperti batu - batu disungai misalnya. Anda harus melintasinya dengan melompat dari satu batu ke batu yang lain, yaitu dengan gerakan yang sedemikian rupa cepatnya sehingga batu yang diinjak belum lagi sempat bergulir, tetapi anda sudah melompat ke batu yang lain.

 

Cara ini tentu saja berbahaya bila anda sudah lelah. Cara lain yang lebih aman ialah dengan menaiki satu persatu batu tersebut,perlahan - lahan dengan memeriksa terlebih dahulu batu yang akan dipijak, agar tak gampang bergulir nanti. Cara mana yang sebaiknya dipakai, ini tergantung pada pengalaman dan tingkat kelelahan anda. Medan yang berumput dan terjal seringkali membahayakan, lebih - lebih ketika basah karena embun atau hujan. Pendaki yang tidak berhati - hati akan mudah tergelincir, terutama bila memakai sepatu yang Solnya terbuat dari kulit atau kurang ber ”kembang”. Demikian juga dengan medan yang becek dan berlumpur, licin dan berbahaya.

 

Jangan percaya pada pohon - pohon kecil di pinggir tebing atau jalur pendakian. Pohon - pohon ini seringkali tak cukup kuat untuk menahan bobot manusia, sehingga gampang tercabut bila anda mencoba untuk menjadikannya sebagai tumpuan badan. Batang - batang pohon itu banyak pula yang lapuk, lalu patah ketika anda mencekalnya dan menahan beban di situ. Kalau tidak yakin betul, pakai pohon - pohon itu untuk keseimbangan badan saja, jangan untuk menahan badan.

 

Mendaki dilereng gunung dengan tanah yang berpasir lebih sukar dari pada di tanah yang keras. Setiap kali menjejak, tanah berpasir itu akan melorot ke bawah. Anda kadang - kadang perlu menyepakkan atau menendangkan kaki kedalam tanah berpasir itu agar tidak melorot lagi. Orang ke 2 dan seterusnya dapat mengikuti bekas jejak orang pertama supaya tidak mudah lelah, karena tanah berpasir bekas jejak menjadi lebih kompak dan keras.

 

Berjalan di atas punggung sebuah tebing yang tipis dengan jurang menganga di kiri dan kanan merupakan kondisi kritis yang membutuhkan tehnik tersendiri untuk melewatinya. Angin kencang yang acap kali meniup akan menggoyahkan keseimbangan badan. Jangan melakukan gerakan - gerakan yang membahayakan, misalnya melempar batu atau mengayunkan tangan keras - keras.

 

Berjalanlah dengan tenang dan penuh konsentrasi, tetapi tetap dengan irama yang teratur dan tidak kaku. Jangan memotong lintasan yang sudah ada. Jalan setapak yang ada digunung memang berkelok - kelok, tetapi lintasan itu biasanya mengikuti kontur alam sehingga menjadi tidak terlalu curam.

 

Memotong lintasan berarti merusak jalan setapak yang sudah ada. Biasanya, jalan yang memotong itu lebih curam dan lebih sukar di lalui. Biarlah berjalan sedikit melingkar, tetapi tenaga tak terlampau terkuras, ketimbang mengikuti lintasan ”potong kompas” tersebut. Ikutilah lintasan - lintasan yang telah ada dengan seksama. Hafalkan ciri - ciri yang khas pada setiap lintasan itu, mana tahu akan berguna kalau anda kehilangan arah dalam perjalanan nanti. Berjalanlah secara zig - zag pada medan curam sekali, ini akan sangat membantu dalam mengatur nafas dan irama langkah kaki.

 

Medan yang berhutan lebat sering kali menghilangkan lintasan - lintasan yang sudah ada. Kalau terpaksa harus membuka jalur, mulailah dengan hati-hati sekali. Pastikan terlebih dahulu posisi anda didalam peta sebelum membuka jalur, lalu tetapkan lintasan yang akan di pakai. Gunakan golok atau parang untuk menebas duri yang menghalangi. Lakukan tebasan sesedikit mungkin, kalau bisa di sibak dengan tangan atau didorong dengan badan, kenapa harus ditebas? Lagipula cara ini lebih menghemat tenaga.

 

 
Semoga bermanfaat dan menambah sedikit ilmu bagi yg belum mengetahuinya… bagi yg telah berpenglaman tidak ada salahnya juga untuk sedikit mengingat kembali.

Salam Petualang!
Salam Lestari Rimba… Salam Lestari!

Serpihan Awur-awuran Filosofi Gunung dan Belantara


”In the name of solidarity I give you my philosophy of the mountain. The mountain is soul of love. Soul of destroy. And soul of the earth. So you have to know about philosophy of mountain and forest if you want success to climb them.

I don’t know why you hobby climbing. Make your body heart. Make your life different. And make your lovely gone. I don’t care!“

#1 Pada mulanya gunung dan belantara adalah tempat pembuangan jin dan tempat tinggal para raksasa. Namun manusia kuno mulai melihat bahwa gunung dan belantara memiliki nilai magis, sarana peningkatan spiritualitas diri dan tempat pengujian kompetensi.

#2 Umumnya manusia kuno pergi ke gunung untuk menenangkan diri, mencari petunjuk atau menjadi pertapa. Karena ketinggiannya sehingga secara fisik lebih dekat dengan langit (tempat petunjuk) maka banyak nasehat dan wangsit yang dapat diperoleh dari gunung dan belantara.

#3 Banyaklah dibangun padepokan, pesanggrahan, tempat penyembahan, dan tempat perenungan. Namun tidak sedikit dibangun tempat pelarian.

#4 Kini, jaman sudah berubah. Wangsit dan petunjuk bisa diperoleh di dataran rendah. Semenjak Candi, Kuil, Vihara, Masjid dan Gereja di bangun maka orang tidak perlu lagi ke gunung dan belantara untuk mencari ilham.

#5 Dan sekali lagi kini benar-benar berubah. Gunung dan belantara adalah tempat petualangan. Tempat untuk memperkaya khasanah keilmuan dan kanuragan. Tempat dijadikan penyegaran diri dari hiruk-pikuk keramaian duniawi.

#6 Sejak tahun 1972 (silahkan dikoreksi bila keliru), sejak organisasi (pelembagaan) pecinta alam muncul maka sah lah petualangan gunung dan belantara menjadi terlembaga.

#7 Dulu mungkin orang akan melihat aneh seorang yang mendaki. Mungkin untuk mencari pesugihan. Dulu juga yang ke gunung adalah masyarakat di sekitar gunung yang lusuh atau orang-orang tua yang berjanggut. Tetapi sekarang anak-anak muda dengan tampilan trendi juga ribuan ke gunung di setiap tahunnya.

#8 Apa ini sebuah kemajuan?

#9 Mendaki gunung dan merambah belantara merupakan aktivitas nenek moyang orang Indonesia dan dunia tentunya. Masyarakat Tengger bahkan telah menetap dan hidup di gunung. Tetapi kemajuan apa yang telah di raih orang-orang gunung? Bukankah kerajaan-kerajaan atau Negara-negara selalu mencapai puncaknya ketika maritim (laut) berjaya dengan kegiatan dagangnya. Atau jika tidak di laut maka di sungai besar.

#10 Kesemuanya jauh dari gunung. Makanya agak mengherankan jika gunung kini menjadi kiblat. Tetapi tidak mengherankan juga karena gunung bukan tempat kemajuan duniawi. Gunung adalah tempat menempah ruhani. Kekayaan hati. Sensitifitas sosial.
#11 Itu yang tidak ditemukan dalam aktivitas perdagangan di pantai dan sungai besar.

Apakah Pendaki penyembah pohon?


Pernahkan meluangkan waktu sejenak untuk menatap dan berpikir lama pada sebuah pemandangan, yakni pohon besar di pinggir jalan protokol ibukota? Sebuah pohon yang rindang, berdaun hijau kehitaman karena tempelan asap dan debu polusi. Batangnya terdapat tempelan tulisan dan gambar iklan dan bekas tancapan pakunya masih terlihat di bagian batang lain, namun tak mengurangi kekokohannya. Makhluk yang tangguh dan mengagumkan bagi yang mau berpikir. Tahan terik panas matahari dan baik hati meneduhkan jasad manusia dari panas.

Pendaki mengagumi sebatang pohon. Kenapa? Karena setiap pohon hidup sendiri dan mengurusi dirinya sendiri. Mereka bahkan bermanfaat atau memberikan manfaat untuk menunjang kenyamanan manusia. Dari hasil tanaman dan seluruh bagian dari pohon bermanfaat bagi manusia. Pohon kelapa misalnya. Dari mulai batang, daun, dan buahnya dimanfaatkan oleh manusia. Ada sebagian Pendaki merasakan hal ini, dan sebagai ungkapan rasa syukurnya ia memberikan pakaian, sarung pada pohon ini. Dan kadang lama ia duduk, juga berdiri di bawah dan/atau berdiri di samping pohon. Bahkan saking besarnya ungkapan rasa terima kasihnya, ia sampai merendahkan kepalanya (bersujud) pada pohon tersebut.

Anehnya Pendaki lain yang tidak mengerti tentang apa yang ia rasakan menuduh bahwa ia menyembah pohon. Ia tidak ‘bersujud’ kepada pohon karena meminta sesuatu. Ia merasakan manfaat besar dari pohon tersebut, oleh karenanya ia ‘bersujud’ syukur terhadap pohon tersebut.

Dahulu, leluhur Pendaki yang dituduh sebagai animisme melakukan hal serupa. Menciptakan semacam peraturan yang tidak tertulis bahwa barang siapa akan menebang pohon mesti membuat sesajen. Terutama pohon-pohon besar. Kenapa? Karena para leluhur Pendaki merasakan manfaat adanya pohon-pohon rindang. Selain membuat udara tambah segar juga akar-akarnya mampu menyimpan air. Tidak heran di setiap pohon besar yang rindang sering ditemukan mata air. Banyak Pendaki lain yang memanfaatkan air dari mata air tersebut. Akarnya juga memeiliki kekuatan menahan tebing agar tidak longsor. Menyadari bahwa keberadaan pohon memberikan manfaat pada manusia dan juga membuat tanah tidak longsor, para leluhur Pendaki mempersulit orang untuk menebang pohon. Ini yang selama ini Pendaki lain anggap menyembah pohon. Betul jika dikatakan laku fisiknya menyembah, tetapi yang diminta adalah agar pohon dapat hidup dengan subur.

Kasih sayang Pendaki terhadap pohon dibuktikan oleh beberapa peneliti. Ada suatu penelitian yang menarik dilakukan penelti asal Jepang, Masaru Emoto. Memang tidak meneliti pohon secara langsung. Yang dilakukan oleh Masaru Emoto adalah meneliti tentang dampak doa, ucapan baik, dan ucapan buruk pada air. Perlu dicatat bahwa sebagian besar pohon terdiri dari air. Hasil penelitian terbukti bahwa molekul-molekul air dari sumber air yang diberikan doa ucapan terima kasih menghasilkan bentuk kristal yang indah.

Jadi air memiliki kekuatan merekam segala sesuatu yang dipikirkan manusia. Pikiran manusia bervibrasi dalam bentuk gelombang. Getaran ini tertangkap dan direkam oleh air. Pohon yang sebagian besar terdiri dari air sehingga tidak mengherankan ia mampu menangkap pikiran orang yang akan menyakitinya.

Suatu alat khusus ditemukan oleh seorang ahli untuk mendeteksi efek dari pikiran terhadap pohon. Dan ternyata dari hasil penelitian membuktikan bahwa sebatang pohon bisa merasakan niat orang. Suatu pohon didekati oleh orang yang tidak punya maksud apa-apa terhadap pohon. Sebutkan sebagai orang pertama. Orang kedua adalah yang sayang terhadap pohon tersebut. Terakhir adalah orang yang akan menebang pohon. Dari alat yang ditempelkan pada batang pohon tersebut, terlihat efek dari ketiga orang yang berbeda tujuannya. Yang paling ditakutkan pohon adalah efek dari orang yang akan menebang pohon tersebut. Selain itu, pikiran ini adalah energi. Semua energi mengandung getaran yang bervibrasi. So, tolong jangan menyepelekan pikiran. Badan Pendaki 70 % terdiri dari air. Pikiran buruk Pendaki akan melukai diri sendiri sebelum merusak orang lain..

Deforestasi semena-mena terjadi ketika kearifan lokal tidak lagi dipahami. Nenek moyang Pendaki sadar dan tahu pesan semesta. Pohon adalah sumber kehidupan manusia. Tanpa pohon, dijamin manusia sengsara. Mulai tanaman musiman semacam padi saja-kemudian-kelapa (tanaman tahunan), dll. Ketika penghormatan terhadap pohon dianggap penyembahan terhadap berhala maka banyak pohon ditebang semena-mena. Akhirnya berbagai bencana seperti banjir, tanah longsor dan kekeringan, serta yang paling mengerikan-climate change-tidak dapat dihindarkan.

Kearifan leluhur mengajarkan kehidupan yang selaras dengan alam. Saling memberi. Pendaki (manusia) memelihara pohon, dan pohon memberikan manfaat pada pendaki. Wahai Pendaki lain, masih ragu atau tidak percaya?
Cobalah berjalan di siang hari mengelilingi lautan pasir Bromo. Atau silahkan bertowaf (berkeliling dari puncak macan, glenmore dan sejati, juga puncak barat) di Kaldera Raung yang melingkupi 3 kabupaten (Banyuwangi, Jember dan Bondowoso). Rasakan betapa tiada pohon terasa panas membakar jasad. Setelah itu pasti semua akan sepakat untuk ‘menyembah’ pohon.

Kepercayaan Diri adalah adalah suatu Keniscayaan bagi Pendaki


Era multi, parallel, dan simultan kemajuan di segala bidang dan aktivitas ditandai dengan persaingan dan kemudahan akses untuk mendapatkan segala sesuatu telah merambah dunia persilatan pendakian gunung. Masa ini menghasilkan jumlah pendaki yang sebelumnya mengikuti deret hitung kini menjadi deret ukur. Buktinya, tidak hanya pada momen tertentu saja seperti 17-an Agustus, gunung-gunung yang begitu luas seakan-akan tidak mampu lagi menampung para pendaki. Saat akhir pekan dan/atau ada hari libur nasional bisa dibaca bahwa lalu lintas jalur pendakian akan disesaki pergerakan para pendaki. Pendakian gunung telah menjadi gaya hidup (life style) yang terus menjamur bak di musim hujan.

Fakta ini tentunya adalah berita baik bagi mereka yang selalu mempromosikan tentang pentingnya pendakian untuk memproduksi generasi penerus bangsa yang kuat secara fisik dan mental. Kokoh dari sisi kepemimpinan dan taktis dalam pergerakan individu. Namun di sisi lain, tinggalan sampah dan kerusakan alam sangat mengkhawatirkan. Walaupun kemudian banyak bermunculan aktivis dengan aksi-aksi yang tak kenal lelah mengangkut sampah turun ibarat hujan sehari mengobati kemarau sepanjang tahun.

Tulisan ini tidak akan membahas lebih jauh mengenai deret ukur jumlah pendaki, sampah dan kerusakan alam yang ditimbulkannya seperti yang dipaparkan dalam 2 paragraf di atas. Esai ini ingin mengulas salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh para pendaki, yakni menjadi manusia yang unggul yang ditandai dengan kepercayaan diri. Mereka berbicara, berpenampilan dan berperilaku dengan mengesankan. Manusia dengan tanda-tanda tidak ada guratan ketakutan, kepanikan dan kekhawatiran dalam hidupnya. Manusia yang bercirikan tidak ada garis kesedihan di wajah dan matanya. Ini persis sebagaimana diberitakan dalam Al Quran Surat Yunus Ayat 62-63.

 “Ingatlah, sesungguhnya para wali-wali Allah Mereka tidak merasa takut dan tidak pula merasa sedih. Yaitu orang-orang yang beriman lagi bertaqwa”. (Yunus: 62-63)

Astaga, ternyata para pendaki bertujuan untuk bisa selevel wali, setidaknya dalam sikap mental mereka karena derajat di SisiNYA adalah rahasiaNYA. Bagaimana caranya untuk mencapai sikap mental selevel wali? Dibawah ini beberapa rahasia untuk menjadi pendaki yang percaya diri.

1.       Jujur dan Malu

Kunci pertama untuk meraih kepercayaan diri adalah jujur terhadap orang lain dan diri sendiri. Kejujuran akan menarik kepercayaan baik dari orang lain dan diri sendiri. Sedangkan malu berbuat tidak benar akan menjaga diri dari sifat ketidakjujuran dan ketidakkepercayaan diri itu sendiri.

2.       Menghormati dan menemukan hikmah (makna tersirat) dari kearifan lokal dan mitos yang ditemui di gunung

Ciri khas pendaki gunung adalah bijak, rendah hati dan mampu bergaul dengan masyarakat lokal. Pendaki harus menghormati kearifan lokal dan mengambil hikmah dari mitos-mitos dan bukan menghardik warga lokal atau pendaki lain yang menyampaikan adanya mitos dan kearifan lokal tersebut. Dan mampu memberikan penafsiran yang tepat ketika ada pertanyaan dari pendaki lain .

3.       Mengendalikan diri untuk tidak selalu terbawa arus mainstream baik dari segi fashion, gear, cara pendakian dan pembawaan diri. Akan semakin baik untuk kepercayaan diri bila mampu menemukan ciri khas dari segi fashion, gear, cara pendakian dan pembawaan diri dengan catatan tidak merusak/merugikan diri sendiri.

4.       Mengutamakan kelestarian alam, keselamatan, kebersamaan dan memitigasi dampak yang ditimbulkan dari aktivitas pendakian yang dilakukan. Tipis sekali membedakan antara nekat dan pemberani. Namun nafas dan langkah safety yang akan menunjukkan perbedaan keduanya.

5.       Menambah dan terus mengupayakan peningkatan kemampuan sebagai seorang pendaki dan menjadikannya sebagai tujuan utama dari setiap kegiatan pendakian (bukan hanya puncak gunung). Termasuk memperluas jaringan baik individu dan organisasi sesama penggiat gunung dan belantara.

Dahulu mungkin dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk seorang pendaki memiliki pengetahuan, ketrampilan, pengalaman, peralatan dan jaringan yang memadai. Seratus delapan puluh derajat berbeda dengan saat ini dimana pengetahuan dan informasi bisa dengan mudah diakses entah dari searching engine semacam google, yahoo dan youtube atau melalui komunitas-komunitas yang ada. Beberapa Taman Nasional juga telah merilis situs di internet seperti www.gedepangrango.org , www.bromotenggersemeru.org , www.tnrinjani.net , www.gunungleuser.or.id , www.halimunsalak.org , www.tngunungmerapi.org , dan lain-lain.

6.       Mengoptimalkan manfaat berkhalwat di gunung dengan berkontemplasi, muhasabah dan membuat resolusi untuk masa depan sekaligus menyusun strategi untuk mencapainya.

7.       Menguasai bidang atau profesi tertentu dan mengamankan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan dasar diri dan keluarga.
Silahkan corat-coret di kolom komen (menambahkan) bila masih ada rahasia lain yang belum terungkap disini untuk menjadi pendaki yang percaya diri. Selevel wali.